
Episode 122 : Bukankah tujuan kita berbeda?
***
Kiara yang merasakan hal itu membuat dirinya dia membeku.
'Apa yang baru saja terjadi? apakah dia melakukan hal itu pada dadaku? dia pikir itu milik nya apa? Oh tidak, aku tidak bisa bergerak tidak bisa bernafas jika begini aku bisa pingsan!'
Kiara menahan nafasnya dan matanya melebar karena begitu syok dan tegang saat Alexander melakukan hal itu pada tubuhnya yang tidak mengenakan apapun.
'Astaga, siapapun tolong aku! bagaimana ini, aku terlalu malu bahkan hanya untuk membuka mulut sekarang?' teriak Kiara dalam hatinya.
Dia ingin keajaiban terjadi pagi ini, dia ingin ada seseorang tiba-tiba mengetuk pintu dan memisahkan dirinya dari dekapan Alexander Grey.
Nafasnya terasa panas berhembus di sana, membuat Kiara semakin tegang dan merinding, dia ingin mendorong tetapi dia takut akan membuat Alexander Grey malah tersinggung dan akan marah padanya.
Setelah beberapa saat akhirnya Alexander Grey membuka matanya, dia tersenyum melihat pemandangan di depan matanya.
"Kau tahu sayang? kau terlihat sangat menggoda seperti ini, apakah kau sengaja menggodaku? dengan tidak memakai pakaian dan membuat aku memelukmu? hmm?"
"Kalau benar maka kau telah berhasil sayang, aku terpancing dan ingin kamu lagi,"
Ucapan nakal yang membuat Kiara tidak bisa menahan emosinya lagi, entah bagaimana jalan pikiran Alexander Grey, kenapa selalu dia yang salah dan yang menggoda.
Padahal jelas-jelas Alexander Grey lah yang memaksa mendekap dirinya dan tidak membiarkan dia pergi.
"Aku tidak mencoba menggoda mu, kau lah yang memeluk aku dan tidak membiarkan aku pergi, aku ingin segera beranjak dan mandi,"
Kiara mendorong Alexander Grey dan mencoba melepaskan dirinya tetapi percuma, Alexander yang buas itu sudah terlebih dahulu menahan Kiara agar tidak bisa melarikan diri dari dekapannya.
"Aku suka ukuran mereka berdua, sangat pas di tangan, aku suka memeluk mereka,"
Ucapan nakal yang membuat Kiara menutup wajah dan ingin menangis saja.
"Kenapa kau berbicara nakal sekali, aku tidak suka, aku bukan wanita yang bisa kau perlakuan seperti itu!" Kiara menutup wajahnya dia sudah tidak mampu melihat dunia dalam kenyataan lagi.
__ADS_1
Rasa malu nya sudah diatas ubun-ubun, dia heran mengapa Alexander Grey bisa terlihat biasa saja.
"Kenapa kau menangis? aku mengatakan hal itu karena aku sangat menyukaimu, aku tidak pernah mengatakan itu pada gadis yang lain, kau tahu, hanya kau yang bisa membuat aku lupa diri seperti ini,"
Lagi-lagi Alexander Grey bingung, mengapa Kiara bisa menangis, padahal dia tidak mengatakan sesuatu yang salah, memang kenyataan jika dia menyukai ukuran dada kekasihnya ini.
"Itu yang jadi masalah, kau menyamakan aku dengan wanita wanita mu, kau pikir aku wanita murahan? kau bilang tidak akan menikah tetapi tetap memperlakukan aku seperti ini, apakah kau tahu? sebenarnya melakukan hal seperti ini hanya boleh saat sudah menikah?"
"Kau bilang kau menyukai aku, tapi kau tidak pernah memikirkan harga diriku, kau sama sekali tidak menyukai aku!"
Tangis Kiara pecah, Lagi-lagi dia membahas tentang pernikahan yang sangat di tentang oleh Alexander Grey.
"Sayang, lihat aku,"
Alexander membuka tangan Kiara, mencoba melihat wajahnya yang sedang menangis tersedu-sedu.
