
S2. Episode 224 : Kiara mengetahui fakta mengenai dirinya sendiri.
***
Time skip,
Beberapa hari telah berlalu setelah itu, proses penyelidikan mengenai Goran dan beberapa anggotanya yang lain masih dalam proses.
Masih banyak kejahatan yang masih belum terungkap, jadi pihak penyidik masih dalam proses pengumpulan data dibantu oleh pihak Dutch dan juga Grey.
Agar tidak ada lagi data yang bocor atau pengkhianatan dalam proses yang bisa dikatakan sebagai skala besar dalam dunia kejahatan.
Alex dan Kiara masih berada di kediaman John Grey, tetapi mereka akan segera pulang ketika pesta pernikahan mereka digelar satu minggu dari sekarang.
Alex dan Kiara tengah duduk santai di balkon kamar mereka, menikmati pagi dimana matahari baru saja akan terbit.
Dari arah balkon kamar Alexander, memang bisa terlihat jelas pemandangan matahari terbit yang indah.
Dan sekarang ini Alex memang tengah menunggu waktu yang tepat untuk memberitahu mengenai asal usul Kiara.
"Sayang ..."
Alex memanggil istrinya itu lembut, mengusap rambutnya yang dimana sekarang Kiara sedang bersandar nyaman di dada bidangnya.
"Hmmm? ada apa sayang?" Kiara masih sedikit mengantuk, dia bahkan masih memejamkan matanya dan nyaman bersandar di pelukan suaminya.
Keduanya merasakan nyaman satu sama lain, karena udara masih sedikit dingin, mereka mengenakan selimut bersama, agar Alex bisa mendekap istrinya lebih nyaman dan memberikan nya kehangatan di pagi yang dingin ini.
"Ada sebuah rahasia yang sudah aku ketahui beberapa waktu belakangan namun tidak memberitahu kan mu, aku bingung cara memberitahu hal ini, namun ... aku merasa harus menjelaskan nya secara langsung." .
Alex sebenarnya bingung harus memulai dari mana, apalagi ketika Kiara sama sekali tidak merasa penasaran dengan asal usulnya, dan sudah cukup bahagia menjadi bagian dari keluarga suaminya.
Mendengar nada yang sudah serius, Kiara membuka matanya yang tadi terpejam nyaman, lalu ia segera duduk dan menatao langsung kearah suaminya.
"Rahasia apa? kenapa tidak memberitahu aku sejak awal?"
Kiara menjadi sangat penasaran, rahasia apa yang membuat Alex menjadi sedikit serius dan tidak memberitahukan dirinya dari awal.
"Mmmm ... apakah kau ingat ketika kau meminta aku untuk mencari tahu mengenai panti asuhan mu yang terbakar saat lalu?" Dengan lembut Alex mencoba membuka pembicaraan mengenai awal mula ia tahu hal itu.
Kiara menganggukkan kepala, lalu menampilkan wajah yang terlihat heran dan bingung, apa hubungan rahasia yang ingin diberitahukan suaminya dengan panti asuhan tempat ia dulu.
__ADS_1
"Jadi sebenarnya, dari hal itu aku menemukan sesuatu dan entah mengapa sepertinya kita memang sudah ditakdirkan bersama sejak dulu ..."
"Jadi sebenarnya, aku menemukan siapa orang tua kandung mu, dan cerita mengapa kau berada di panti asuhan ..."
Alex bercerita dengan lembut, terstruktur dan tak memberikan tekanan sedikitpun dalam masa suaranya.
Mau bagaimanapun, Kiara pasti akan bingung dengan informasi yang secara tiba-tiba ini.
Alex menceritakan mengenai bagaimana Goran, musuh yang ditangkap oleh Alex adalah dalang pemisah dari Kiara dan kedua orangtua kandungnya.
"Tes!"
Bulir air mata berjatuhan di pipi Kiara.
Ketika Alexander usai menceritakan mengenai rahasia yang beberapa saat disimpan oleh Alex, rasanya campuran emosi dalam diri Kiara tak bisa ia jelaskan dengan kata-kata.
