Belenggu Hasrat Sang Mafia

Belenggu Hasrat Sang Mafia
Jadi simpanan?


__ADS_3

Episode 60: Jadi simpanan?


***


Di kediaman Alexander Grey,


“Pak Roy, letakkan gadis ini di kamar paling ujung! Pastikan dia tidak bangun sampai besok siang!” perintah Alexander pada Pak roy menyerahkan Sarah Serge padanya.


“Sa … sampai siang? Tapi bagaimana Tuan?” seru Pak roy pada Alexander Grey dengan wajah kebingungan dan tanda tanya.


“Itu tugasmu mencari tahunya, aku lelah!” balas Alexander langsung pergi ke kamar pribadinya, menyerahkan Sarah Serge pada Pak Roy, dimana Pak Roy diembankan tugas yang aneh lagi.


“Apakah gadis bodoh itu sudah tidur?” Alexander membuka kamar pribadinya, dia segera melihat Kiara sedang duduk di kursi sofa yang ada di kamarnya.


Alexander tersenyum kecil saat mengetahui jika Kiara belum tidur, “Apakah dia menungguku pulang?” gumamnya melonggarkan dasi yang ia pakai.


Dia segera datang kearah Kiara yang langsung berdiri saat melihat Alexander sudah masuk ke kamarnya.


“Tu … tuan,” seru Kiara kelihatanya gugup dan takut saat melihat Alexander masuk kedalam kamarnya.


Alexander tersenyum menyeringai dan duduk di dekat Kiara, “Kenapa? Apakah kau menungguku pulang?” tanya Alexander berpangku tangan dan melihat tajam kearah Kiara.


“Glek!”


Kiara menelan salivanya karena gugup dan takut, “I … iya Tuan, ada yang ingin aku bicarakan,” sahut Kiara dengan kedua tangan ada didepan karena gugup.


Alexander melihat gelagat Kiara, dia memiringkan wajahnya dan segera menarik tangan Kiara sampai terjerembab ke pangkuannya.


“Katakanlah, aku akan mendengarkan,” bisik Alexander membisik ditelinga Kiara sembari mencium wangi tubuh Kiara.


“Dia tidak bau seperti si Sarah itu, parfum apa yang dikenakan gadis bodoh ini,” gumam Alexander memejamkan matanya dan mencium wangi tubuh Kiara yang membuatnya seperti sedang mabuk dan melayang.


Kiara terkejut saat Alexander tiba-tiba menarik tangannya dan sekarang dia duduk di pangkuan Alexander.

__ADS_1


“Tidak bisa, dia membuatku seperti wanita yang bisa dipermainkan begitu saja, aku memiliki harga diri dan juga disini aku hanyalah pelayan bukan kekasih atau apapun, tidak boleh melewati garis dan melakukan hal yang lebih dari ini,” benak Kiara mengeraskan hatinya.


Saat melihat Alexander membawa gadis lain pulang ke rumahnya, Kiara sadar jika selama ini dia telah lupa jika lelaki ini bukanlah lelaki yang bisa menjadi tempatnya berlabuh, suatu saat dia akan dibuang, jadi untuk menjaga hatinya dan memperjelas segalanya, dia harus menekankan hal itu sekarang.


***


Kiara langsung mendorong Alexander dan kembali berdiri.


“Maafkan saya Tuan, tetapi sa … saya ingin berbicara serius, tolong Tuan juga jangan sembarangan menarik saya dan melakukan sesuatu tanpa ijin saya,” ucap Kiara dengan suara yang gugup dan bergetar.


Tentu saja dia takut, tetapi dia tidak boleh dijadikan seperti wanita murahan dan dipermainkan lelaki ini, hanya karena dia bisa melakukan apa saja.


Alexander melihat gelagat aneh Kiara, matanya memicing dan rasa tidak suka saat ditolak menggeliat di dadanya.


Matanya semakin tajam senyuman menyeringai yang tadi tergambar diwajahnya berubah menjadi muram dan menyeramkan.


Dia menarik Kiara lagi, tetapi sekarang lebih kuat dan keras, dia membuat Kiara tidak bisa bergerak dan melepaskan diri lagi.


“Tuan, apa yang kau lakukan, lepaskan aku, ti ….” Belum sempat Kiara melanjutkan ucapannya, Alexander langsung mencengkeram pinggang Kiara kuat sampai Kiara merasa sedikit kesakitan.


“Aku mungkin bersikap baik padamu gadis kecil, tetapi kau harus tahu diri dan jangan membuat sesuatu yang membuatku marah, jika tidak ingin melihatku melakukan hal mengerikan! Kau mengerti?!” bisik Alexander dekat sekali di telinga Kiara.


