Belenggu Hasrat Sang Mafia

Belenggu Hasrat Sang Mafia
Kau yang sudah membuangku.


__ADS_3

Episode 37 : Kau yang sudah membuangku.


***


Di kediaman Alexander Grey,


“Kiara, syukurlah kau mengangkat panggilan dariku, aku mau kau sekarang juga keluar dari kediaman Alexander Grey, terlalu berbahaya jika kau tetap disana, aku akan menjemputmu ....” dengan tergesa-gesa dan panik Bian berbicara pada Kiara, tetapi belum juga ucapannya selesai Kiara langsung memotong pembicaraan itu.


“Aku tidak ingin mendengar basa-basi, aku tidak mengerti apa yang kau katakan tetapi aku tidak mau keluar dari rumah ini!” dengan tegas Kiara menjawab Bian.


“Kiara!” tegas Bian dengan suara memekik, menandakan jika Bian sedang serius, lalu ia melanjutkan ucapannya, “Apakah kau tahu jika lelaki yang sedang bersamamu adalah ketua komplotan paling berbahaya? Dia itu ketua mafia, dia keluarga Duke yang terkenal sadis dan berdarah dingin! Kau hanya akan dipermainkan dan dibuang, jadi lebih baik kau keluar sekarang dan ikut aku!”


Dengan tegas dan serius Bian berbicara pada Kiara.


Selama mereka bersama sejak kecil baru kali ini Kiara mendengar suara penuh tekanan dan sedikit meninggi dari Bian, sepertinya memang ada sesuatu yang tidak beres dengan Alexander Grey beserta keluarganya.

__ADS_1


“Bian! Berhenti, kau yang sudah membuangku, membuatku seperti perempuan paling hina malam itu! Aku tidak peduli siapa yang sedang bersamaku sekarang tetapi dia jauh lebih baik darimu, orang asing seperti dia lebih baik dari seseorang yang aku aku sudah percayai sejak kecil! Jangan menghubungi aku lagi!”


Dada Kiara serasa sesak, dia bingung dengan Bian, jika ingin memulai hubungan dengan kaka angkatnya maka mengapa tetap menghubungi dirinya dan seolah memberikannya harapan.


Kenapa Bian seolah menunjukkan jika dia masih mencintai Kiara, membuat Kiara seperti orang yang bodoh.


Kiara mematikan ponselnya dan menjatuhkan dirinya ke kasur, dia meremas bantal yang ada di kepalanya, mengingat perselingkuhan kakak angkatnya dan kekasihnya membuat hatinya tercabik-cabik.


“Mengapa membuatku seperti wanita murahan, Kak Bian, apakah hubungan kita sudah sejauh ini, apakah kau mau mengatakan jika aku tidak punya pilihan selain bersamamu? Sampai kapan kau akan mempermalukan aku dan menyakitiku, padahal aku sungguh-sungguh menyayangimu!” Kiara menatap kosong kaca jendela yang langsung tertuju padanya.


“Alexander Grey? Namanya Alexander Grey! Ya, aku sudah mendengar namanya dari saat Kak Bella menjatuhkan harga diriku di permainan golf, ketua mafia ya? Apakah dia juga akan membuangku? Ataukah aku hanyalah mainan baru yang membuatnya terhibur? Sebenarnya apa aku ini?”


Banyak pertanyaan berputar dikepalanya, mencoba mencari untuk apa dia berada disini, jawabannya hanya satu, yaitu jika dirinya hanyalah angin segar bagi Alexander, hanya sebuah mainan baru yang akan segera usang.


Jadi perasaan berdebar yang ia rasakan harus segera ia buang, sadar diri dan menempatkan diri di tempat yang sesuai juga adalah cara untuk bisa bertahan hidup.

__ADS_1


Tempat Kiara, Alexander Grey dan Bian memang tidaklah sama, jadi dia harus bisa menjadi seperti angin yang datang dan pergi tanpa meninggalkan apapun.


Terlalu banyak berpikir dan bertanya membuat Kiara sedikit mengantuk, hari ini adalah hari tenang pertama yang ia dapatkan, dan itu membuatnya ingin tidur pulas.


Tetapi sebelum dia akhiri tertidur, ponselnya berdering lagi.


“Tring ... Tring ... Tring!”


Awalnya Kiara hanya ingin mendiamkan ponselnya, dia hanya melihat nyala di layar ponselnya, karena dia merasa jika yang menghubunginya adalah Bian lagi.


“Ck!”


Dengan kesal, Kiara mengambil ponselnya yang terus berbunyi, “Bian, aku ....!


Dengan tegas Kiara menjawab, tetapi belum sempat ucapannya ia ucapkan Kiara terkejut karena yang menelepon dirinya adalah ibu angkatnya.

__ADS_1


***


__ADS_2