Belenggu Hasrat Sang Mafia

Belenggu Hasrat Sang Mafia
Sekarang peluk aku.


__ADS_3

Episode 69 : Sekarang peluk aku.


***


Setelah kejadian bagai rollercoaster yang dialami oleh Kiara berakhir, akhirnya Kiara bisa lega karena Alexander sudah pergi melakukan urusannya, hanya beberapa saat akhirnya Kiara bisa melepas ketegangannya dan istirahat sejenak.


Kiara merebahkan dirinya di kasur milik Alexander, dia melihat langit-langit ruangan dan memikirkan tindakan mengejutkan Alexander hari ini.


“Dia membelaku tetapi aku menjadi sangat takut padanya, aku ingin perjanjian kami segera berakhir dan lepas darinya, dia terlalu menyeramkan dan menakutkan untukku!" ucap Kiara pada dirinya sendiri.


Dia ingin sekali bisa lepas dan pergi dari hidup Alexander yang selalu membuat jantungnya tidak tenang, dia ingin enam bulan segera berlalu.


Tanpa menunggu lama, karena adrenalin nya telah terkikis sedari tadi membuat Kiara akhirnya tidur terlelap.


***


Sedangkan sekarang ini, lagi-lagi supir Alexander dibuat syok, Alexander akhir-akhir ini suka senyum senyum sendiri dan wajahnya merona, seolah ada hal yang baik sedang terjadi padanya.


Alexander sekarang ini sedang akan melakukan pertemuan dengan George Serge, jika dari pesan yang diterima oleh Alexander, malam ini George akan membawakan orang yang sangat penting untuk membantu mereka membangun bisnis di atas lahan yang baru dikuasai oleh Alexander Grey.


Disamping itu, mereka akan membahas lebih dalam mengenai pernikahan antara Alexander dan Sarah Serge, karena jika ingin melakukan kerjasama antara kelompok mafia, syaratnya adalah Alexander harus menikahi Sarah agar meminimalisir penghianatan dan kerugian yang tidak diinginkan nantinya.


***


Sedangkan Sarah yang harusnya ikut datang ke perjamuan sudah dihasut oleh Alexander agar pergi ke suatu tempat, dengan begitu tanggal pernikahan mereka akan semakin diundur dan memberikan waktu bagi Alexander untuk mengusut lebih dalam mengenai tujuan utama dari perkumpulan keluarga Serge ini.


Seperti dugaan Alexander, orang penting yang disebut oleh George Serge adalah bagian dari keluarga Serge juga, seolah semuanya sudah disengaja oleh perkumpulan itu, seperti ingin menguasai Alexander Grey dengan berbagai trik yang mereka lancarkan.


Tetapi mereka lupa jika Alexander Grey bukanlah seseorang yang bisa dihasut apalagi dikendalikan, sekarang saja Alexander Grey sudah memikirkan rencana berlapis dimana saat dia tahu motif utama perkumpulan ini, dia ingin menghancurkannya dan mengambil semua aset mereka, karena itulah Alexander membutuhkan lebih banyak waktu lagi.


***


Waktu akhirnya berlalu, semuanya berjalan sesuai dengan skenario yang diatur oleh Alexander, tetapi demi kelancaran misi besarnya kali ini, dia harus membiarkan Sarah tetap datang ke rumahnya, walau Pak roy harus bekerja keras memberikan obat tidur pada Sarah agar Sarah tidur dan tidak mengganggu Alexander.


Kiara sudah kembali kuliah, sungguh yang dikatakan oleh Alexander semuanya menjadi nyata, tidak ada yang mengatainya lagi, melihat aneh kepada dirinya bahkan lelaki yang mengiriminya pesan melecehkan sudah tidak ia lihat lagi batang hidungnya di kampus itu.

__ADS_1


***


Malam ini, baik Alexander, Kiara dan Sarah sedang duduk di meja makan hendak menyantap makan malam mereka.


Kiara sebenarnya hendak meminta ijin pada Alexander agar diperbolehkan pergi ke acara ulangtahun dan acara tunangan kakak angkatnya, Bella, karena itulah beberapa hari ini dia sangat menurut apa yang dikatakan oleh Alexander padanya.


“Sayang, makanlah yang banyak, jadi saat kita MENIKAH nanti, kau bisa memberiku banyak anak,” Sarah memberikan lauk pada Alexander dihadapan Kiara, sengaja menekankan kata menikah untuk membuat Kiara menyingkir sendiri dari hadapan Alexander.


'Wanita murahan ini sampai kapan ada disini? Mengganggu saja, semua rencanaku jadi kacau karena dia ada disini!’ geram Sarah Serge dalam hatinya mulai semakin tidak suka dengan Kiara.


