
Episode 112 : Pernyataan cinta yang menakutkan.
***
Sebuah pemandangan alam yang sangat indah, angin segar dan hijau nya rumput membentang luas di hadapan Kiara.
Ada satu pemandangan yang menarik perhatiannya, hatinya bergemuruh dan sesuatu yang hangat menyelimuti hatinya.
Dia melihat Alexander Grey menundukkan kepalanya, seolah berdoa, wajahnya yang tenang dan ekspresi senyuman lembut yang menggetarkan hati.
Kiara tidak menyangka, dia akan melihat sisi yang lain dari diri Alexander, sisi hangat yang selalu disembunyikan olehnya.
"Jika saja waktu bisa diputar kembali, aku ingin sekali mengatakan pada kakekku jika aku sangat menyayangi nya, aku selalu menentangnya, aku dulu berpikir dia akan selamanya ada di sisiku jadi aku selalu bertengkar dengannya,"
"Sampai saat waktu tidak lagi memberikan aku kesempatan, aku merindukan kakek," Alexander sudah membuka matanya, wajahnya di tengadah kan ke arah langit.
Dia berbicara dengan sangat lembut, sangat lembut sampai Kiara merasa yang ia lihat ini bukanlah Alexander yang suka marah dan arogan itu.
'Astaga! kenapa dia sangat tampan dan semakin tampan? ada apa denganku? apakah aku sudah gila? kenapa jantungku berdebar cepat sekali?' Kiara berdebat dengan dirinya sendiri.
Bagaimana tidak, sedari tadi jantung nya dibuat berdebar semakin cepat oleh Alexander.
Rasanya seperti Alexander memaksa masuk kedalam hati Kiara, hati yang awalnya tidak akan ia berikan kepada siapapun kecuali Bian Agler.
***
Setelah selesai berbicara, Alexander beranjak ke bawah pohon dan duduk bersandar di dahannya.
Dia melihat kearah Kiara yang berdiri dengan wajahnya yang sudah memerah, tangannya di kepal dan ekspresi nya seolah sedang risau entah memikirkan apa.
"Tak ... Tak ... Tak!"
Alexander menepuk kedua pahanya, lalu memanggil Kiara untuk segera datang duduk di pangkuannya.
"Kemari lah, kita harus menikmati liburan mendadak ini,"
"Kenapa aku harus selalu duduk di pangkuan mu, aku duduk di sampingmu saja," Kiara menundukkan kepalanya, dia menyembunyikan wajahnya yang sudah memerah itu.
__ADS_1
"Ck! lakukan lah apa yang aku katakan, hari ini ulangtahun ku, jadi kau harus menuruti ku!" ketus Alexander membuat Kiara yang hendak duduk itu terkejut dan tidak memiliki pilihan lain.
"Umm, ba ... baiklah jika kau memaksa," dengan wajah yang malu malu, Kiara duduk dipangkuan Alexander Grey.
Alexander langsung mengeratkan tangannya di pinggang Kiara, dia memeluk Kiara dan bersandar pada tubuh Kiara.
"Hangat, aku suka," ucap Alexander dengan suara yang pelan.
Benar-benar sangat erat ia memeluk Kiara, entah sejak kapan, tetapi Alexander ketagihan dengan hangat tubuh Kiara, dia akan merasa sangat nyaman dan tenang saat ia memeluk wanita ini.
"Deg ... Deg ... Deg!"
'Kenapa ini? jantungku berdegup semakin cepat, kenapa dia lembut dan hangat sekali hari ini? aku lebih memilih dia marah marah saja, jika begini terus jantungku tidak akan aman, ini sangat buruk untuk hati dan jantung!' benak Kiara dalam hatinya.
Dia harus menahan nafas sejenak, lalu mengatur pernafasan nya agar detak jantung nya bisa kembar normal.
"A ... Alexander, emm, maksudku sayang, kenapa kau mengajak aku kesini? kau bilang hari ini adalah hari ulang tahun mu, juga hari dimana kakek mu meninggal kan mu, jadi ..."
Kiara mencoba bertanya, mencari tahu sebenarnya apa tujuan Alexander mengajaknya kesini di hari penting Alexander Grey.
Mendengar pertanyaan itu, Alexander terdiam sebentar, lalu ia menarik tubuh Kiara, dia menggenggam kedua bahu Kiara dan wajahnya dihadapkan ke wajah Kiara.
