Belenggu Hasrat Sang Mafia

Belenggu Hasrat Sang Mafia
Kiara bertemu lagi dengan Sarah Serge


__ADS_3

Episode 116 : Kiara bertemu lagi dengan Sarah Serge.


***


“Kalian bodoh, kalau kalian suka pada seorang gadis kalian juga akan seperti ini,” ketus Alexander bersikap biasa saja dan malah tersenyum manis pada Kiara.


Benar-benar seperti lelaki yang baru saja merasakan rasa suka yang nyata, terlihat seperti pria yang sungguh mementingkan kekasihnya dari segalanya.


Bucin maksimal.


Siapa yang menduga seorang Alexander yang sejak awal bertekad untuk tidak menyukai Kiara malah sekarang menjadi terlalu posesif, sepertinya Kiara memang memiliki pesona yang membuat Alex lupa dengan segala ucapannya dulu.


***


Hanya beberapa menit setelah Alexander Grey dan Kiara sampai, Kiara sudah seperti target mati oleh ketiga rekan Alexander Grey.


Baik Yuza, Fin dan Sin langsung menargetkan Kiara sebagai saingan terberat mereka dalam sejarah hidup.


Bagaimanapun Yuza, Fin dan Sin adalah rekan Alexander Grey sebelum Alexander Grey mengambil alih permafiaan kakeknya.


Yuza, Fin dan Sin dahulunya adalah gelandangan yang dimana desa mereka baru habis terbakar dan yang selamat hanya mereka bertiga.


Tadinya mereka akan melakukan bom bunuh diri di perusahaan ayah Alexander Grey, karena ternyata setelah mereka ketahui desa mereka yang dibakar dijadikan pabrik oleh salah satu cabang perusahaan keluarga Grey.


Tetapi entah mengapa, apakah karena takdir atau memang sudah ditentukan begitu, Yuza, Fin dan Sin tidak jadi melakukan aksinya karena bertemu dengan Alexander Grey.


Ketiganya ditemukan oleh Galiea Grey saat melihat ketiganya dengan pakaian lusuh dan tubuh kurus hendak memasuki lokasi perusahaan keluarga Grey.


Akhirnya Alexander Grey yang tidak memiliki teman kecuali Layla dahulu menjadi sangat dekat dengan Yuza, Fin dan Sin, dia bahkan menganggap ketiganya menjadi saudaranya sendiri dan menjadi orang paling ia percaya.


Kasus yang sedang mereka selidiki sekarang, yaitu berhubungan dengan George Serge sepertinya melebar kearah pembakaran desa saudara-saudaranya ini dahulu yaitu Yuza, Fin dan Sin.


Karena itulah penyelidikan yang mereka lakukan membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama.


Ketiga saudaranya ini juga harus tuntas membalaskan dendamnya.


Ketiga saudaranya ini, Yuza, Fin dan Sin, hanya memiliki Alexander Grey, mereka berempat seperti serangkai yang saling membutuhkan, karena itulah saat Alexander menyukai gadis lain, jiwa kompetesi hendak merebut perhatian Alexander Grey menjadi meledak-ledak seperti sekarang ini.


“Aku kenal Alexander lebih dulu,”


“Aku yang duluan,”

__ADS_1


“Aku!”


Ketiganya langsung meng-kumandangkan pada Kiara jika yang mengenal Alexander Grey lebih dulu adalah mereka bertiga.


Padahal sebenarnya Kiara tidak mengerti arti dari mereka mengatakan itu.


Saat melihat cara ketiga anggota Alexander berlomba mengatakan mereka mengenal Alex lebih dulu, membuat Kiara kembali berpikir.


Ternyata dugaan Kiara salah, dia mengira dari penampilan tampan dan gagah mereka, mereka akan sedikit lebih tegas dan menyeramkan tetapi ternyata mereka mirip seperti Alexander Grey, jika berada di dalam perkumpulan mereka rasanya kehangatan lah yang terasa.


Dan kelihatan sekali jika mereka ini sebenarnya hanya orang baik.


Akan tetapi saat Kiara mereka hanyut dalam perkumpulan ini, dia segera terperanjat sendiri, dia langsung menggelengkan kepalanya.


'Eh, tunggu dulu, kenapa aku senang? Wow! Tidak akan aku biarkan hatiku luluh, aku hanya seorang gadis yang akan dibuang sebentar lagi, jadi jangan menggunakan perasaan Kiara, sadarkan dirimu dan sadarlah akan tempatmu! Hmmm!' dia mengepal tangannya dan berpose layaknya super man, tetapi dalam imajinasinya tentunya.


