Belenggu Hasrat Sang Mafia

Belenggu Hasrat Sang Mafia
S2. Episode 176 : Semakin posesif.


__ADS_3

S2. Episode 176 : Semakin posesif.


***


Setelah membuka bajunya, Alexander dengan lembut menggendong istrinya, lalu membuat mereka berdua berendam dalam bathtub air hangat.


Tangan kokoh Alex melingkar di tubuh istrinya, merasakan air hangat dan hening seperti ini sungguh menghilangkan lelah.


"Sayang ..."


Alex berbicara lembut, sembari mengusap rambut istrinya yang kelihatan rileks sekali berendam.


"Besok, ayo kita kencan ... adakah tempat yang ingin kau kunjungi?"


Untuk pertama kalinya Alex meminta pendapat Kiara mengenai tempat kesukaan yang ingin dikunjungi olehnya.


Kiara terdiam sejenak seolah dia tidak menyangka jika hal ini benar-benar terjadi.


Setelah beberapa saat berlalu, belum ada jawaban dari Kiara seolah dia membisu.


"Sayang ... apakah kau menghiraukan aku? karena kau tahu aku sangat menyukai mu begitu?"


Namun tetap saja, sisi arogan lelaki ini sungguh berada di taraf yang sangat berbeda.


"Umm ... sebenarnya, ada tempat yang ingin aku kunjungi, tetapi sedikit lokasinya sedikit jauh, aku tidak berani pergi sendirian kesana ..."


Kiara akhirnya menjawab, ada satu tempat yang ingin ia kunjungi.

__ADS_1


Sudah lama sekali dia ingin mengunjungi tempat itu akan tetapi dia terlalu segan dan malu kesana.


"Deg ... Deg ... Deg!"


Entah kenapa Alexander menganggap begitu berlebihan jawaban Kiara.


"A ... apakah ada orang yang pernah kau ajak ke tempat itu? apakah hanya aku?"


Alexander memperjelas jawaban Kiara, pipi Alex sudah memerah dan jantungnya sudah berdegup tak karuan.


Dia benar-benar dimabuk cinta oleh istrinya yang menggemaskan ini.


"Iya ... aku memang pertama kali mengajak mu kesana, sebelumnya belum pernah aku mengajak siapapun, karena aku sendiri juga tidak memiliki keberanian datang kesana ..." balas Kiara dengan hati yang mendalam.


Tetapi suaminya yang menganggap segalanya serba romatis sudah tidak bisa menyembunyikan wajah semangat dan pipi memerah.


"Anakku ... terimakasih sudah datang ya, karena mu, istriku yang sangat imut ini semakin agresif dan menyukai Ayah mu ini!"


Alex berterimakasih dengan bayinya yang ada di dalam tubuh istrinya.


Bagi Alexander, ajakan Kiara barusan ke tempat itu, dimana tempat itu hanya dirinya seorang yang pernah diajak itu berarti sama dengan makna rasa suka


Bagi Alex, Kiara baru saja mengungkap rasa sukanya.


Kiata kebingungan, seperti kepercayaan diri, sisi posesif dan arogan suaminya ini semakin bertambah berkali-kali lipat.


Entah mengapa Alex malah menyangkut-pautkan keinginan Kiara mengajaknya ke suatu tempat disamakan dengan ungkapan rasa suka.

__ADS_1


Padahal awalnya Alexander lah yang mengajak Kiara berkencan.


"Sayang ... tentu saja aku mau menemani mu, segalanya akan kuberikan asalkan kau berada di sisiku dan mengisi kekosongan hatiku!" balas Alexander bahagia sekali.


Jika bersama sang istri, dia akan melupakan misinya dan berfokus hanya pada istrinya seorang.


***


Disaat yang bersamaan,


Bian yang sudah berhasil menceraikan Bella secara berkala mencoba menghubungi Kiara, tetapi sudah berapa kali ia menghubungi tetap juga nomor Kiara tidak aktif.


Sepertinya Kiara telah memblokir nomor Bian.


Dengan raut wajah yang begitu pilu dan sedih, Bian merasa Kiata semakin jauh darinya.


Bian merasa jika Kiara benar-benar telah melupakannya, semua kenangan indah dan rasa bahagia yang mereka lalui selama ini.


"Tidak ... aku tidak boleh menyerah, belum saatnya menyerah, pasti Kiara masih memiliki perasaan kepadaku, aku harus menjumpai nya esok hari!"


Bian yang sungguh menyayangi Kiara tidak ingin menyerah, Bian belum juga sadar jika hubungan mereka sudah berakhir sejak Bian membuat Kiara menangis di bar saat lalu.


Kesalahan satu malam itu sungguh mengubah segalanya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2