Belenggu Hasrat Sang Mafia

Belenggu Hasrat Sang Mafia
S2. Episode 182 : Alex yang menemukan sandaran hati.


__ADS_3

S2. Episode 182 : Alex yang menemukan sandaran hati.


***


Di kediaman Alexander,


"Ibu pulang dulu ya, jaga menantuku baik-baik, dan secepatnya pulang ke rumah." Dahlia sudah berada di dalam mobil.


Dimana Kiara dan suaminya sedang mengantarkan Dahlia sampai ke depan mansion.


"Baik Ibu ... hati-hati di jalan ..." seru Alex tersenyum dan merangkul istrinya.


Alex sedang bersorak gembira dalam hatinya karena dia akan berkencan dengan sang istri, apalagi tempat itu adalah tempat yang khusus dipilih oleh istrinya.


Kiara masih tersenyum hangat, dia melambaikan tangan selebar mungkin, hari ini mungkin merupakan salah satu hari terbaik bagi Kiara.


Dia memanggil seseorang Ibu dan hatinya senang.


Alex yang melihat istrinya masih bersemangat memeluknya dari arah belakang, Alex bersandar di pundak istrinya.


"Sayang ... kau senang? apakah Ibuku membuat mu senang?"


Alex bertanya dengan nada yang lembut, melihat istrinya senang memang merupakan salah satu kebahagiaan bagi Alex, akan tetapi dia haruslah tetap menjadi orang yang paling penting bagi Kiara.


Kiara menganggukkan kepalanya bersemangat sekali.


"Umm ... aku senang sekali, Ibu mertua baik dan menerima aku, dia juga tidak menilai ku dengan buruk, dan aku akhirnya bisa memanggil seseorang dengan sebutan Ibu dan itu sangat melegakan ..."


Jawaban Kiara jujur sekali, hal itu membuat Alex semakin mengeratkan pelukannya.

__ADS_1


"Ibuku memang sangat baik, dia adalah Ibu terbaik di dunia, karena itulah aku tidak bisa melihat nya di lukai, dan kabur dari rumah ..."


Nada bicara Alex tiba-tiba saja berubah, bisa dirasakan oleh Kiara kesedihan hati suaminya ini sekarang.


Walau tidak melihat wajah dan ekspresi Alex, Kiara bisa merasakan dari cara Alex mendekap nya semakin erat.


Banyak hal yang masih disembunyikan oleh Alexander dari Kiara, banyak hal yang belum diceritakan oleh Alexander.


Akan tetapi Kiara akan menunggu, sampai Alex menceritakan segala kegundahan dan risau hati Alex yang selalu ditutupi oleh Alex dengan amarah dan arogansi.


...


"Ngomong-ngomong, kemana kita kencan hari ini? kau bilang ingin mengajakku ke suatu tempat!"


Alex langsung mengalihkan pembicaraan, dia meraih tangan istrinya dan menghadap tubuh Kiara ke hadapannya agar ia bisa melihat wajah cantik Kiara.


Kiara tersenyum, dia menatap suaminya dengan penuh harap.


Agar Alex tidak membatalkan rencana mereka karena tempat yang dikatakannya oleh Kiara adalah panti asuhan.


Mata Alex menjadi tajam, lalu mengusap pipi istrinya.


Setiap kali Kiara berbicara tentang dirinya sendiri, Alex sadar betapa Kiara memang memiliki hidup yang sangat malang sejak ia kecil.


Alex tersenyum, "Kalau begitu kita kesana sekarang? aku akan menyetir sendiri, hari ini kita akan kencan seharian ... kita bisa membawa bekal masakan Ibu yang ada di kulkas ..."


Alex kemudian menggenggam tangan istrinya erat, tersenyum hangat dan memberikannya perlindungan seperti yang ia berikan selama ini.


Genggaman tangannya seolah mengatakan, jika dia tidak akan pernah melepaskan Kiara seperti orang lain melepaskannya.

__ADS_1


Kiara tidak akan pernah kesepian lagi semenjak Kiara sudah menjadi istri sahnya.


"Hmmm ... aku suka masakan Ibu mertua, enak sekali ... ayo kita bawa banyak ..."


Mereka berbincang sembari melangkah kedalam kediaman untuk mempersiapkan diri mereka untuk kencan hari ini.


"Masakan mu lebih enak, lebih sesuai dengan seleraku ..." Alex berbicara sangat jujur.


Bahkan baginya masakan istri lebih sesuai dengan seleranya ketimbang masakan ibunya.


Pak Roy yang melihat wajah tenang dan senyuman cerah Alexander entah mengapa menitikkan air mata.


Dia terharu sekali, lelaki yang selalu merasa kesepian dan marah dalam hidupnya itu sepertinya telah menemukan sandaran hari dan hidupnya.


Mulai hari ini Pak Roy tidak akan lagi khawatir kepada Alex saat Alex merasa kesepian.


Disaat yang bersamaan Arka yang tidak sadar berkendara sampai ke kediaman Layla terkejut dengan dirinya sendiri.


Tetapi dia juga ingin bertemu Layla hari ini, jadi sekalian saja dia mampir.


Dia ingin mendengar jawaban dari Layla mengenai ungkapan perasaannya kemarin.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2