Belenggu Hasrat Sang Mafia

Belenggu Hasrat Sang Mafia
Gadis penurut hanya untukku.


__ADS_3

Episode 68 : Gadis penurut hanya untukku.


***


Di kediaman Alexander Grey,


Melihat Kiara benar-benar takut kepada dirinya membuat Alexander menyeringai, “Sayang, jangan takut, aku tidak akan melukaimu, hanya saja kau harus menjadi gadis penurut hanya untukku, jangan melawan dan jadilah gadis baik untukku, apakah kau paham?” bisik Alexander dekat sekali di depan wajah Kiara.


Kiara bisa melihat tatapan tajam dan senyuman lelaki ini, semakin Kiara perhatikan semakin menyeramkan dan menakutkan ekspresi wajahnya itu.


“Ah, akhirnya aku tahu, dia bukan hanya memperingati keluarga angkatku dan orang-orang yang menghinaku, tetapi dia juga memperingatiku agar aku tidak melakukan hal diluar keinginannya, seolah semuanya adalah permaianan yang memang diatur olehnya, apakah aku benar-benar bisa lepas darinya? Aku semakin takut!” benak Kiara menyadari tindakan mengerikan Alexander hari ini.


Dia semakin takut jikalau nanti dia akan lebih susah untuk kabur dari Alexander, mengingat jika tidak ada yang tidak bisa dilakukan oleh Alexander Grey.


Mendengar ucapan mengerikan Alexander, Kiara mengangguk tetapi wajahnya tetap terlihat takut.


“Jangan hanya mengangguk, lihat mataku dan katakan ‘iya sayang’,” bisik Alexander lagi.


Karena dalam hal ini Kiara menyadari jika sedari awal hidupnya telah dipertaruhkan membuat Kiara tidak memiliki pilihan lain selain menurut.


Kiara dengan keberanian yang tersisa dalam dirinya melihat kearah mata Alexander dan menjawab sesuai dengan yang diinginkan oleh Alexander, “I … iya Tuan,”


“Cup!”


Alexander langsung mengecup bibir Kiara saat mendengar itu, Kiara terkejut dan bingung apa yang sebenarnya dilakukan oleh Alexander.


“Bukan Tuan, tapi sayang, panggil aku sayang mulai dari sekarang! Jika tidak aku akan menciummu sebanyak yang aku mau!” seru Alexander lagi tersenyum nakal.


Dia terhibur melihat ekspresi bingung Kiara yang sedang ada dipangkuannya ini.


‘Sa … sayang? Tunggu dulu, kenapa aku harus memanggilnya sayang? Lalu senyuman apa itu? Terlalu nakal sampai membuat bulu kudukku merinding! Kenapa bertahan hidup sangat susah sih? Aku tidak memiliki pilihan lain, bayangkan saja kata sayang itu adalah kata hinaan, iya bayangkan itu saja Kiara!’ ketus Kiara sangat malu di dalam hatinya.

__ADS_1


Wajahnya sekarang sudah mulai memerah, dia belum pernah memanggil oranglain dengan sebutan sayang, ini terlalu memalukan sampai Kiara ingin menyembunyikan dirinya saja.


Kiara menelan salivanya dan memejamkan matanya.


“I … iya sayang,” balas Kiara sangat pelan, “Ais, memalukan sekali, aaa, sayang apaan, aku ingin kabur saja! Aaa!” batin Kiara lagi-lagi sedang berteriak, merasa malu dengan ucapannya sendiri dan ingin menghilang saja.


“Cup!”


“Cup!”


Alexander yang hanya mengerjai Kiara itu kembali memberikan kecupan sebanyak dua kali pada Kiara, “Aku tidak dengar sayang, lebih keras, atau kau memang sengaja ya, biar aku bisa menciummu terus,” goda Alexander sedang menahan tawanya karena ekspresi Kiara sekarang sungguhlah sangat lucu dan menggemaskan.


Apalagi saat Kiara menutup matanya dan menunduk lagi, menyembunyikan wajahnya yang sudah memerah.


‘Kenapa bibirku selalu menjadi sasaran empuk lelaki mesum ini! Kenapa dia sangat menyebalkan! Bau rokoknya sampai menempel di bibirku sekarang! Tidak bisa dibiarkan, aku harus melakukan apa yang dia mau sebelum dia melakukannya lagi!’ geram Kiara mengepal tangannya dan memutuskan untuk mengatakannya dengan kuat dan keras.


