Belenggu Hasrat Sang Mafia

Belenggu Hasrat Sang Mafia
S2. Episode 193 : Ayo, pulang ke rumah orangtuaku.


__ADS_3

S2. Episode 193 : Ayo, pulang ke rumah orangtuaku.


***


"Pagi Ibu," seru Arka tersenyum.


"Pagi Yah," seru Arka lagi dan senyumannya langsung hilang tak berbekas.


"Ehem ..."


Jhon masih ingat perdebatan mereka kemarin, karena Arka marah saat itu Jhon sama sekali tidak pergi ke tempat yang hendak ia tuju.


"Dari mana kau tadi malam? kata Ibumu kau pulang larut," Jhon melipat tangannya.


Dia memang mendidik kedua anaknya dengan cara diktator dan keras, walau sebenarnya hal itu ia lakukan menurut nya adalah demi kebaikan kedua putranya.


Sebab dunia ini sangat jagat dan kompetitif, jadi kedua putranya harus siap dengan itu semua.


Mungkin semua itu terjadi ketika ayahnya wafat, dimana Kakek Arka yang merupakan ketua mafia di masanya sangat dihormati oleh Jhon.


Akan tetapi, ayahnya wafat dan hal itu memberikan rasa takut dan gelisah di hati Jhon.


Yang membuatnya mendidik kedua putranya sepertinya dengan cara yang berlebihan.


Jhon tidak ingin suatu waktu, kedua putranya berakhir seperti ayahnya.


"Aku berkencan Ayah ... apakah aku tidak boleh berkencan?" ketus Arka masih kesal.

__ADS_1


Namun ia sedikit senang, karena tadi malam ia menanyakan ke pelayan mengenai ayahnya dan mengatakan jika ayahnya tidak pergi kemanapun sejak saat Arka pergi begitu saja.


"KENCAN?"


Baik Jhon maupun Dahlia serempak terkejut dan melihat kearah Arka dengan mata yang penuh harap dan berbinar-binar.


"Kencan dengan siapa?"


"Sejak kapan?"


"Bagaimana wajahnya?"


"Umm ... jadi akhirnya kau berkenan juga, putraku yang ini juga akan memiliki istri ..."


Dahlia menanyakan banyak pertanyaan sekaligus, wajahnya bersemangat sekali dan tidak sabar melihat siapa wanita beruntung yang mendapatkan putra bijaksananya ini.


Tidak seperti Alexander, Alex terlalu sering memiliki pacar, Arka belum pernah berpacaran dan di isukan memiliki jalur seksual yang berbeda.


Dengan mendengar Arka berkencan entah mengapa mematahkan gosip itu.


"Ehem ..."


"Si ... siapa dia? bawa kesini dan Ayah juga Ibu akan menilai nya," balas Jhon menutupi rasa bahagia dan super menggebu-gebu dalam hatinya.


Akhirnya salah satu beban di hatinya terangkat juga.


Jhon memang tidak sabar hendak mendengar jika Arka akan berkencan dengan seorang gadis.

__ADS_1


Jhon tidak ingin meninggalkan dunia sebelum melihat Arka menikah.


Itu adalah salah satu harapan terbesar Jhon


Melihat ekspresi Ayah dan Ibunya yang terlalu berlebihan, Arka menjadi gugup.


Padahal wanita yang ingin dilihat keduanya sudah dikenal oleh Ayah dan Ibunya, ialah Layla Heiz.


"Aku akan membawanya besok malam, Ayah dan Ibu jangan selidiki sendiri ya, aku akan membawanya secara langsung ..."


Balas Arka mewanti-wanti ayah dan ibunya agar tidak terlalu mengambil tindakan mencari tadi identitas kekasihnya itu.


Arka memang harus melamar Layla dengan cara yang megah, juga meminta ijin kepada orang tua Layla secara resmi.


Ketika mendengar itu Jhon dan Dahlia melihat dengan miring, entah mengapa saat mengatakan itu Arka sedikit gugup.


Akan tetapi Jhon sepertinya tidak ingin terlalu memperpanjang percakapan ini, mendengar Arka berkencan saja sudah cukup membuat nya bahagia.


Namun, Dahlia sudah sedikit gugup, padahal rencananya ingin menjodohkan Layla dengan Arka, hal itu sedikit menguras pikiran nya, karena Layla adalah wanita yang baik.


Tetapi sama seperti suaminya, Dahlia juga tidak ingin terlalu memperpanjang percakapan ini, dengan alasan yang sama dengan Jhon.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2