
Episode 86 : Apakah ini cemburu?
***
Di kafe X,
Terkadang cinta datang disaat seseorang tidak menginginkannya, tidak pandang bulu dan membuat seseorang yang sedang jatuh cinta menjadi bingung dan terkadang menepis perasaan yang tumbuh semakin kuat di hatinya.
Bukan seperti jalan cerita cinta yang biasa, seorang pemeran utama wanita dan pemeran utama pria biasanya akan bersatu dan hidup bahagia, bagaimanapun jalannya mereka pasti bersatu.
Tetapi dalam kasus ini, seorang pemeran pendukung yang tiba-tiba datang, dari hancurnya hatinya dan keinginannya untuk melarikan diri dari perasaannya, siapa yang bisa menduga dia akan menjadi orang ketiga diantara pemeran utama wanita dan pemeran utama pria.
Tetapi apapun ceritanya, tanpa ia duga dan tanpa ia inginkan, perasaannya telah tumbuh walau dia belum menyadarinya.
Baginya seseorang seperti dirinya tidaklah pantas mencintai dan mengganggu kisah cinta orang lain.
'Bodoh, kenapa hatiku kacau dan tubuhku bergetar, tidak tahu malu! Seorang mainan seperti aku memang tidak akan pernah bisa menyentuh level wanita cantik seperti Nona Layla!'
Kiara menyadarkan dirinya, dia mengalihkan pandangannya dari tatapan Alexander.
Dia tidak ingin ada seorangpun yang tahu hubungannya dengan Alexander, jika ada orang yang tahu dan media meliput, maka hancurlah hidupnya dan tidak akan bisa kuliah dan hidup seperti biasa lagi.
Berkas-berkas yang sudah berserakan kemudian ia pungut satu persatu, 'Iya, begini lebih baik, siapa aku memangnya? Aku tidak punya hak sama sekali untuk marah dan melarangnya bersama wanita yang lain, cepat sadarkan dirimu dan terimalah kenyataan, gadis bodoh!' ketus Kiara pada dirinya sendiri sembari memunguti berkas-berkas itu.
Pandangan mata semua orang yang tadi melihat kearahnya lambat laun kembali melakukan aktifitas mereka sendiri.
Disaat Kiara memunguti berkas-berkas yang berserakan, Alexander bisa melihat tangan Kiara yang bergetar menggenggam berkas yang ada ditangannya.
Alexander melihat dengan lekat, dia merasa kebingungan, hatinya bergemuruh dan rasa tidak nyaman menyerangnya.
Entah kenapa, ada rasa ingin menjelaskan hal ini pada Kiara, menjelaskan jika semuanya hanya salah paham, tetapi hubungan mereka tidaklah sedekat itu sampai harus menjelaskan semuanya.
Dan lagian Kiara hanyalah tempat pemberhentian sementara sebelum ia bosan, untuk apa menjelaskan sesuatu yang akan membuatnya repot.
__ADS_1
Semua perasaan campur aduk itu berkecamuk dihatinya, harga dirinya yang tinggi mengatakan jika Kiara tidak berhak mencampuri urusannya, walau itu dia bermain dengan wanita manapun.
Tetapi ada sesuatu yang lain dalam dirinya yang mengatakan bahwa sepertinya dia harus meluruskan kesalahpahaman, agar Kiara tidak salah paham.
“Hah! Apakah aku sudah gila? Siapa yang peduli dia salah paham atau tidak? Dia sama dengan wanita lain di mataku, tapi kenapa wajahnya yang bodoh itu terlihat seperti mau menangis! Membuat aku tidak enak hati!” geram Alexander mengepal tangannya.
Baru kali ini, hatinya berkecamuk hanya karena satu orang gadis bodoh seperti Kiara, gadis yang selalu membuat masalah dan hanya ingin pergi darinya.
Hanya melihat wajah lemahnya saja sudah membuat Alexander ingin menarik tangannya dan membawanya pulang.
Hanya Kiara orang pertama yang ingin ia lindungi dan jauhkan dari orang-orang jahat, rasanya seperti Alexander tidak ingin Kiara tercemar dan tersakiti oleh orang-orang jahat dan kotor itu.