Alexander menelan salivanya terlebih dahulu, dia seperti ingin mengatakan sesuatu, terlihat dari Alexander mengatur pernapasan nya.
"Dengar, aku akan mengatakan ini sekali seumur hidup! aku menyadari ini setelah pelarian mu dengan lelaki cecunguk itu! aku sepertinya sudah menyukaimu, aku tidak tahu kapan, tetapi seperti nya saat kau menangis di tempat golf saat lalu,"
Dengan lantang dan tegas Alexander Grey mengungkapkan isi hatinya begitu saja, tanpa rasa malu dan jaim, dia begitu percaya diri menyatakan perasaan nya.
Mendengar hal itu Kiara kebingungan, dia langsung diselimuti ketakutan, mendengar pernyataan cinta dari seseorang seperti Alexander Grey bukannya membuat Kiara senang tetapi membuat nya semakin takut.
Kiara selalu berjuang sendiri, bertahan hidup sendiri dan berusaha melakukan semuanya sendiri, dia tahu setelah pernyataan cinta Alexander Grey, maka kontrak mereka akan dengan mudah di hancurkan oleh Alexander.
Yang artinya Kiara tidak akan bisa lepas dari Alexander Grey lagi.
Dari kehidupan super misterius dan menakutkan Alexander Grey.
'Tidak mungkin, kenapa dia bisa suka padaku? tidak boleh, jika begini kapan aku bisa lepas darinya? belum lagi keluarganya sangat berkuasa, apa yang harus aku lakukan?' gumam Kiara dengan pertanyaan pertanyaan yang memenuhi kepalanya.
__ADS_1
Pernyataan cinta yang menakutkan, sesuatu yang ia takutkan sedari awal akhirnya muncul juga.
Alexander memperhatikan ekspresi wajah Kiara, dia menantikan respon bahagia atau sesuatu yang berlebihan dari Kiara, tetapi rasanya Alexander berharap terlalu banyak.
"Kenapa kau diam! kau dengar kan? aku suka padamu, tidakkah kau harus senang?" ketus Alexander dengan mata nya yang sudah tajam.
"Umm," Kiara memejamkan matanya, tubuhnya bergetar, dia seperti membutuhkan waktu untuk memproses pernyataan Alexander Grey.
"Ja ... jadi bagaimana kontrak kita? hanya tinggal beberapa bulan lagi harusnya aku bisa pergi kan?" Kiara bertanya dengan serius.
Dia tidak ingin selamanya terkurung, entah apa tujuan Alexander kali ini, tetapi Kiara tidak ingin selalu menjadi wanita simpanan.
"Kontrak? tentu saja sudah tidak berlaku, kau sudah menjadi wanitaku sejak aku bilang aku menyukaimu! kenapa kau bertanya seperti itu?"
"Jangan bilang kau tetap ingin pergi dariku? itulah yang ada di kepalamu sekarang?"
Nada suara Alexander mulai memburu dan menekan, cengkeraman tangan di bahu Kiara juga semakin kuat, mata tajamnya seperti menyelidik kedalam diri Kiara.
"Ta ... tapi kau bilang, aku boleh pergi setelah enam bulan, aku tidak mengerti tapi seharusnya tidak begini, aku ..." panik, suara Kiara menjadi panik.
Dia mendorong Alexander agar menjauh, dia tidak ingin terikat dengan siapapun, setelah cintanya dengan Bian gagal, dia sudah tidak ingin terikat dengan siapapun apalagi dengan seseorang yang misterius seperti Alexander Grey.
Akan tetapi ....
Melihat Kiara selalu ingin pergi dan menjauh darinya seolah memantik amarah di diri Alexander Grey.
Alexander menarik kedua bahu Kiara, dia menekan tubuh Kiara lalu dia mendekap nya kuat sekali.
Wajahnya ia benamkan di dada Kiara lalu ia berbicara dengan nada yang datar tetapi menekan.
"Dengar gadis kecil, aku sudah menyukai mu, kau sudah tidak bisa pergi dariku lagi, jangan pernah mengatakan kau ingin pergi, atau sesuatu yang buruk akan terjadi!" bisik Alexander memeluk dengan erat sekali.
Hal itu membuat Kiara takut, mimpi buruknya akhirnya kejadian, dia hanya ingin bebas tetapi seperti nya harapannya akan sirna.
.
.
__ADS_1
.
.