
S2. Episode 198 : Berbicara dengan Ayahmu.
***
Kiara yang tertunduk malu dan bingung harus melakukan apa hanya bisa menunduk dan pipinya sudah merah sekali.
Layla yang melihat adegan romantis dan bagaimana Alex sungguh menyayangi wanita yang seharusnya menjadi saingannya tentu saja merasa sakit hati.
Tetapi saat itu, Arka yang menyadari Layla sepertinya masih merasakan sakit hati langsung melihat kearahnya.
Arka menggenggam tangan Layla kemudian, melihat nya dengan lembut dan tersenyum.
"Kau mau diperlakukan seperti itu?"
Arka membisik, berusaha agar tidak ketahuan ibunya sebelum ia mengumumkan hubungan nya sebentar lagi.
*Blush*
Pipi Layla langsung memerah, jantungnya berpacu karena malu.
Layla langsung buru-buru duduk di kursi makan dan menunduk malu.
Dia tidak menduga jika Arka menanyakan hal itu kepadanya.
"Sayang ... tidak usah malu, Ibu tahu kok kau sedang malu karena suami mu yang menggoda mu kan?"
"Tenang saja, Ibu mengerti, pengantin baru kan memang begitu ..."
Dahlia merangkul Kiara, agar segera duduk di sisinya.
Kiara hanya tersenyum menghargai saja, tentu saja apapun yang diucapkan oleh ibu mertuanya dia akan tetap malu.
__ADS_1
Siapa yang tidak malu, dicium tepat di hadapan Ibu mertua, kakak ipar dan wanita manatan tunangan suaminya.
"Ba ... baik Ibu," Kiara tersenyum dan ikut duduk.
Dia sudah melihat banyak sekali makanan di atas meja, hanya melihat makanan itu dia sudah langsung kelaparan.
***
Disaat yang bersamaan, Alexander sudah sampai di ruangan pribadi Ayahnya.
"Tok ... Tok ... Tok!"
Alexander segera mengetuk pintu ruangan itu, lalu ia segera masuk.
Disana, Alex menemukan ayahnya tengah duduk menunggu nya di kursi kebesarannya.
"Hmmm?"
Alexander sangat mengerti sifat ayahnya, mereka memang mirip jika dari segi karakter.
Tetapi karena Alexander sudah bertekad untuk mengalah lebih dulu demi keamanan sang istri, dia menahan dan meredam harga diri dan kemarahan yang ada dalam hatinya.
Demi Istri dan calon bayi yang hendak ia lindungi, akhirnya Alexander mampu meredam keegoisan yang sama besar nya dengan Jhon Grey, ayahnya.
"Ayah ... aku pulang ..."
Alex berbicara dengan pelan terlebih dahulu, dia datang lalu duduk di hadapan ayahnya.
Matanya tetap tajam tetapi tangannya mengepal agar ia tidak marah dan memperkeruh suasana.
"Lalu?"
__ADS_1
Jhon tetap menjunjung harga dirinya yang tinggi itu.
Alex menghela nafasnya dengan dalam, ia tahu ayahnya akan bersikap menyebalkan seperti ini.
"Ayah ... aku pulang, aku meminta maaf karena sudah lama kabur dari rumah, aku membawa istriku, Kiara,"
"Aku melakukan ini demi istriku dan calon anakku, Ayah pasti sudah tahu kan jika istriku sudah hamil muda!"
Alexander mengalihkan pandangannya, dia berbicara cepat sekali dan seperti tengah melakukan rap style di hadapan ayahnya.
Tentu saja, Ayahnya yang juga tahu seberapa besar harga diri putranya yang satu ini langsung berbangga diri, dia tahu hanya untuk mendengarkan kata maaf ini, dia menunggu selama bertahun-tahun.
"Iya, baiklah ... bagus jika kau sudah pulang ..."
"Mengenai istrimu yang kau nikahi secara sembunyi-sembunyi, aku belum menerima nya, dia harus bisa menempatkan dirinya sendiri dalam keluarga ini, tetapi karena dia akan melahirkan cucu pertama ku, maka aku akan memberikan dia kesempatan,"
Jhon menjawab ucapan Alexander, setelah bertahun-tahun lamanya Jhon selalu mengawasi putranya ini, akhirnya ia pulang juga dengan sendirinya.
"Aku yakin istriku bisa menempatkan dirinya dimanapun, termasuk dalam keluarga ini, Ayah tenang saja, sama seperti dia meluluhkan aku, dia juga akan meluluhkan seluruh orang yang ada di rumah ini,"
Alexander yakin sekali dengan ucapannya, dia tahu istrinya pasti bisa mengatasi semua itu.
Jika ingin menjadi istri dari keluarga Grey yang terpandang memang sebenarnya tidak mudah, banyak hal yang harus dipelajari oleh Kiara.
Tetapi, Alex yakin, istrinya pasti akan mampu melakukan nya.
.
.
.
__ADS_1
.