“IYA SAYANG!” seru Kiara sepertinya terlalu kencang.


‘Tu … tunggu dulu, apa? Aku sudah melakukan apa yang dia inginkan, kenapa dia bilang aku menggodanya lagi? Aaaaa! Dia pasti hanya ingin menggodaku saja kan? Apapun yang aku jawab dia pasti tetap akan melakukan apa yang dia mau! Dasar monster!’ teriak Kiara tetapi tentu saja hanya ada dalam benaknya, dia tahu lelaki ini sangat berbahaya jadi tidak ada keberanian untuk membantahnya lagi.


***


Benar saja Alexander segera melancarkan ciuman mautnya, dia selalu membuat Kiara sesak nafas dan tertekan, cara Alexander memberikan ciuman juga terlalu arogan dan menekan.


‘Umm, rasanya manis, ini pasti rasa rokok yang baru dia hisap tadi! Ahh, aku susah bernafas, sampai kapan dia akan melakukan ini!’ gumam Kiara mencoba mundur tetapi tentu saja tangan Alexander menahan tubuh Kiara dan jika diperhatikan.


Semakin Kiara ingin menjauh maka semakin kuat dekapan Alexander.


Setelah beberapa menit, akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu oleh Kiara akhirnya datang, Alexander menghentikan aksinya dan sekarang tersenyum nakal sembari mengusap bibir Kiara yang semakin merah karena aksinya barusan dengan jemarinya.


“Ahh, mantap! Bibirmu sangat manis, beda dari yang selama ini aku rasakan, semakin aku merasakannya semakin aku ingin, jadi kau harus siap jika aku ingin menciummu, nanti aku akan berikan jadwalnya padamu,” seru Alexander masih memainkan bibir Kiara.

__ADS_1


‘Hah? Ci … ciuman sekarang memiliki jadwal? Kenapa job desk ku semakin hari semakin bertambah, kenapa lelaki ini sangat arogan dan menyebalkan, aaaa!’ teriak Kiara dalam dirinya.


“Apa yang kau lakukan? Cepat jawab! Apakah kau mau melanjutkan nya lagi sekarang?” seru Alexander lagi karena tidak mendapatkan respon apapun dari Kiara.


Mendengar itu Kiara langsung kaget dan menjawab dengan cepat, “I … iya Tuan, umm, maksudku, iya sayang, aku akan menantikan jadwalnya,” jawab Kiara tidak ingin ciuman menekan dan menyesakkan itu dia rasakan lagi.


“Bagus, gadis yang baik!” balas Alexander mengusap rambut Kiara, seperti sedang mengusap kepala peliharaan saat peliharaannya melakukan hal yang diinginkan oleh majikannya.


***


Disaat yang sama di kediaman Bella,


Bella dan kedua orangtuanya sudah melihat jika berita yang beredar mengenai Bella telah hilang, mereka sanat bersyukur namun juga takut.


“Mulai hari ini kalian harus memperlakukan Kiara dengan baik, jangan sampai membuat masalah dengannya dan membahayakan kita lagi, siapa tahu suatu saat nanti dia berguna untuk kita,” seru ayah Bella sudah lega, karena dengan begini kerjasamanya dengan perusahaan keluarga Bian tidak akan terhalang lagi.


Baik Bella dan ibunya segera menyetujui ucapan kepala keluarga tersebut, tetapi Bella yang sudah sangat membenci Kiara yang selalu saja mendapatkan keberuntungan semakin dendam dan membenci Kiara.


“Aku akan menunggu saat dimana Tuan Alexander mencampakkanmu Kiara, saat itu aku akan membalaskan dendamku karena telah membuatku sampai seperti ini!’ geram Bella berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan membalaskan perbuatan Kiara yang telah memberikannya penghinaan di kediaman Alexander.


.


.


.


Jangan lupa like komentar membangun nya ya. Terimakasih semua 🤍


Maaf juga jika kalian menemukan banyak sekali kekurangan di novel ini, dan jika ada kesalahan ketik di komen saja ya, agar langsung author perbaiki.


Sayang kalian banyak banyak 🤍

__ADS_1


__ADS_2