Belenggu Hasrat Sang Mafia

Belenggu Hasrat Sang Mafia
Kau harus berada di sisiku selamanya!


__ADS_3

Episode 140 : Kau harus berada di sisiku selamanya!


***


Sampai pada saat, Layla dan Alexander harus tetap melakoni hubungan harmonis dan mesra, jadi untuk pencitraan Alexander membawa Layla makan di restoran tempat dimana ia biasa makan.


Tetapi tanpa ia duga, seperti takdir yang memang sudah ditentukan, Kiara datang ke restoran itu dan lagi-lagi bersama lelaki bernama Alan itu.


Untuk pertama kalinya selama sekitar sebulan lebih Alexander melihat Kiara lagi, matanya, hidungnya bibirnya dan bahkan raut wajahnya menggetarkan hati Alexander.


Cara dia melangkah dan cara dia menatap membuat Alexander ingin berlari memeluknya dan mengatakan kerinduan yang sudah ia tanam selama ini.


Dia menahannya dengan sangat kuat, gemuruh di hatinya dan perasaannya yang begitu besar terhadap Kiara, ia sembunyikan demi melindunginya.


Saat Alan tersenyum dan memberikan hadiah, juga terlihat sekali jika Alan benar benar menyukai Kiara, mata Alexander langsung menjadi tajam, dia mencengkeram tangannya dan jika bisa dia ingin melempar lelaki itu sampai ke langit agar tidak bisa terlihat lagi oleh Kiara.


“Sial! sial! sial! awas kau jika ikut tertawa ya gadis nakal, akan ku habisi kau habis ini!” geram Alexander dengan kemarahannya yang sudah menggebu-gebu.

__ADS_1


Saat itu Layla sudah pulang duluan karena ada urusan penting dengan ayahnya, jadi sekarang Alexander bisa melihat dengan intens kearah Kiara.


“Tidak bisa, aku tidak bisa menahan diriku, bisa bisa aku membunuh anak lelaki itu nanti, Kiara harus kembali kedalam pelukan ku, dia tidak boleh tertawa bersama lelaki lain selain aku!” geram Alexander langsung beranjak menuju kontrakan Kiara yang sebenarnya sudah ia ketahui.


Dia tidak ingin dilihat oleh publik, dia harus sebisa mungkin merahasiakan kekasih aslinya ini.


***


Kembali ke masa kini,


Kiara yang sebenarnya pura-pura tidur, sekarang masih mencoba untuk kabur, dia tidak ingin selalu menjadi wanita perebut tunangan oranglain, walau hatinya juga bergemuruh dan rasa rindunya begitu kuat, Kiara tetap harus sadar diri dan pergi minggat secepatnya.


“Kenapa sih dia suka sekali merobek pakaian!” ketus Kiara tetapi tanpa ia sangak dan duga, ada senyuman di wajahnya.


Kegiatan seperti ini, tingkah laku arogan dan semena mena itu seperti mengembalikan sesuatu yang hilang dari diri Kiara, kehampaannya selama satu bulan lebih ini seolah terisi kembali.


“Plak!” Tetapi Kiara segera menepuk kedua pipinya untuk menyadarkan dirinya sendiri, betapa tidak pantas ia berpikir seperti itu.

__ADS_1


“Sayang, kenapa kau bangun? Kau mau kemana?”


Suara Alexander sudah terdengar dari pintu balkon menuju ruangan, belum juga sempat Kiara kabur Alexander sudah kembali dan melihat aksinya memakai pakaian sobek.


“Gila! Satu bulan lebih tidak bertemu kenapa dia menjadi semakin tampan dan gagah dan … ah, aku sudah gila!”


Alexander berdiri tanpa pakaian atas, hanya ada perban di tubuhnya, namun ketampanan Alexander malam itu membuat Kiara lupa diri.


Wajah Kiara tanpa ia sadari menjadi merah, dia hanya diam saja tidak sanggup untuk melihat kearah Alexander.


Alexander tersenyum lembut saat melihat tingkah itu, “Ah, inilah Kiara yang aku tahu, dia akan menjadi malu saat berada di dekatku, pipinya akan memerah dan matanya akan berkedip kedip jika aku menggodanya sedikit saja, aku sangat sangat merindukan wanitaku ini, apakah da tahu?” gumam Alexander melangkah dan datang kearah Kiara.


“Sayang, aku tidak akan memaafkan perselingkuhanmu, jadi sebagai hukumannya kau harus berada didekatku selamanya, apakah aku sudah katakan ini? jika aku sangat merindukanmu,” bisik Alexander memeluk Kiara, matanya ia pejamkan dan kehangatan tubuh Kiara ia rasakan seolah ia tidak mau momen ini berakhir begitu saja.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2