
Episode 172 : Menikah secara hukum.
***
Keesokan harinya,
Kiara sudah bisa kembali pulang, kondisinya sudah baik-baik saja, akan tetapi dia buruh perhatian lebih dan harus selalu diawasi karena kehamilan mudanya.
"Sayang ... apakah kau yakin sudah baik-baik saja?" Alex mengecup dahi kekasihnya, dia semalaman menginap bersama kekasihnya di rumah sakit.
Memeluknya semalaman dan memberikan Kiara ketenangan.
Kiara menganggukkan kepalanya, sebenarnya tubuhnya sudah baik-baik saja akan tetapi hati dan pikirannya yang tidak baik-baik saja karena belum siap mental tiba-tiba saja hamil.
"Iya ... aku baik-baik saja, kita pulang saja," balas Kiara yang sedang di lepas suntuk infus dari nadinya.
Ya, saat Alex menempel secara terus menerus di sisi kekasihnya, sebenarnya ada perawat yang sedang bertugas melepaskan suntik infus diantara mereka.
Kiara sebenarnya sangat malu dalam situasi ini, akan tetapi entah kenapa dia senang saat berada di dekat Alex, dia malah ingin selalu dekat dan merasa tidak risih seperti sebelumnya.
"Tuan ...."
Pak Roy yang secara langsung datang ke rumah sakit datang kehadapan Tuannya.
"Oh, kau sudah sampai ...." seru Alex yang memang sengaja menghubungi Pak Roy saat lalu untuk segera datang dan mempersiapkan beberapa berkas.
"Segalanya sudah dipersiapkan Tuan ...." balas Pak Roy lagi membuat Kiara bingung, apa yang sebenarnya dipersiapkan oleh Alexander.
"Baiklah ... persiapkan mobil, aku akan kesana segera bersama calon istriku ...." balas Alex menyeringai nakal dan melihat tajam kearah Kiara yang kelihatan bingung dengan keadaan ini.
*Blush*
Pipi Kiara langsung memerah dan jantungnya berdegup kencang sekali saat Alex mengatakan jika dia adalah calon istrinya.
"Ca ... calon istri?" Kiara memperjelas ucapan Alex dan saat itu Alex hanga menyeringai nakal.
"Su ... sudah saya lepas dengan sangat hati-hati Tuan," Perawat yang sudah melepaskan suntik infus memberikan laporan kepada Alex yang ada di sisi Kiara.
Artinya Alex dan Kiara sudah bisa kembali pulang, sebab seluruh masalah pembayaran dan administrasi sudah diurus oleh Pak Roy.
Setelah mendengar itu, Kiara segera bangkit berdiri, dia ingin cepat kembali, rasanya dia tidak cocok tinggal di suasana rumah sakit seperti ini.
__ADS_1
Tetapi Alexander yang ada di sisinya, terlalu khawatir pada Kiara, sisi posesif yang berada di level berbeda baru saja akan dirasakan oleh Kiara.
Bagaimana tidak, baru saja Alex langsung menggendong Kiara di hadapan petugas medis dan dengan percaya dirinya melangkah dengan tegas.
"Apa yang kau lakukan? aku bisa berjalan sendiri ...." Kiara langsung menutupi wajahnya dan menyembunyikan wajahnya dalam dada bidang Alexander.
Melihat itu Alex hanga tersenyum puas, dia suka saat melihat Kiara malu, menurut Alex itu sangat menggemaskan.
"Diam saja, kau sedang hamil anakku, aku harus menjagamu, kau tidak boleh terlalu lelah!" seru Alex dengan sangat percaya diri.
***
Kiara yang tahu dia tidak bisa mengentikan Alex hanga pasrah saja, dia menyembunyikan wajahnya dalam dada bidang Alex dan mencoba tidak mendengar seruan orang-orang yang melihat mereka.
Akhirnya mereka sampai di mobil, Kiara bisa tenang dan menghela nafas lega.
"Jangan tiba-tiba menggendong aku di tempat umum begitu, aku malu ...." Kiara memperingati Alex, dengan caranya yang menggemaskan.
