
Episode 169 : Menerima mu dalam keluarga.
***
“Tapi bagaimana caraku melakukan itu Nyonya? sebelumnya saja Tuan kelihatan sangat membenciku karena aku dinilai sebagai wanita murahan,” Kiara berbicara jujur.
Menurut Kiara, dia sangat dibenci oleh ayah Alex makanya dia diusir dan dipermalukan saat lalu.
Dahlia langsung menggenggam tangan Kiara.
“Suamiku, dia itu orang yang keras kepala, tetapi segala tentangmu pasti sudah dia selidiki, melihat jika kau tidak disingkirkan dan tetap berada di sisi Alex, itu artinya dia tidak benar-benar membencimu,"
"Sebenarnya saat lalu mengapa kau sampai diusir sebenarnya kebencian suamiku bukanlah diarahkan kepadamu, akan tetapi lebih kepada putraku yang selalu membangkang,"
"Dan aku yakin kau bisa membuat Alex pulang dan menjadi orang yang pertama meminta maaf maka bisa aku pastikan suamiku akan luluh padamu, apalagi kau sudah mengandung cucu pertama kami,”
Dahlia berbicara dengan mata yang berbinar-binar.
"Juga jangan panggil aku Nyonya, mungkin ini terlalu terburu-buru tetapi panggil saja aku Ibu ..."
"Tapi rahasiakan ini dari Alex dulu ya, nanti dia akan mengikatmu agar tidak bisa pergi kemanapun, jika tahu aku meminta mu membujuknya kembali pulang"
"Aku kenal sekali dengan sikap putraku, dia meniru sikap ayahnya, hanya satu yang tidak, ialah kesetiaan,"
"Aku bisa jamin, kau beruntung memiliki putraku, walau dia terlalu tegas tetapi sebenarnya dia itu sangat setia dan lembut,"
Dahlia berbicara banyak sekali, sembari menggenggam tangan Kiara erat, tangan lembut dan hangat Dahlia mengingatkan Kiara atas tangan kokoh Alexander.
Dahlia kelihatan sangat bersemangat, sikapnya sedikit mirip dengan Alex jika memberitahu sesuatu.
__ADS_1
Kelihatan sekali Dahlia juga sangat senang karena akan memiliki cucu yang artinya keluarganya mungkin akan mendapatkan berkah dan menjadi semakin dekat.
"Nyonya ..." Kiara tersenyum begitu haru juga lembut.
"Aku selalu bertanya-tanya mengapa tangan Alex begitu hangat dan kokoh, seolah bisa melindungi apa saja, ternyata itu menurun darimu Nyonya, tanganmu hangat sekali ...."
"Tangan seorang Ibu yang melindungi keluarganya, tangan yang sangat berharga."
"Alex sangat beruntung memiliki mu sebagai seorang Ibu, ternyata Nyonya sangat periang dan sangat lembut,"
Kiara sangat berterus terang saat berbicara, hal ini tidak pernah terjadi sebelumnya.
Kiara terbiasa menjawab dalam hati dan memikirkan jawabannya sendiri, karena Kiara terlalu berhati-hati dengan lingkungan.
Kiara yakin jika dia asal menjawab sesuatu dengan gegabah maka dia akan tersudut dan hidupnya akan menjadi sulit.
Tetapi entah mengapa dengan Dahlia, wanita yang sudah cukup berumur namun masih kelihatan cantik, auranya yang begitu hangat dan sisi keibuannya yang menaungi Kiara.
"Kau berbicara manis sekali, tentu saja aku mirip dengan putraku ...." Dahlia tersenyum sangat lebar dan bangga saat Kiara mengatakan jika dia dan putranya memiliki kesamaan.
"Panggil aku Ibu, walau belum sah tetapi kau sudah menjadi bagian dari keluarga kami, aku tidak ingin menjaga jarak dengan calon menantu ku," Dahlia lagi-lagi memberikan debaran di dada Kiara.
"Keluarga?"
Kiara tanpa sadar menitikkan air matanya, kata keluarga sangat menyentuh hatinya yang rapuh.
Dahlia lagi-lagi merasakan sakit hanya melihat air mata dan tatapan pedih wanita muda yang ada di dekatnya ini.
"Kau pasti sudah melewati banyak hal dan hatimu pasti sangat terluka, kau mudah menangis dan itu tidak masalah ..."
__ADS_1
"Aku beruntung datang kesini hari ini, terimakasih sudah bertahan di sisi putraku, terimakasih sudah membawa calon kehidupan dalam dirimu,"
Dahlia tidak tahu mengapa wanita muda ini begitu rapuh dan selalu saja menunduk di hadapan orang lain, pasti ada hal menyakitkan yang sudah terjadi dalam hidupnya.
Dahlia sadar jika dia mencari tahu maka sama saja dengan menggali luka wanita muda yang akan menjadi menantunya, alih alih bertanya mengapa, Dahlia memilih memberikan kata-kata hangat.
Seperti kata Terimakasih dan ungkapan kata yang menerima Kiara dengan sangat lebar dalam keluarganya.
Mendengar kata terimakasih dan penerimaan yang begitu hangat dan lebar dari Dahlia membuat Kiara semakin menangis sampai sesenggukan.
Dia tidak bisa berbicara karena terlalu terharu, rasanya dunia berbalik begitu cepat, keluarga yang diinginkan Kiara sepertinya akan ia dapatkan sebentar lagi.
Seolah dunia menjawab seruan deritanya.
"Brak!"
Suara pintu terdengar terbuka ....
"Sudah lima menit, aku masuk ya ..." sesuai perkataannya Alex sungguh kembali dalam waktu beberapa menit.
Namun sebelum Alexander menyelesaikan ucapannya, dia terkejut melihat Kiara menangi sampai sesenggukan.
"SAYANG ...."
Wajah Alex langsung panik dan dia berlari kearah Kiara.
.
.
__ADS_1
.