
Episode 91 : Banyak hal yang belum diketahui.
***
"Bos, saya menemukan jika keluarga Serge ternyata sebenarnya sedang terlibat dengan sesuatu yang besar, jika penyelidikan ku benar maka rencana ini sudah di jalankan lebih lama dari perkiraan kita,"
Fin memberikan laporan pertamanya mengenai penyelidikannya mengenai rencana busuk keluarga Serge.
Tetapi mereka belum menemukan hubungannya dengan lahan yang baru saja dikuasai oleh Alexander Grey.
Lahan itu memang sudah lama diincar oleh beberapa kelompok mafia, termasuk kakek Alexander yang telah meninggal.
Untungnya saat Alexander tahu jika kakeknya menginginkan lahan itu dahulu tanpa tahu alasannya, Alexander berhasil menguasainya.
Saat transaksi penjualan lahan, sebenarnya Alexander sudah mencium sesuatu yang salah dari pemilik lahan itu.
Banyak sekali ketua mafia yang terkenal bringas menginginkan lahan luasnya, tetapi mengapa dia memberikan lahan itu pada Alexander Grey, seolah dia sudah tahu jika Alexander akan membeli lahan itu.
"Sin, bagaimana dengan pemilik lahan itu, sudah kah kau dapatkan informasi darinya?" tanya Alexander merasa sesuatu yang janggal itu sudah mulai terlihat.
"Maaf sebelumnya Bos, pagi ini seluruh keluarganya telah dibantai oleh perkumpulan yang belum diketahui, mayat mereka baru saja ditemukan di bunker rumah mereka sendiri, jadi kita tidak mendapat informasi apapun dari beliau,"
__ADS_1
Pencarian pemilik asli lahan sudah dilakukan saat pertama kali kepala keluarga Serge datang sendiri bertemu dengan Alexander.
Tetapi tidak ada jejak yang bisa ditemukan untuk menemukan keberadaan pemilik lahan itu, sampai pagi ini setelah Sin merasa kejanggalan dari bukti-bukti yang ia temukan, dia menggeledah rumah pemilik lahan yang besar itu dan menemukan mayat sekeluarga di bunker rumah tepatnya di bawah tanah.
Mendengar itu Alexander terdiam sebentar, telunjuk jarinya ia mainkan di pinggiran kursi kebesaran yang ia duduki sampai menggema di seluruh ruangan.
"Kita sedang dijebak, mereka mempersempit jalan kita untuk mengetahui apa yang mereka sembunyikan," ucap Alexander sembari telunjuk jarinya masih terlihat bergerak-gerak.
Lalu ia memicingkan matanya, "Lahan itu, jaga ketat sampai kebenaran terungkap!"
"Sin!" panggil Alexander pada Sin yang ada di sisinya sedang berdiri.
"Perintahkan anggotamu untuk melakukan penggalian di lahan itu, secara rahasia, jangan ada orang yang tahu,"
"Fin!" sekarang giliran Fin yang dipanggil oleh Alexander yang juga berdiri di sisi Alexander.
"Iya Bos?"
"Kau akan berada di sisi kakak tertuaku, kau tahu dia kan? kita sedang menghadapi musuh yang kekuasaannya tidak diketahui, lebih baik berjaga-jaga, kau akan menjaga keluargaku dan membantu dia melakukan pertemuan penting!"
"Jika dugaan ku benar, maka perusahaan keluargaku akan ikut diserang, dan Arka butuh rekan yang kuat untuk mendukungnya dari belakang!"
__ADS_1
Perintah Alexander pada Fin.
Walau Fin sebenarnya kurang suka dengan misinya kali ini, tetapi Fin mengerti tujuan Alexander Grey.
Dia tidak ingin membuat keluarganya dalam bahaya, walau Alexander sangat membenci ayahnya tetapi masih ada ibunya dan Arka Grey yang selalu bersikap baik pada Alexander.
Jadi Alexander tidak akan memberikan kelonggaran untuk keamanan mereka.
***
Setelah perintah itu, semuanya di bubarkan, mereka akan melakukan misinya masing-masing.
Untuk Yuza yang memonitor dari tempat rahasianya juga sudah mendapatkan misi yang juga lebih rahasia dari semua anggota Alexander Grey.
Setelah semuanya usai, Alexander berbicara sebentar dengan Fin yang akan mendampingi kakak tertuanya itu hanya berdua saja.
Entah apa yang mereka bicarakan tetapi sepertinya Fin memiliki tugas rahasianya sendiri.
.
.
__ADS_1
.
.