Bisikan itu terasa sangat menyeramkan, bahkan membuat Kiara bergetar ketakutan dan terdiam, dia seperti sedang disergap oleh binatang buas dan hendak dimangsa.


“Sekarang, katakan apa yang ingin kau katakan!” seru Alexander lagi, tanpa melonggarkan sedikitpun pelukannya.


“Glek!”


Kiara semakin takut, rasanya juga sedikit sesak karena Alexander memeluknya erat sekali.


“Mengenai Kak Bella dan orangtua angkat ku, Tuan, aku sudah memaafkan mereka, jadi Tuan, aku mohon untuk Tuan memaafkan mereka juga,” ucap Kiara langsung mengatakan apa yang hendak ia katakan, dia tidak ingin berada di posisi ini terus.


“Ho? Aku jadi ingin tahu apakah kau memang bodoh atau naif, melepaskan orang-orang yang mencelakai mu dan menjebak mu,” Alexander menggenggam tangan Kiara.

__ADS_1


“Kau sudah memiliki kekuatan di tanganmu, kenapa kau tidak hancurkan mereka saja, balaskan dendam mu, kau hanya tinggal bilang padaku dan semua akan aku bereskan!” bisik Alexander seperti seorang iblis yang sedang menghasut seseorang untuk melakukan dosa.


Akan tetapi ....


Kiara menarik tangannya dan menunduk takut sekali, “Tu … Tuan, mereka tetaplah keluarga ku, jadi, aku mohon untuk melepaskan mereka,” balas Kiara dengan tubuh yang sangat bergetar ketakutan.


“Baiklah, aku akan lakukan, tetapi aku tidak melakukan sesuatu secara gratis aku punya syarat! Apakah kau mau lakukan?” bisik Alexander dengan ekspresi yang tidak bisa dibaca oleh Kiara.


“A … apa Tuan?” tanya Kiara sudah sangat gugup, jika digambarkan dia seperti sedang disidang sekarang.


Alexander menyeringai dan menarik tangan Kiara kembali, “Aku sudah memikirkan hal ini, aku suka wangi tubuhmu, aku tidak benci saat kau ada di dekatku, sampai waktu perjanjian kita, bagaimana jika kau menjadi simpanan ku, kau tahu kan simpanan yang melakukan segalanya dan akan dibayar dengan uang?”


Mata Kiara terbelalak saat mendengar hal itu, tubuhnya membeku, aura menyeramkan Alexander seperti melahapnya dan membuatnya susah untuk berbicara.


Nafasnya menjadi berat, rasa seperti dikhianati, tidak, sesuatu yang lebih sakit dari itu sedang menghancurkan Kiara sekarang.


“Aku tidak mau, kenapa aku harus menjadi simpanan mu? Kenapa aku harus menuruti perkataan mu, kenapa aku harus terjebak dengan seseorang yang menyeramkan seperti mu, kenapa?” dengan tangan yang menggenggam erat dan kuat, dan air mata yang sudah menetes, Kiara mengeluarkan rasa sakitnya, dia ingin tahu mengapa dia selalu saja dimanfaatkan.


“Karena kau selalu saja ingin menolak ku, kau selalu ingin pergi dariku, aku ingin menjadikanmu milikku selama masa kontrak kita, aku ingin tahu setelah aku menikmati mu, apakah aku akan tetap menginginkan mu? disamping itu, aku akan mengabulkan apapun yang kau inginkan, aku akan menarik semua rumor yang ku sebarkan mengenai keluargamu terutama kakak angkat mu, aku juga tidak akan menghancurkan perusahaan ayah angkat mu,”


“Kau juga akan kuliah tanpa memikirkan biaya apapun, bagaimana bukankah penawaran ku sangat bagus?” seru Alexander menarik tangan Kiara dan mencium jemarinya.


Mata Kiara melebar saat mengetahui semua yang dikatakan oleh Alexander mengenai ancamannya kepada keluarga angkatnya, karena itulah ternyata Bella dan ibunya terlihat ketakutan sekali tadi.


Nafasnya mulai tidak beraturan, “Ka … kalau aku tetap tidak mau?" seru Kiara terdengar semakin takut dan gugup.


“Aku tidak akan memaksa, tetapi mungkin besok yayasan keluarga angkat mu mungkin sudah lenyap, kau pastinya sudah sadar jika aku bisa melakukan apa saja!” ucap Alexander menyeringai.


Entah kenapa malam itu dia menunjukkan wajah aslinya pada Kiara.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2