"Aku ... aku tidak tahu harus mengatakan apa, mengetahui jika orang tua kandung ku tidak membuang aku malahan menderita karena kehilangan aku, membuat aku merasa ..."
Kiara menangis dengan hebat namun ia tersenyum, ucapannya terjeda namun Alex sabar menunggu kata-kata yang hendak diucapkan oleh istrinya.
"Aku merasa ternyata di dunia ini aku bukanlah anak buangan yang tidak diinginkan siapapun ..."
"Dan semenjak aku bertemu denganmu, aku mulai merasa bagaimana itu diutamakan dan benar-benar diperjuangkan, walau banyak kesalah pahaman dalam prosesnya, namun kau membuatku merasa aku adalah seseorang yang spesial ..."
"Aku tidak tahu cara menjelaskannya, tapi ... aku sadar jika semua terjadi ketika aku menerima mu dan bersama mu, ketika bersama mu, rasanya pelangi mulai muncul di kehidupan ku,"
"Dan aku akhirnya merasa berharga ..."
Kiara menangis sampai sesenggukan, dia tidak mengerti apa yang sedang ia jelaskan, luapan emosi yang tiba-tiba oleh fakta yang membahagiakan.
Rasanya badai kehidupan memang benar-benar akan tergantikan oleh pelangi kebahagiaan.
"Ssshhh ... ya, aku mengerti ... aku mengerti apa yang hendak kau ucapkan!"
"Lagian siapapun dirimu, aku sudah mencintai mu dan menginginkan mu lebih dari apapun, jadi fakta mengenai orangtua kandung mu, hanyalah sebagian dari hadiah yang pantas kau dapatkan, sayang ..."
Balas Alex mengusap air mata istrinya, dan memeluknya ketika matahari benar-benar sudah muncul dari tempat persembunyian nya.
Kiara entah mengapa merasa dirinya mudah menangis akhir-akhir ini, mungkin karena kehamilan mudanya, dan mengetahui jika suaminya baru saja melakukan hal berbahaya.
Untuk Ibu yang tengah hamil muda, hal itu memang akan mempengaruhi mood.
__ADS_1
***
Setelah Kiara mengetahui fakta itu, sekitar jam 10 pagi, mereka akan langsung pergi ke rumah sakit jiwa tempat ibu kandung Kiara berada.
"Deg ... Deg ... Deg!"
Jantung Kiara entah mengapa berdegup sangat kencang sekali, Alex terus menggenggam tangannya namun debaran jantung nya tak bisa ia kontrol.
Kiara bingung sekali apa yang harus ia sampaikan pertama kali, apakah dia akan gugup atau canggung.
Dalam proses memikirkan hal itu, Mereka sudah sampai di rumah sakit jiwa itu.
Alex dan Kiara turun dari mobil dan segera dijemput oleh anak buah dari Nelson Dutch.
"Tak ... Tak ... Tak!"
Langkah kaki mereka membawa mereka sampai di depan pintu dimana selama ini Adelia terdiam dan tak bisa menyembuhkan luka hati ketika mengetahui anaknya pergi dari dunia.
"Cklek!"
Pintu akhirnya dibuka oleh Alex, sembari matanya tetap mengawasi istrinya yang memang sudah tak bisa menyembunyikan kegugupannya.
Sinar matahari segera menyilaukan pandangan Kiara, gorden putih yang terbuka membuat pandangan Kiara sedikit kabur.
Namun ia bisa dengan jelas melihat seorang wanita duduk di atas ranjang, dan seorang lelaki yang terus menggenggam tangan wanita itu.
Hanya dalam beberapa detik, pandangan Kiara langsung jelas, dia bisa melihat kedua orang yang berada tepat di hadapannya itu.
Dan ...
.
.
.
.
Author : Jangan lupa dukung karya ini dengan cara berikan like nya, btw maafkan ya jika banyak hal yang mengerikan di novel ini.
Ini semua hanyalah hasil imajinasi saja, tidak ada sangkut pautnya dengan kenyataan, jadi jangan dibawa terlalu serius ya.
__ADS_1
Jangan lupa jika ini hanyalah halu semata. 🤍
Btw masih ada dua episode lagi nyusul ya sebentar lagi, mohon ditunggu 🙏