
Episode 39 : Malaikat pelindung?
***
Melihat ada yang menghubungi dirinya lagi membuat Kiara semakin kesal, “Kenapa hari ini banyak sekali yang menghubungi aku, kali ini siapa lagi ini ahh!” ketus Kiara mengangkat panggilan itu, siapa tahu penting.
“HALO!” ketus Kiara terlihat kesal.
“Ho? Begitukah kau menjawab panggilan dari malaikat pelindung mu, ah tidak ... tidak, aku Tuanmu bukan malaikat pelindungmu!” Alexander yang sedikit bosan di dalam mobil memutuskan untuk menelepon mainan barunya yang selalu membuatnya terhibur.
Mengetahui jika yang menghubungi dirinya adalah Alexander Grey membuat Kiara secara refleks langsung duduk sopan dan tegap seperti seorang komandan memanggilnya prajuritnya.
“Tu ... Tuan, maafkan aku, aku tidak tahu jika yang menghubungi aku adalah Tuan,” jawab Kiara sopan dan sedikit gugup.
“Ho? Jadi kau tidak menyimpan nomorku! Beraninya kau, aku akan memberikan hukuman padamu saat aku sudah pulang!” tegas Alexander berpura-pura marah, padahal dia hanya sedang bosan dan mengerjai Kiara saja.
__ADS_1
“Hu ... hukuman? maksudnya Tuan? hukuman seperti apa?” tanya Kiara memperjelas detailnya.
Kiara benar-benar polos dan menanggapi serius ucapan Alexander, dia sudah takut dan membayangkan jika dia akan diikat dan dicambuk sebagai hukuman.
Ya, seperti hukuman untuk budak dari tuannya yang kejam.
“Menurutmu hukuman apa yang cocok untuk bawahan pembangkang seperti kamu? Coba tebak?” sekarang nadanya sudah sedikit nakal membuat Kiara sedikit merinding mendengarnya.
“Aku tidak tahan di pukul lebih dari lima kali, jadi jika mau memukul aku, pukul satu atau dua kali saja, tidak apa Tuan,” dengan serius dan hampir menangis Kiara menjawab apa yang ada di kepalanya.
“Ha? memukul? aku tidak pernah berencana dan tidak akan pernah memukul seorang wanita! Kenapa dia berpikir aku akan memukulnya? Apakah ada seseorang yang pernah memukul wanita ini karena terlalu bodoh?”
“SIAPA YANG PERNAH MEMUKULMU! KENAPA KAU LANGSUNG BERPIKIR AKU AKAN MEMUKULMU SEBAGAI HUKUMAN?!”
Suaranya terdengar lantang dan bergema, membuat anggotanya yang sedang menyupirinya terkejut setengah mati.
__ADS_1
Begitu pula dengan sang target kemarahan, yaitu Kiara.
“Kenapa dia marah? Apakah jawabanku salah? Dia mau menghukum aku kan? Ya pasti dipukul lah,” ketus Kiara dalam hatinya.
“Cepat jawab! Atau aku akan pulang dan memaksamu untuk menjawab!” teriak Alexander lagi, entah kenapa ada kemarahan yang besar di dadanya membayangkan jika ada seseorang menindas apalagi memukul Kiara.
Seperti sekarang, kesabarannya seperti diuji, dia bahkan akan benar-benar pulang jika Kiara tidak segera memberikan jawaban.
Kiara yang langsung sadar jika posisinya sudah dalam bahaya tingkat atas langsung menjawab dengan jujur.
“Tu ... tunggu Tuan, itu terjadi saat aku masih kecil, jika aku melakukan kesalahan maka ibu atau ayahku akan menghukum aku dengan cara memukul, te ... tetapi itu dulu!"
"Sekarang sudah tidak lagi, jadi Tuan tidak perlu repot-repot mencari tahunya,” dengan jantung berdegup kencan dan jari yang gemetaran, Kiara takut jika jawabannya salah dan malah membuat Alexander semakin murka dan benar-benar akan kembali pulang.
Jadi, Kiara memutuskan menjawab dengan jawaban yang jujur saja, daripada menimbulkan masalah yang mengancam nyawanya nantinya.
__ADS_1
***
Jika ada kesalahan ketik dan nama mohon langsung dikomentari saja ya, akan langsung author perbaiki, maaf ya jika penulisan kurang rapih. :(