Belenggu Hasrat Sang Mafia

Belenggu Hasrat Sang Mafia
S2. Episode 177 : Layla dan rasa kesepiannya.


__ADS_3

S2. Episode 177 : Layla dan rasa kesepiannya.


***


Seperti ucapan dari Alex, dia benar-benar menahan gairahnya untuk tidak melakukan hal itu.


Walau dia terus saja menggoda istrinya, sesungguhnya dia hanya merasa gemas dan suka melihat wajah malu sang istri.


Alexander juga memerhatikan kesehatan calon baby mereka.


Sudah larut, dan Kiara telah terlelap dalam dekapannya, Kiara terlalap dengan begitu damai, nafasnya yang hangat dan ekspresi nya yang damai terlelap itu membuat Alex semakin ingin melindungi momen ini.


Dia tidak akan mau lagi kehilangan apapun dalam hidupnya.


Setelah Kiara terlelap, seperti biasa Alexander akan menatap istrinya lekat sebentar, mengusap rambutnya lalu mengecup keningnya.


Lalu ia akan secara perlahan turun dari ranjang dan menerima seluruh laporan penting dari para anggotanya.


Sin dan Fin tidak akan bisa dihubungi dalam waktu dekat, jadi yang memberikan laporan adalah Yuza yang mendapatkan informasi dari alat komunikasi yang memang khusu ia ciptakan agar tidak terdeteksi oleh siapapun.


***


Layla yang tiba-tiba saja mendapatkan pernyataan cinta dari Arka merasa dilema.


Di satu sisi dia merasa bersalah kepada Arka karena mau bagaimana pun, Layla tidak menyukainya.


Selama ini yang ia sukai hanyalah Alexander, akan tetapi Alexander malah menyukai gadis lain.

__ADS_1


"Haaahhh!"


Layla menghembuskan nafasnya dalam-dalam.


"Kenapa kisah cinta bisa sangat rumit sih? membuat kepala pusing saja!"


Layla menggerutu sampai saat ponselnya berdering.


"Tring ... Tring ... Tring!"


Mata Layla langsung melebar dan dia tak bisa membendung kepercayaan diri tingkat tinggi sekarang.


"Ah, Kak Arka, apakah tidak bisa memberikan aku waktu untuk berpikir? kenapa langsung menghubungi aku secepat ini ..."


Mungkin karena Arka baru saja menyatakan cintanya, membuat Layla merasa yang menghubungi dirinya adalah Arka.


"Ha ... halo Ayah?"


Ayahnya yang selama ini berada di luar negeri mengurus perusahaan menghubungi Layla untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan terakhir.


Mungkin Ayahnya juga tidak tahu jika saat lalu Layla baru saja sembuh dari penyakitnya, sungguh Layla tidak diperhatikan sama sekali oleh ayah dan Ibunya.


Jika ayahnya sibuk menjalankan bisnis maka Ibunya sibuk menjadi wanita sosialita, memiliki kesibukan tersendiri di luaran sana.


"Layla ... Minggu depan Ayah akan kesana, juga ada hal penting yang ingin Ayah bicarakan bersama Jhon Grey, mengenai pernikahan mu dengan Alexander, sepertinya sudah saatnya dilaksanakan ...."


(Jhon Grey, nama Ayah Alexander Grey)

__ADS_1


Jason Heiz, Ayah Layla yang super sibuk hanya mengatakan jika dia akan datang untuk membicarakan mengenai pernikahan antara Layla dan Alexander, Jason bahkan tidak menanyakan kabar Layla sedikitpun.


Jason berbicara singkat dan akan memutuskan panggilan nya.


Air mata Layla menetes di pipi saat menyadari tak ada pertanyaan menanyakan kabar untuknya.


"Ada apa Layla? apakah ada yang ingin kau sampaikan? Ayah sedang sibuk dan sebentar lagi harus melakukan meeting penting, jadi jika ada yang ingin kau sampaikan, katakan dengan cepat."


Jason sudah terdengar sibuk mengurus berkas, dia seperti sangat terburu-buru hendak memutuskan panggilan antara dirinya dan putrinya ini.


Layla yang berada di ruangan pribadinya, bisa melihat pantulan dirinya yang sungguh haus akan kasih sayang itu.


Matanya yang berkaca-kaca membuat nya terlihat semakin menyedihkan.


Kemudian Layla tersenyum, seperti apa yang diajarkan kepadanya selama ini, bagaimana dia dibesarkan agar tidak membantah dan menjadi wanita anggun yang tidak boleh meminta hak yang lebih.


"Tidak ada Ayah, semoga hari mu menyenangkan!"


Layla langsung mematikan panggilan nya dan melempar dirinya ke ranjang.


"Bahkan Ayahku atau Ibuku tidak menyayangi, Alexander sudah menemukan wanita yang ia cintai, sedangkan aku disini, selalu saja merasa kesepian! seumur hidup, setiap hari, aku sangat kesepian! menyedihkan!"


Layla memejamkan matanya merentangkan tangannya dan terlelap dalam kesedihan dan kesepian dalam dirinya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2