(Author : Kiara suka banget ya berdebat dengan dirinya sendiri, kalau aku ganti sekarang ga akan sempat, nanti saat Pengantin Tuan Adam tamat aku revisi pelan-pelan yaa.. Maaf)


***


Selama makan malam, Alexander benar-benar memanjakan Kiara, Kiara sebenarnya sudah terbiasa diperlakukan lembut oleh Alexander, karena Kiara tahu sebenarnya sikap Alexander itu lembut dan menghargai Wanita jika wanita itu memang baik.


Tetapi sepertinya perhatian Alexander kali ini sepertinya menambah musuh bebuyutan bagi Kiara, yaitu ketiga rekan Alexander Grey sendiri ialah Yuza, Fin dan Sin.


***


Sin langsung menarik kursi Kiara, dan merangkul bahunya seolah merangkul teman nya sendiri.


Melihat kejadian itu mata Alexander langsung dipenuhi api kemarahan dan hendak melempar Sin keluar kaca restoran.


“KAU MAU MATI YA ….” Geram Alexander langsung hendak menarik kembali Kiara.


“Sayang, aku datang,”


Lalu terdengarlah suara seorang gadis yang tidak diundang yaitu Sarah Serge mendekat.


Alexander langsung sadar dan langsung bersikap biasa saja, dia akhirnya paham kenapa Sin melakukan hal itu.


Sarah Serge dengan percaya dirinya segera duduk di sisi Alexander Grey.


Make-upnya yang dirasa terlalu menor oleh Alexander Grey membuat Alexander ingin langsung pergi, tetapi dia harus menahan demi rencana mereka kedepannya.

__ADS_1


Tatapan Sarah Serge langsung tertuju pada satu-satunya wanita yang duduk bersama Alexander dan rekan rekannya.


Mata Sarah Serge langsung tajam dan dia menjadi tidak suka, dia melihat jika wanita itu adalah wanita yang sama yang ia pernah lihat di mansion Alexander.


Apalagi sekarang wanita itu terlihat terlalu cantik, bahkan lebih cantik darinya.


'Heh, wanita kampungan sok mau jadi wanita berkelas, tidak akan cocok! Akan kutunjukkan betapa rendah dirimu!’ geram Sarah Serge hendak menyadarkan Kiara jika Kiara hanyalah figuran jika dibandingkan dengan dirinya.


“Sayang, sebenarnya dia siapa, kalau tidak salah aku juga melihatnya di mansion mu, kau mau mainh rahasiaan ya sebelum kita MENIKAH!” tanya Sarah Serge dengan menegaskan kata menikah sembari menatap kearah Kiara.


“Mohon Maaf Nona, tetapi Kiara adalah adik saya, jadi saya mengajaknya kemari, benarkan adik?" seru Sin tersenyum natural.


Benar-benar terlalu pintar untuk menutupi sesuatu.


Kiara yang merasa ada sesuatu yang mengganjal di hatinya tidak memiliki pilihan lain selain tersenyum kaku dan menunduk.


Melihat wanita lain berada di sisi Alexander seolah memberikan rasa sensasi perih yang aneh, rasanya tidak nyaman dan Kiara tidak suka.


Apalagi ucapan wanita itu seolah memperkuat pendapatnya jika posisinya memang hanyalah sebagai wanita persinggahan saja, bisa dibuang kapan saja dan tidak bernilai.


Yah, walaupun Kiara sudah pernah dengar Alexander tidak akan menikahi dirinya, tetapi nyatanya Alexander hendak menikahi wanita berpakaian seksi dan ber-make up tebal itu.


Yang artinya, Alexander melihat wanita ternyata dari status sosialnya.


Entah mengapa, entah sejak kapan, ada rasa perih di hati Kiara, pernyataan cinta Alex tadi seperti sebuah kebohongan dan lelucon semata.


Kiara merasa pasti wanita ini juga mendapatkan pernyataan cinta dari Alex seperti dirinya.


Lagi dan lagi Kiara merasa dibodohi lelaki itu, dan mungkin karena kebersamaan dan bagaimana Alex sebenarnya adalah lelaki yang menghargai nya jika menurut.


Entah mengapa hati Kiara seolah tertuju pada Alex tanpa ia sadari dan duga, walau ia tidak ingin tetapi hatinya tetap bergerak kearah Alexander.


Seseorang yang sungguh tak akan bisa ia raih


Kiara menunduk dan wajahnya memerah tidak bisa ia tutupi.


Setelah terbang ke langit ke tujuh lagi-lagi Kiara dipaksa bangun oleh kenyataan, jika Alexander tidak akan pernah menjadi miliknya.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2