Tatapan matanya saja semakin tidak enak dilihat jika melihat Kiara.


Saat melihat tindakan Sarah, Alexander langsung memberikan tatapan maut untuk Pak Roy, Pak roy yang langsung terkejut segera menunduk dan melakukan tugasnya.


“Nona Sarah, ini Tuan Alexander sengaja memberikan anda minuman sehat, baiknya anda meminumnya sekarang sebelum khasiatnya menghilang,” Pak Roy segera menyodorkan minuman pada Sarah yang tentunya berisikan obat tidur.


Mendengar hal itu, Sarah sangat senang dan bahagia, “Benarkah sayang? Wah, aku senang sekali,” seru Sarah menguatkan suaranya agar di dengar oleh Kiara.


'Lihat wanita murahan, sebaiknya kau sadar diri dan pergi! Akulah yang dipilih oleh Alexander!' benak Sarah merasa dirinya adalah pemenangnya.


Hanya beberapa saat kemudian, dia mulai merasa mengantuk, dan ....


“Bruk!”


Dia langsung tidur dan pastinya segera dibopong oleh pelayan yang ada di rumah itu untuk segera membawa Sarah ke lantai atas.


Kiara yang melihat semua kejadian itu seperti menonton film thriller penuh pembunuhan, rasanya dia semakin segan untuk mencari masalah dengan Alexander Grey.


'Padahal gadis itu sangat cantik, kenapa Tuan Alexander memperlakukannya seperti itu? Apakah mereka benar-benar akan menikah? Lalu bagaimana dengan Nona Layla? Kehidupan lelaki ini sungguh menyeramkan!' Kiara berbicara pelan sembari geleng-geleng kepala dengan aksi menyeramkan yang ia lihat dengan mata kepalanya sendiri.


“Akhirnya pengganggu pergi juga, aku akan memberikan hukuman pada Pak Roy karena terlalu lama menyingkirkan dia!” ketus Alexander menyingirkan wadah makannya yang sudah berisi lauk yang tadi diambilkan oleh Sarah untuknya.


“Tak … Tak … Tak!”


Sembari menepuk pahanya, dia melihat penuh senyuman kearah Kiara yang sedang memikirkan cara agar bisa pergi ke acara keluarganya besok.

__ADS_1


“Sayang, kemarilah, suapi aku makan,” ucap Alexander menyuruh Kiara datang dan duduk di pangkuannya.


'Baiklah Kiara, pertama, kau harus menurut! Jangan mencari masalah!' gumam Kiara langsung menuruti permintaan Alexander dan sekarang sudah duduk di pangkuan Alexander.


Seperti yang diinginkan Alexander, dia juga menyuapinya, sungguh tanpa perlawanan, tentu saja Alexander senang, tetapi bukan Alexander namanya jika tidak mencium sesuatu yang mencurigakan.


Setelah makan malam, Alexander tidak pergi kemanapun hari itu, dia segera membawa Kiara ke kamarnya, dia mengenakan piyama tidurnya begitu juga dengan Kiara.


Alexander memperhatikan piyama tidur Kiara yang terlalu tebal dan menutupi semua tubuh Kiara, “Hmmm, sepertinya jika di hadapanku kau tidak masalah menggunakan pakaian terbuka, aku akan mengganti semua piyama tidurmu, kemarilah berbaring di sisiku,”


Ucap Alexander berencana mengganti piyama tidur Kiara lagi, menurutnya piyama yang dikenakan oleh Kiara terlalu tertutup, dia ingin Kiara mengenakan pakaian seksii jika di hadapannya.


'Suka-suka kau lah, dia mengatakan segalanya seolah dia adalah jin teko yang bisa melakuan segalanya dalam satu malam!' ketus Kiara tetapi tetap mengikuti ucapan Alexander.


Dia naik ke ranjang dan tidur di sisi Alexander.


“Kurang dekat,” seru Alexander


Kiara mendekat sedikit.


“Masih kurang dekat,”


Kiara mengikuti sembari dipikirannya masih memikirkan kata yang tepat agar bisa pergi besok ke acara keluarganya itu.


Jarak mereka sekarang sudah terlalu dekat, tetapi Kiara masih belum menyadarinya.


“Sekarang peluk aku,” ucap Alexander lagi, dan Kiara mengikutinya.


“Buka bajumu,” ucap Alexander lagi dan barulah Kiara sadar dan mundur dengan cepat sembari menutupi tubuhnya dengan kedua tangannya.


“A … apa? Ke … kenapa aku harus membuka bajuku?” seru Kiara baru sadar dan melihat jika Alexander melihatnya dengan tajam dan senyuman nakal sekarang.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2