Belenggu Hasrat Sang Mafia

Belenggu Hasrat Sang Mafia
S2. Episode 184 : Kencan denganku hari ini.


__ADS_3

S2. Episode 184 : Kencan denganku hari ini.


***


Kiara menganggukkan kepalanya dengan cepat, "Umm ... bisakah membantuku? mencari tahu mengapa tempat ini kebakaran? kapan? lalu bagaimana dengan anak-anak panti lainnya?"


Kiara bersemangat sekali, matanya yang sayu dan terlihat memohon, juga kedua tangan mungilnya menggenggam kedua lengannya membuat Alex merasakan kebanggan dan kepuasan yang hakiki.


Alex akan sangat suka ketika dia dibutuhkan oleh istrinya.


"Tentu saja bisa, hanya dalam sekejap semua informasi yang kau inginkan bisa aku dapatkan, tetapi sebelum itu aku menginginkan sesuatu ..." balas Alex mengangkat dagunya seperti biasa.


Matanya menatap tajam lalu meraih dagu istrinya, membuat Kiara sudah berpikiran hal yang tidak-tidak.


'Apakah dia mau meminta melakukan hal nakal itu lagi?'


'Lelaki ini mesum sekali, kenapa disaat seperti ini mau meminta itu?'


'Digedung bekas kebakaran dan terbengkalai ...'


Benak Kiara sudah menggila sekarang, dia telah beradaptasi dengan cara pikir Alexander yang selalu nakal, jadi hal ini sebenarnya wajar saja.


Pipi Kiara merona namun matanya melihat curiga kearah suaminya.


"Pfft ... " Alex terkekeh kecil.


Lalu ia membisik di dekat telinga Kiara.


"Sayang ... apa yang kau pikirkan sampai pipi mu memerah? kau nakal sekali ..."


"Aku ingin mengajakmu berkencan seharian itu saja! memangnya aku mau apa lagi?"


"Sebelum aku benar-benar sibuk, aku ingin menghabiskan waktu seharian bersama istriku!"


Alex meraih tangan istrinya itu lagi dan menuntunnya menuju mobil.

__ADS_1


Dimana sekarang Kiara sudah malu sendiri sebab memikirkan hal yang tidak tidak barusan.


***


Disaat yang bersamaan,


Arka Grey yang tidak sadar sampai ke kediaman Layla memutuskan untuk mampir saja, lagian dia juga tengah mengejar cinta sang pujaan hati jadi dia harus melakukan nya secara maksimal.


Layla sedang bersiap-siap menuju rumah sakit pagi itu, walau dia sudah dinyatakan sembuh dari penyakitnya akan tetapi dia masih harus melakukan pemeriksaan berkala untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.


Jadi saat Arka memasuki kediaman Layla, mereka berpapasan di ruang depan rumah.


Mata Layla melebar dan entah mengapa langsung gugup dan salah tingkah.


Mungkin karena mereka melewati malam bersama secara intim atau mungkin karena Arka telah menyatakannya perasaannya, yang mana pun itu, Layla tidak mengerti yang ia tahu hanyalah dia malu dan salah tingkah sekarang ini.


"Loh Ay, mau kemana pagi-pagi begini?"


Arka tentu melihat penampilan Layla yang sudah rapih hendak pergi ke luar rumah.


(Ay, adalah panggilan akrab Arka dan Alexander kepada Layla, setiap orang yang dekat dengan Layla sering memanggilnya dengan sebutan Ay)


Jika Layla tengah malu atau gugup akan kelihatan sekali, dan itu adalah sisi menggemaskan Layla bagi Arka.


"Bukankah kau sudah sembuh? ayo aku antar saja ..." seru Arka tanpa sadar menggenggam tangan Layla dan menuntunnya melangkah menuju mobil yang ada di luar.


"Deg ... Deg ... Deg!"


Layla memerhatikan tangannya yang di genggaman oleh lelaki yang baru menyatakan perasaan nya ini.


Entah mengapa keberadaan Arka menjadi sesuatu yang berbeda bagi Layla setelah Arka menyatakan perasaan nya.


Layla menjadi ingat setiap detail kenangannya bersama Arka sejak ia kecil.


Yang selama ini ingatan itu hanyalah dipenuhi oleh Alexander, sekarang samar-samar Layla mulai mengingat jika sejak dulu Arka juga selalu berada di sisinya.

__ADS_1


Dan selalu mengalah kepada apapun yang ia inginkan.


***


Disisi lain,


Sin dan Fin tengah melakukan misinya dengan baik, atas bantuan Arka dan kemampuan IT milik Yuza, para pemangku kepentingan yang hendak merekrut Sin selaku pemilik perusahaan yang sebenarnya adalah anak perusahaan dari keluarga Grey.


Namun khusus untuk misi besar ini, perusahaan itu di jadikan atas nama Sin, dan seluruh data agar tidak bisa dideteksi oleh musuh sudah diatur sedemikian rupa oleh Yuza.


Misi ini benar-benar telah dipersiapkan dengan sangat matang, dan langkah Alexander untuk tidak melakukan rencana secara terburu-buru dan terbuka adalah tindakan yang sangat tepat.


Sebab musuh mereka kali ini adalah sebuah organisasi yang sepertinya adalah organisasi paling gelap dan berkuasa.


Sin menerima undangan yang dikirim email yang dibuatkan oleh Yuza, dan logo email misterius yang hendak menjadikan Sin sebagai pengganti George Serge sungguh mengejutkan mereka.


Logo email itu adalah Dawn, dimana huruf D nya sama dengan lambang yang ada di cincin kakek Alexander.


Ini sudah merupakan lampu hijau dan misi mereka telah menemukan sasaran yang tepat.


Musuh mereka telah benar-benar memakan umpan dari Alexander.


"Ingat Fin ... nanti jangan melakukan tindakan kekerasan apapun, kita harus menyelesaikan misi secepatnya!"


"Pasti mereka juga dalang di balik pembakaran desa kita!"


Sin memberikan peringatan kepada saudaranya, Fin agar tidak melakukan kekerasan sedikitpun.


Karena Sin yakin, semakin mereka melangkah maka semakin berat tantangannya, apalagi di saat misi ini berjalan pasti mereka akan bertemu dalang yang memerintahkan seluruh desa mereka dibakar habis.


"Baiklah ... percaya saja padaku, aku juga ingin menyelesaikan misi dengan cepat, aku sudah sangat ingin bersenang-senang!"


Ketus Fin sudah bosan dengan misi ini, namun harus tetap ia laksanakan dengan optimal demi pujian dan bonus dari Bos Alexander.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2