
Episode 162 : Kembali lah pulang.
***
Disaat yang sama,
Sebelum anggota Alexander memulai misi mereka, Fin dan Sin beserta Yuza sedang mengemban tugas dari Bos nya.
Tetapi mereka harus melakukan nya dengan senyap.
Fin akan berpura-pura berprofesi sebagai pemilik pabrik minyak terbesar juga Sin akan berpura-pura menjadi asisten nya.
Sedangkan Yuza akan memantau dari markasnya untuk mengambil segala informasi yang dirasa di butuhkan.
Alexander Grey yakin, setelah mereka kehilangan George Serge, perkumpulan itu entah siapa ketuanya dan dalangnya membutuhkan Anggota baru, jadi Fin dan Sin harus melakoni peran nya sebaik mungkin.
Yuza akan bertugas menyebar luas kan ketenaran Fin dalam usaha yang sebenarnya bagian dari milik keluarga Grey.
Sedangkan Alexander, seperti nya mereka sudah tahu jika Alexander Grey adalah dalang dari penculikan George Serge, akan sangat merepotkan jika Alexander yang akan turun langsung.
Di samping itu, Alexander masih harus melakukan sesuatu yang lain, dia harus menyelesaikan masalahnya dengan keluarga nya.
Karena Alexander yakin nanti dia pasti akan membutuhkan dukungan dari ayahnya mau bagaimana pun.
Keluarga Grey itu adalah salah satu keluarga paling di takuti di dunia, pengaruhnya sangat besar, apalagi dengan fakta bahwa keluarga Grey memiliki kompolotan mafia rahasia yang akan menumbangkan siapapun yang mengganggu mereka.
Kali ini, Alexander Grey mungkin akan merasa sedikit kesulitan karena ayahnya dan dirinya memiliki sifat yang sama persis, tidak akan ada yang akan meminta maaf duluan.
***
Di kediaman Alexander Grey,
__ADS_1
"Tuan,"
Pak Roy datang ke ruangan tuannya yang sedang menempel dengan Kiara terus menerus sampai Kiara bosan.
"Ada apa Pak Roy? apakah pesan mu penting?" tanya Alexander dengan wajah yang sedikit kesal.
Hari ini dia berencana hanya tiduran saja dengan Kiara, tidak boleh ada yang mengganggu, malah sekarang kepala pelayan nya yang mengganggu.
"Umm, Ibu anda datang kesini Tuan, dia sedang menunggu anda di lantai bawah," seru Pak Roy dengan sopan.
"Apa? kenapa kau tidak katakan sejak tadi?" ketus Alexander langsung bangkit melepaskan Kiara dan pergi.
Tetapi sebelum pergi ....
"Sayang, tunggu aku disini yaa, aku akan segera kembali," seru Alex memeluk Kiara terlebih dahulu dan berlalu.
Sungguh, Alex kelihatan sudah terlalu bucin dan tidak ingin melukai dan membuat kekasihnya menangis lagi.
***
"Alexander ...."
Dahlia segera berlinang hanya dengan melihat putranya, dia sangat merindukan putranya ini.
Hari ini saja dia melakukan banyak kebohongan hanya untuk bisa berjumpa dengan Alexander Grey, putra nya yang paling kecil baginya.
Karena ayah Alexander Grey, karena keras kepalanya itu melarang semua anggota keluarga untuk menjumpai Alexander Grey, kecuali Alexander pulang dengan sendirinya.
"Ibu, kenapa Ibu kesini? apakah Ayah tahu?" Alexander segera mendekat kearah ibunya, Ibunya langsung datang duduk di sisi Alexander dan menggenggam tangannya.
"Alexander, tidak bisakah kali ini kau mengalah pada ayah mu? pulang lah Alexander, Ibu dan Kakak mu sangat merindukan mu," Dahlia menangis mengatakan hal itu.
__ADS_1
"Tidak mau, sebelum ayah membuang semua simpanan nya itu, aku tidak sudi pulang ke rumah!" geram Alexander masih sangat membenci ayahnya karena berkhianat kepada Ibunya.
Karena itulah awal mula Alexander tidak percaya janji pernikahan, karena ayahnya saja selingkuh dari ibunya.
"Alexander, Ibu tahu kau sakit hati, tapi dari kalian semua tentu Ibulah yang paling sakit, kau tahu kenapa Ibu tetap bertahan walau ayahmu memiliki selingkuhan?"
"Itu karena Ibu tidak ingin kehilangan keluarga utuh Ibu, karena Ibu tidak mau anak anak Ibu merasakan sakit tidak memiliki ayah dan ibu yang satu atap, tetapi sekarang kau menghancurkan pengorbanan Ibu,"
"Bagi seorang istri, dia sudah tidak akan lagi hanya berfokus kepada suaminya, tetapi juga kepada putra dan putrinya, jadi Ibu mohon pulang lah Nak, ayo kita berkumpul lagi dan menjadi keluarga yang utuh, maafkan lah Ayah mu itu demi Ibu,"
Dahlia sangat ingin keluarganya utuh kembali, setiap kali dia di rumah dia selalu merasa ada yang kurang, hatinya sakit dan hancur.
Bagaimana pun mengetahui anak sendiri kabur dari rumah dan tidak mau pulang bertahun-tahun tentu saja menyayat hati seorang ibu.
"Ibu, jangan menangis, Ibu tidak pantas menangis oleh ayah yang tidak pantas itu, aku akan pulang nanti, tapi tidak sekarang ya Ibu, masih ada yang harus aku lakukan," balas Alexander menenangkan Ibunya.
"Sungguh? benarkah? terimakasih Nak," suara sesenggukan dan tangisan yang semakin deras, dia memeluk putranya dan mengusap usap pundaknya.
Dia merindukan putranya itu, sangat merindukan nya, dan akhirnya dia mengatakan akan segera pulang, seolah Dahlia tidak menginginkan apapun lagi di dunia ini.
.
.
.
.
Author : yang baca novel ini per hari sangat banyak loh, jangan lupa di like ya buat author makin semakin update nya, like dan komentar dari kalian adalah semangat author 🥺
__ADS_1
Views per hari novel ini ratusan ribu 🥺