Belenggu Hasrat Sang Mafia

Belenggu Hasrat Sang Mafia
Saat misi bagian 1


__ADS_3

Episode 133 : Saat misi bagian 1.


Masih flashback kejadian saat satu bulan Alexander menghilang.


***


Beberapa permen yang ia ambil dia lemparkan ke lantai kearah para anggota Serge.


Saat ini, keadaan sepertinya terbalik, karena kehebatan Sin dalam berkata-kata dia mampu mengundur waktu.


“Tepat waktu, sepertinya ajalku belum dekat!” gumam Sin bersamaan dengan ledakan asap tebal saat permen itu menyentuh lantai.


Permen itu kecil, tetapi senyawa yang terkandung didalamnya mudah meledak, walau daya ledakan yang tidak merusak, tetapi asapnya timbul dengan kepulan tebal dan memberikan efek sedikit memusingkan.


Sin adalah salah satu ketua divisi pengintai jarak jauh dan dekat, dia memiliki banyak trik dan cara untuk bisa lolos bahkan dari kepungan mengerikan seperti ini sekalipun.


“Bajingan!” teriak anggota mafia Serge yang pandangannya sudah terhalang asap yang tebal, apalagi tadi Sin khusu membuat satu permen ledak khusu didekatnya membuatnya merasakan pusing dan konsentrasinya jadi terganggu.

__ADS_1


Dia jadi tidak bisa melihat dengan jelas, yang bisa ia lihat hanyalah bayang-bayang yang tidak jelas, karena panik Sin kabur, dia segera menembak kearah dimana tadi Sin berdiri, namun sejak saat dia terpancing untuk berbicara dengan Sin sebenarnya saat itulah kekalahannya sudah bisa dipastikan.


“Dor! Dor! Dor!”


Tembakan hanya mengenai tong dan lantai, dia tidak bisa menembak ke sembarang arah karena para anggotanya juga tersebar di segala penujuru ruangan.


“Aaa!”


Dia kemudian mendengar terikan seperdetik dari segala sisinya, dia menjadi semakin panik, tetapi dia tidak bisa melihat dengan jelas, sampai saat seseorang dengan sangat lihai melumpuhkannya dengan merusak tulang lengan dan kakinya, senjata yang ia pegang langsung terjatuh, dia juga tersuyngkur ke lantai.


Kejadian itu berlangsung sangat cepat sampai ia tidak bisa mengerti apa yang sebenarnya terjadi.


Lelaki anggota dari Serge itu akhirnya melihat betapa tidak berdayanya dia dihadapan anggota elit perkumpulan Grey, bahkan disaat dia merasa sudah menang dan hampir membunuh salah satu petinggi perkumpulan Grey, saat itu juga kekalahan telak menghampirinya.


Bagaimanapun di sekelilingnya dia melihat para anggotanya yang sudah tergeletak, tidak ada satu orangpun yang selamat, dari ciri itu bisa dipastikan jika Fin yang juga berjaga tidak jaug dari lokasi Sin sudah ikut andil dalam misi ini.


Fin sangat lihai dalam bela diri, kekuatan fisik, dia bahkan dikenal dengan kemampuan membunuh dengan sangat cepat, pembunuh dalam bayangan, nyatanya dia melihat itu secara langsung.

__ADS_1


Mungkin suara teriakan sepersekian detik yang ia dengar mungkin berasal dari para anak buahnya yang di habisi oleh Fin.


Ketakutan langsung menjalar ke seluruh tubuhnya, dia melihat beberapa orang berdiri di hadapannya, tidak banyak hanya ada sekitar 15 orang, tetapi sepertinya mereka hanya sedikit dari anggota elit yang sempat sampai ke lokasi itu, dan hanya dengan 15 orang saja semua anggota miliknya yang berjumlah ratusan tewas begitu saja.


Bagaimanapun Sin dan Fin mengawasi salah satu markas Serge tentu saja banyak anggota mafia Serge didalam markas itu.


“Kenapa kau lama sekali? Aku pikir aku akan mati tadi, untung saja aku membawa permen kesukaan ku, jika tidak, wah, aku tidak bisa membayangkannya,” ketus Sin memarahi Fin yang menurutnya sedikit lebih lama dari perkiraannya untuk sampai di tempat ini.


Fin kemudian sedikit menyeringai dan tertawa tipis, “Pfft, jarang melihatmu ketakutan karena takut mati pemandangan yang tadi boleh juga, kau sok tertawa dan bercanda tapi hanya aku yang tahu jika bibirmu sedikit bergetar,” ledek Fin pada Sin.


Sungguh mereka ini tidak tahu tempat jika sedang bercanda.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2