Belenggu Hasrat Sang Mafia

Belenggu Hasrat Sang Mafia
Kiara dan Bian Agler mengikuti hati mereka.


__ADS_3

Episode 102 : Kiara dan Bian Agler mengikuti hati mereka.


***


Setelah semua penjelasan itu, seperti es yang mencair, kemarahan Kiara seperti mereda, semua penjelasan panjang lebar yang dijelaskan oleh Bian mencairkan kemarahannya.


Ia akhirnya tahu jika Bian sama sekali tidak mengkhianati dirinya, bahkan berselingkuh darinya, semuanya hanya permainan keluarganya.


Bian juga menceritakan jika dia tidak melakukan apapun pada Bella bahkan tidak pernah menyentuhnya sedikitpun, derita nya yang juga tidak bisa ia tahan akhirnya ia bagi dengan seseorang yang sangat ia cintai, yaitu Kiara, dia lega pada akhirnya Kiara tahu.


Kiara tahu dari mata Bian, jika mereka masih memiliki perasaan yang sama, mereka sama-sama menderita dari permainan dan sandiwara besar keluarga mereka.


“Ayo kita kabur, kau mau kan? hanya kita berdua,” Bian meraih dan menyentuh kedua pipi Kiara, melihatnya lekat dengan matanya, meminta persetujuan dari kekasih hatinya.


Dia sudah tidak peduli dengan ketamakan keluarganya, dia tidak akan bisa menikahi Bella.


Sama seperti Kiara yang sudah membayangkan jika Bian adalah pasangan semur hidupnya, begitu juga Bian, yang ada dikepalanya dan hatinya hanyalah Kiara yang akan menjadi istrinya, hanya membayangkan wanita itu bukan Kiara sudah membuatnya sakit hati.

__ADS_1


Kiara yang akhirnya tahu semuanya tersenyum sembari menangis, “Iya, ayo kita kabur saja, hidup sederhana dan hanya ada kita berdua,” balas Kiara sembari menangis.


Dia sudah tidak bisa memikirkan apapun kecuali melarikan diri dengan Bian dan memulai hidup seperti yang Bian gambarkan.


Hidup biasa tanpa ada ganguan dan kepalsuan, hidup menyendiri dan bertani tidaklah buruk juga, itu adalah hidup yang tenang dan bahagia.


***


kedua anak muda yang sudah tidak tahan dengan sagala sandiwara yang mempermainkan hidup mereka, mereka mengikuti hati mereka, yang sepertinya akan membawakan malapetaka untuk mereka berdua.


Mereka berlari, hanya mengenakan baju yang mereka kenakan, menggenggam erat tangan satu sama lain, tertawa karena akhirnya mereka bisa bersama, mereka pergi ke loket untuk membeli tiket bus, ke sebuah tempat yang jauh dari kota.


Ditengah Bian dan Kiara kabur, keluarga yang sedang berkumpul mulai kebingungan, sudah satu jam lamanya Bian dan Kiara tidak kembali, wajah ayah Bian juga sudah mulai masam, bukan hanya ayah Bian, ayah Bella juga sudah mulai marah, seolah mereka sudah tahu jika keduanya melarikan diri.


Untung saja media yang tadi meliput kebahagiaan dan pengumuman tanggal pernikahan antara Bella dan Bian sudah pulang, jadi tidak ada yang tahu akan kejadian ini.


“Tok … Tok … Tok!”

__ADS_1


Petugas keamanan hotel masuk menghadap ayah Bian yang merupakan pemilik hotel ini.


“Tuan, saya sudah memeriksa cctv, memang benar jika Tuan Bian Agler dan Nona Kiara melarikan diri sekitar satu jam yang lalu dari arah pintu belakang,” seru petugas itu hormat sembari menunduk.


Dengan mengeratkan tangannya kuat sekali, ayah Bian sudah murka, dia kemudian mengambil ponselnya dan hendak menghubungi para suruhannya.


Malam itu juga semua suruhan ayah Bian dan Bella mencari keberadaan Kiara dan Bian, melacak mereka dengan segala usaha agar lebih cepat ditemukan.


"Sialan! jika tahu begini jadinya sudah ku lenyapkan sedari dulu dia!" geram ayah Bella yang memiliki motif khusus juga menikahkan putrinya dengan Bian Agler.


Dia dengan sigap langsung mengutus orang paling elit yang ia miliki, agar bisa menemukan Kiara lebih dulu dari siapapun.


Jika dahulu dia tidak melenyapkan Kiara maka sekarang pun masih sempat, dia bisa memanipulasi hal itu menjadi sebuah kecelakaan, lagian setelah pernikahan antara Bella dan Bian, Kiara sudah tidak ia butuhkan lagi.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2