“Hei, apakah kau baik-baik saja? Wajahmu terlihat pucat,” Alan yang sedari tadi memperhatikan Kiara datang membantu Kiara memunguti berkas-berkas itu.
“Em, aku ... aku baik-baik saja, tidak apa, biar aku saja,” dengan sedikit terburu-buru Kiara menarik berkas yang sudah ada di tangan Alan dan dengan cepat memunguti semua yang masih tersisa.
Dia kemudian berdiri dan matanya sudah tidak berani melihat kearah Alexander yang sepertinya masih melihat kearahnya.
Alan kemudian bangkit dan dia melihat dengan tajam kearah Kiara, “Aku jadi penasaran, apakah kau berpura-pura? Apakah aku tidak menarik di matamu? Sampai kau harus menjauh dengan cepat seperti itu dariku? Oh, atau kau takut terjerat oleh pesonaku?!” Alan dengan percaya dirinya berbicara dengan lantang dan kuat.
Dia berjalan mendekat kearah Kiara, dia tersenyum dan menunjukkan ketampanannya, dia yakin tidak seorangpun yang bisa menolak pesonanya.
“Hah? Ma ... maksudnya? Kenapa kau menjadi aneh?” seru Kiara berjalan mundur hendak menjauh dari Alan.
Kiara yang masih memikirkan tentang kejadian yang baru terjadi antara Alexander dan Layla tentu saja kebingungan, mengalami lelaki ini tiba-tiba terlihat kesal dan mengatakan hal aneh seperti itu.
Semua orang yang ada di kafe itu mendengar ucapan Alan, dan mereka menyoraki Alan dan Kiara seperti sedang menyoraki pasangan muda yang hendak jadian.
“Hei, hentikan, kau menarik perhatian banyak orang, kita kesini kan mau diskusi tentang kelompok kita,” tegas Kiara menahan Alan dengan tangannya, dia berdiri tegap dan menahan langkah kaki Alan yang terus saja berjalan kearahnya.
“Menjadi anak muda memang menyenangkan,”
“Kalian terlihat cocok satu sama lain, apakah kalian sepasang kekasih?”
__ADS_1
“Wooo, aku iri, cepatlah jadian jika kalian masih belum pacaran!”
Orang-orang yang menyoraki itu membuat Kiara semakin gugup, orang-orang itu tidak tahu karena sorakan mereka, hidup Kiara sedang terancam, karena ada mata elang yang sedang menatapnya begitu tajam sekarang.
'Habislah sudah, apakah dia akan marah? Tapi kan dia juga bersama wanita lain disini!'
'Eh kau Kiara, masih merasa dirimu dalam derajat yang sama dengannya! Dia itu adalah Tuan dan kau hanya mainan, tentu saja kau harus sadar diri! Tidak boleh begini terus, demi bertahan hidup aku harus melakukan sesuatu!' geram Kiara dalam hatinya, dia sedang berada dalam situasi genting sekarang.
“Eh ada cicak!” seru Kiara mengalihkan perhatian Alan, saat pandangan mata Alan sudah teralihkan, Kiara segera berlari kearah kedua teman kelompoknya yang sudah duduk.
***
“Tring!”
Belum sempat Kiara duduk dengan tenang, dia segera mendapatkan pesan, dan tentu saja pesan itu dari Alexander Grey yang sedang melihatnya seperti hendak memakannya hidup-hidup.
“Keluar dan temui aku dibelakang!”
Itulah pesan yang diberikan oleh Alexander pada Kiara.
Kiara bisa melihat jika Alexander sudah beranjak dengan aura yang menyeramkan kearah belakang kafe, dimana mobilnya berada.
'Hiks, mampus lah, apa yang mau dia lakukan? Apakah dia tidak akan mengampuni aku lagi kali ini? Ini semua karena lelaki sok keren ini! Kenapa aku yang selalu kena getahnya! Huhu!' Kiara berteriak dalam hatinya, dia sudah ketakutan bagaimana kali ini Alexander akan menghukumnya.
.
.
.
.
Kira-kira apa ya hukuman yang diberikan Alexander? Hehe.
__ADS_1