
S2. Episode 186 : Cincin pernikahan yang sesungguhnya.
***
"Sayang ... tutuplah matamu jika masih malu, aku ingin menunjukkan mu sesuatu ..." seru Alex sembari melangkahkan memasuki hotel.
Saat Alex menggendong istrinya dengan gagah, seluruh pelayan dan supervisor hotel segera menunduk rapih seperti tengah menyambut seorang raja.
Dan benar, Kiara menutup kedua matanya, dan bersandar di dada bidang suaminya.
Dia terpejam dan tak sadar jika dia sudah duduk di sebuah kursi empuk sekarang.
Alex masih duduk bertumpu di hadapan istrinya yang masih memejamkan mata.
Kemudian Alex membisik di telinga istrinya, "Sayang ... bukalah matamu ..." bisikan itu sangat hangat, sedikit membuat bulu kuduk merinding, namun Kiara menuruti.
Dia membuka matanya lalu di bisa melihat sebuah tempat yang seperti hanya ada dalam mimpinya.
Tempat itu sangat indah, ada pemandangan spektakuler di atas langit yang beratapkan kaca, membuat bintang terlihat bertaburan sangat indah.
Disaat yang sama, hanya ada satu meja dan dua tempat duduk di gedung yang sangat besar, di kelilingi lampu yang indah, membuat tempat itu seraya berada di negeri dongeng.
Tempat itu sebenarnya ada di lantai paling atas hotel, yang di sewa oleh Alexander untuk memberikan kejutan guna menyenangkan istrinya.
Mata Kiara berbinar-binar, dia tidak tahu ada tempat seindah ini di kota, seolah mereka melayang di udara dan bintang sebagai atapnya.
"Indah sekali, apakah kau mempersiapkan ini untukku?"
Kiara bersemangat sekali, dia tidak bisa menggambarkan betapa bahagianya ia, saat ini Alex sungguh menunjukkan berbagi hal menakjubkan kepadanya.
__ADS_1
Saat Kiara menoleh kearah Alex, Kiara membisu seketika, di sisinya, Alex tersenyum malu dengan pipi memerah sembari menyodorkan kotak cincin terbuka.
"Ehem ..."
"Sebelumnya aku tidak melamar mu dengan baik, walau kita sudah menikah secara hukum, aku belum memberikan acara pernikahan mewah seperti impian semua gadis,"
"Jadi aku akan memberikannya satu persatu, pertama aku akan melamar mu dengan benar ..."
Alexander yang sebenarnya tengah menurunkan ego nya sekarang, dia bertumpu di hadapan seorang wanita yang ia cintai untuk ia minta menemani hidupnya sampai tua.
Dengan pipi memerah dan jantung yang berdegup sangat kencang, Alexander entah mengapa sedikit gugup.
Belum pernah ia segugup ini sebelumnya.
"Kiara, istriku ..." Alexander berbicara lembut kemudian ia tersenyum lagi dengan sangat lepas.
"Memeluk aku dengan terbuka tanpa paksakan, memberikan aku kenyamanan dan rasa hangat, sekarang ini, hanya kau wanita yang ku inginkan menjadi istriku dan ibu dari anakku, aku sangat mencintaimu, walau aku tahu kau belum percaya pada cintaku, aku akan mulai belajar menunjukkan cintaku dengan benar ..."
"Karena itu, terimalah lamaran ku karena ini adalah ungkapan hatiku yang sebenarnya,"
Alexander berbicara tegas namun terlihat kegugupan di wajahnya, kelihatan jika dia benar-benar serius terhadap hubungannya dengan Kiara.
Memang benar, pernikahan antara Kiara dan dirinya hanya sebatas pernikahan rahasia untuk sekarang ini, tetapi pernikahan ini sangat berharga dan suci bagi Alexander.
"Tes!"
Air mata Kiara tanpa sadar menetes, wajahnya tak mampu menyembunyikan senyuman lagi.
Untuk pertama kalinya lelaki ini meminta ijin darinya secara resmi, meminta ijin atas pendapat nya untuk mengarungi rumah tangga berdua.
__ADS_1
"Bodoh, bagaimana aku bisa menolak mu ..." Kiara tanpa sadar memanggil suaminya bodoh, tetapi bukan bodoh dengan artian sebenarnya, Kiara mengatakan itu karena Alexander sebenarnya tahu jika Kiara tak akan mungkin menolak.
Kiara kemudian mengangguk, "Aku bersedia, tetapi kau harus berjanji untuk menghargai pendapat ku sebagai istri ..." seru Kiara memberikan syarat satu-satunya darinya.
Alexander tertawa hangat, lalu ia mengusap rambut istrinya.
"Kau sejak awal sudah menjadi ratu di hatiku, bagaimana mungkin aku tidak akan menghargainya pendapat mu, sejak awal aku menghargai mu hanya saja mungkin caraku salah ..."
seru Alexander lembut, dia kemudian mengambil cincin pernikahan yang asal ia beli saat lalu.
Dan memeriahkan cincin pernikahan yang sudah ia rancang sendiri demi istri yang sangat berharga.
Alexander memasangkan cincin pernikahan resmi nya di jari manis Kiara.
Kemudian mengecup tangan istrinya.
"Kedepannya akan banyak halangan yang akan kita hadapi, karena profesi ku yang berbahaya, oleh karena itulah pernikahan kita dirahasiakan sementara, tetapi aku bersumpah akan melindungi mu dan menjaga pernikahan kita, karena kau adalah rumah ku,"
Alexander mengecup tangan istrinya sembari menatap intens kearah Kiara, menunjukkan kesungguhan hati.
.
.
.
__ADS_1