Dia memalingkan wajahnya dan melipat tangannya.
"Aku tidak mau, kau wanita ku, aku ingin melakukan hal yang membuat seluruh gadis iri kepadamu!" ketus Alex menarik tubuh Kiara agar nyaman ia peluk sembari duduk.
***
Setelah beberapa saat dalam perjalanan ....
"Loh, kita tidak kembali pulang? kenapa kita kesini?" Kiara kebingungan saat mereka sampai di sebuah kantor yang kelihatan merupakan tempat untuk mendaftarkan pernikahan.
"Sayang ... kita akan mendaftarkan pernikahan hari ini, aku memang belum melamar mu dengan baik akan tetapi kau sudah mengandung anakku, jadi kita harus mendaftarkan pernikahan segera,"
"Dan karena urusanku yang berbahaya belum usai, jadi acara pernikahan mungkin akan dilakukan nanti,"
"Aku sudah memikirkan ini, aku tidak ingin kau dan calon anakku tidak memiliki ikatan yang jelas, jadi aku putuskan kita langsung menikah saja secara hukum sekarang!"
Alexander menjelaskan tujuannya dengan sangat mudah namun rinci.
Dia tidak tahu jika Kiara yang masih muda akan syok mendengar nya.
Pertama dia mendengar dia hamil, lalu mendengar dia akan langsung menikah beberapa menit kedepan, rasanya rollercoaster dalam hidupnya belum juga berakhir.
Namun karena ucapan Alex adalah benar, mengenai calon baby mereka, tidak mungkin saat Kiara melahirkan, dia tidak memiliki ikatan dengan Alex..
__ADS_1
Walau Kiara syok, akan tetapi sekarang dia harus mulai belajar mementingkan kepentingan anaknya juga, bukan hanya dirinya sendiri.
Karena mau tidak mau, dia akan menjadi calon ibu, yang dimana itu adalah pekerjaan yang sangat sulit.
Setelah beberapa saat ....
Waktu berlalu begitu cepat, Pak Roy sepertinya sudah mengurus segalanya, dan hanya membutuhkan tanda tangan antara dirinya dan Alex mereka sungguh akan sah menjadi sepasang suami istri.
"Deg ... Deg ... Deg!"
Jantung Kiara berdegup kencang sekali, dia tidak tahu jika menikah bisa semudah ini, dan secepat ini.
Kiara melirik ke sisinya, dia melihat kearah Alex yang dimana pipi Alex merah sekali dan kelihatan sedang gugup.
Bagaimana tidak, Alex yang awalnya tidak mempercayai pernikahan dan hubungan terikat akhirnya menetapkan pilihannya kepada gadis pilihan hatinya.
Bagi Alex ini semua juga mengejutkan akan tetapi dia bahagia selama wanita itu adalah Kiara.
Setelah selesai menandatangani dokumen, mereka akhirnya sah menjadi sepasang suami istri di mata hukum.
"Deg ... Deg ... Deg!"
Jantung Alex juga berdegup kencang sekali, mereka sudah berada di dalam mobil.
Dan sekarang Pak Roy sedang menyetir.
"Sayang ... aku tidak percaya ini nyata, kau ... kau benar-benar sudah menjadi istriku ...." Alex berbicara sembari berdebar-debar.
Entah mengapa dia bersemangat sekali, jika dia tahu rasanya memiliki ikatan dengan Kiara begitu menyenangkan, maka mungkin sudah ia lakukan sejak awal.
*Blush*
Pipi Kiara semakin memerah dia tidak mampu menjawab pertanyaan Alexander karena dia juga gugup sekali sebab sudah menjadi istri sekaligus calon ibu.
Pak Roy yang melihat betapa menggemaskan pasangan antara Alex dan Kiara hanya bisa tersenyum hangat.
"Menjadi muda memang menyenangkan ...."
Benaknya melanjutkan menyetir menuju kediaman Alexander Grey.
***
__ADS_1