Belenggu Hasrat Sang Mafia

Belenggu Hasrat Sang Mafia
Siput pembangkang.


__ADS_3

Episode 105 : Siput pembangkang.


***


“Umm, ma … maafkan saya Tuan, tapi,” Pak Roy menjadi bingung harus menjawab apa, jika dia tidak mengormat dan menghampiri dia akan kena marah, dan jika sudah dihampiri dan menghormat seperti ini pun tetap kena marah.


Belum sempat pak Roy melanjutkan ucapannya, Alexander langsung bergegas melangkah ke kamar pribadinya.


“Aku sudah bilang mau bertemu siputku, jangan halangi aku!” geram Alexander dengan nada yang semakin meninggi, lalu dengan cepat langkahnya menuju kamar pribadinya.


“Ho ho ho, apakah dia sudah tidur, gadis ku yang lu ….” Belum sempat Alexander menyelesaikan kata-katanya, saat ia membuka kamar tidurnya.


“PAK ROYYYY!” dia berteriak lagi.


“Tuh kan, tadi aku sudah mau menyelesaikan ucapanku, dia yang tidak mau dengar, aku kan mau bilang jika Nona Kiara sedang pergi ke acara keluarganya yang penting, aku lagi yang kena marah, hiks!” gumam pak Roy yang serba salah dan pergi menghadap Tuannya.


“Y … Ya Tuan?” seru Pak Roy langsung menghadap.


“Dimana gadis bodoh itu?” teriak Alexander sedang memeriksa kolong kasur.

__ADS_1


Pak Roy bingung sebentar melihat tingkah tuannya yang bisa-bisanya kepikiran mencari Kiara di kolong, “Memangnya Nona Kiara kucing apa?” ketus pak Roy pelan.


“Kau dengar tidak?!” teriak Alexander lagi sudah berdiri sembari berdecak pinggang.


“Eh, emm, Nona Kiara sedang pergi ke acara keluarganya yang penting tadi sore, katanya dia akan kembali besok pagi Tuan, Nona Kiara bilang dia harus datang kesana karena acara itu untuk menentukan tanggal pernikahan kakak angkatnya,” dengan lugas dan jelas Pak Roy menjelaskan dengan percaya diri.


“APA? dia kesana lagi? bahkan setelah aku larang?!” teriak Alexander seperti ada ledakan api amarah di hatinya.


Dia membayangkan bagaimana sekarang Bian dan Kiara sedang bersitatap seperti tempo lalu, “Arghh, akan ku lenyapkan kau siput pembangkang, lihatlah saat aku menemukanmu berselingkuh, akan ku berikan kau pelajaran!” geram Alexander dengan ledakan api amarah dan mata yang tajam.


Entah mengapa dia sangat tidak suka membayangkan Kiara dengan lelaki lain apalagi lelaki bernama Bian itu.


Seru Alexander lagi sudah melangkah melewati Pak Roy yang terkejut sedari tadi melihat perubahan ekspresi tuannya, benar-benar seperti gunung merapi yang meledak-ledak.


“I … Iya Tuan,”


“Siapkan mobil, kita kesana menjemput siput pembangkang!” geram Alexander dengan langkahnya yang berat dan penuh kegelapan, seolah semua yang ia lewati akan lenyap begitu saja.


“Ba … Baik Tuan,”

__ADS_1


“Gadis kecil tukang selingkuh, siput lambat tukang selingkuh, gadis bodoh tukang selingkuh, aaaaa!” geram Alexander dengan aura yang semakin menekan didalam mobil.


Hatinya dan emosinya seperti sedang meledak, dia sudah memperingati Kiara untuk tidak pergi kemanapun, tetapi Kiara tetap pergi.


“Cih, seharusnya aku mengurung dia saja, memberikan pengawalan berlapis agar dia tidak bisa pergi, pasti dia diancam dan ditindas oleh keluarganya lagi makanya dia pergi kan? awas saja ya jika ada yang menindas gadis bodohku itu, akan kulenyapkan kalian!” Alexander sedari tadi berbicara sendiri.


Dengan nafasnya yang memburu dan sesekali berteriak, membuat Pak Roy selalu terperanjat disetiap teriakan yang terdengar, jantungnya seperti sedang berolahraga jika ada tuannya disekitarnya.


Tetapi Pak Roy sadar jika baru kali ini Alexander bersikap sangat peduli dan khawatir pada seorang gadis.


Pak Roy tersenyum kecil, “Nona Kiara, anda beruntung sekali, seseorang seperti Tuanku tertarik pada anda,” gumam pak Roy tersenyum layaknya seorang ayah yang bangga.


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentarnya ya, hehe, terimakasih


__ADS_2