Bagaimana pun, Kiara memang tidak nyaman jika melakukan hal ini terus, bukan dia ingin menikah muda tetapi dia ingin cepat pergi, dia ingin Alexander mengerti betapa penting status pernikahan itu bagi wanita biasa seperti dirinya.
Kiara yang tidak lebih kuat dari Alexander mau tidak mau membuka tangannya dan memperlihatkan wajahnya yang merah dan penuh air mata.
Dia tidak suka pernikahan dari kedua orangtuanya dia tidak suka kedua orang yang saling memanfaatkan atas nama pernikahan.
"Alexander, aku sudah mengatakan ini berkali-kali, aku bukan gadis istimewa, aku gadis biasa, aku ingin menikah suatu saat nanti, dan menjadi seorang Ibu, kau bilang tidak akan menikah jadi bukankah tujuan kita berbeda?"
"Aku tidak menginginkan harta, berlian, baju bagus, atau hal materi lain nya, aku hanya ingin bebas dan lepas, aku ingin hidup sesuai dengan caraku, aku ingin suatu hari nanti bertemu seseorang yang biasa saja, menikah dan memiliki anak, se sederhana itu,"
"Aku tidak cocok menjadi bagian dari kehidupan mu yang besar ini,"
"Jadi aku rasa ... kau sebenarnya tidaklah menyukai aku, kau hanya penasaran, jadi tolong dengar aku baik-baik, lepaskan aku saja ya, kita hidup di jalan masing-masing,"
"Aku tidak ingin menjadi salah satu wanita mu yang bisa dengan mudah kau tiduri,"
Kiara mencurahkan semua isi hatinya, entah mengapa dia merasa harus mengatakan hal itu.
Dia harus membuat Alexander mengerti jika mereka tidak akan pernah mungkin bersama.
__ADS_1
Alexander dengan segala kekuasaannya dan kekayaan pasti mendapatkan perhatian yang sangat besar tidak cocok dengan dirinya yang hanya gadis biasa, tidak punya orang tua dan memiliki banyak masalah.
Apalagi Alexander Grey bukanlah seseorang yang ingin menikah, Kiara tidak ingin menghabiskan waktu dalam waktu yang lama dengan seseorang seperti itu.
Hanya mendengar ucapan Kiara, entah mengapa darah Alexander Grey seolah mendidih.
Alexander Grey sangat tidak suka dengan ucapan Kiara yang mengatakan akan pergi dan hidup tanpa dirinya, juga akan bertemu seseorang, menikah dan memiliki anak dengan nya.
"Menikah dengan orang lain? memiliki anak dengan orang lain? heh! jangan pernah bermimpi, kau hanya milikku, sejak awal aku sudah peringati jika ucapan mu bisa membawamu kedalam masalah sayang,"
"Bukankah aku sudah pernah mengatakan jika kau tidak boleh mengucapkan kata berpisah? kenapa kau selalu menentang aku? apakah kau suka melihat kemarahan ku? apakah kau suka diperlakukan dengan kasar?"
Bisikan menekan itu membuat Kiara ketakutan, dia tidak akan pernah terbiasa dengan sisi menyeramkan dari Alexander Grey.
Alexander Grey mencengkeram lengan Kiara, menarik semua selimut agar tidak menghalangi pandangannya lagi.
"Kau bilang mau memperlihatkan tubuh mu ini kepada orang lain?" bisikan itu dibarengi nafas yang memburu dan panas.
Alexander Grey segera menggigit bahunya, leher dan bagian dadanya, sampai sedikit membiru.
"Ah, sakit," keluh Kiara merasa sedikit nyeri saat Alexander melakukan hal itu.
"Aku sedang menandai milikku, tidak akan ada seorang pun yang akan bisa merebut mu dariku, jangan membuat aku marah dan jadilah gadis baik!" seru Alexander Grey dengan lihai menyatukan tubuh mereka lagi.
Membuat Kiara harus mencengkeram liat sprei kasur karena dengan tiba-tiba dan penuh amarah dan tekanan Alexander Grey melakukan hal itu.
"Kau jahat, aku benci padamu, kau selalu melakukan ini padaku, aku bukan milik siapapun! kau selalu melukai aku,"
Tangisan Kiara pecah, dia menangis tersedu-sedu.
.
.
.
__ADS_1