Belenggu Hasrat Sang Mafia

Belenggu Hasrat Sang Mafia
Ambillah jika kau mau!


__ADS_3

Episode 95 : Ambillah jika kau mau!


***


“Sampai saat ini aku masih menganggap melakukan hubungan intim hanya boleh saat sudah menikah, hubungan seperti itu adalah hubungan suci yang harus dilakukan saat janji suci sudah diucapkan,"


"Tetapi dunia tidak bekerja seperti mimpi dan harapan ku, aku berjuang seorang diri, bertahan hidup seorang diri!"


"Aku butuh melepaskan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu seperti yang aku dapatkan dari lelaki ini, perlindungan dan tempat untuk melarikan diri,”


Kiara memikirkan berbagai hal, berbicara dalam hatinya, dia merasa tidak ada yang gratis di dalam dunia ini, jika ingin mendapatkan sesuatu maka juga harus melepaskan sesuatu.


“Sayang, kau sangat cantik, apakah kau tahu itu?” suara lembut yang melelehkan hati siapapun yang mendengarnya, sembari mengecup jemari Kiara dan menatapnya dengan intens Alexander mengucapkan kata-kata itu.


Benar-benar membuat darah Kiara mendidih.

__ADS_1


Mendengar itu wajah Kiara menjadi merona, dia memalingkan wajahnya, dia hanya terdiam, seperti kelinci yang sudah pasrah dimangsa oleh predatornya.


“Kenapa kau tidak berbicara? Sudah kukatakan jika kau tidak melarang ku, aku tidak akan berhenti,” ditahap ini, Alexander sudah melancarkan aksi awalnya, melucuti pakaian Kiara yang sedang ada di pangkuannya sekarang.


“Alexander, aku tahu kau sudah bersabar dalam waktu yang lama, aku juga tahu aku tidak bisa menolak mu lebih lama, aku tidak memiliki apapun untuk ditawarkan padamu kecuali kesucianku, kau memberikan aku perlindungan, kau bahkan melepaskan aku dari gosip yang ada di kampusku, menghukum orang-orang yang menghinaku dan menarik tanganku seolah kau adalah tameng perlindungan ku,”


Kiara berbicara dengan suaranya yang lembut, nafasnya yang hangat tetapi dengan nada yang bergetar.


“Jika kau akan menyamakan aku dengan wanita-wanita yang kau tiduri, aku tidak apa, hidup memang tidak seindah imajinasiku, ambilah jika kau mau, toh hubungan kita hanya sebatas itu saja, aku memberikanmu yang kau mau dan kau memberiku perlindungan padaku, aku tidak apa, sama sekali tidak apa,”


Sekarang Kiara berbicara lagi dengan sembari tersenyum, melihat kearah mata Alexander dengan senyuman kaku yang familiar bagi Alexander.


Ditahap ini, Kiara sudah mengatakan semua yang ingin ia katakan, jika kesuciannya direnggut kali ini maka tidak akan ada lagi penyesalan bagi Kiara, Kiara juga paham jika dirinya hanyalah wanita mainan yang akan lepas tidak lebih dari lima bulan lagi, jadi dia akan melunasi hutangnya pada Alexander dengan tubuhnya.


Siapa yang sangka, Kiara benar-benar berada ditahap merelakan tubuhnya, dia berpikir secara logis dan jawaban yang ada hanyalah merelakannya saja.

__ADS_1


***


Mendengar ucapan pasrah itu, nafas Alexander yang tadi sudah memanas dan memburu sekarang terdiam, dia melihat wajah polos Kiara, ucapannya yang polos dan apa adanya.


Sudah sampai ditahap ini Alexander benar-benar bisa berhenti dari apa yang sedang ia lakukan.


Satu tangannya meraih wajah Kiara, dan yang satu lagi meraih selimut yang ada di ranjang untuk menutupi tubuh polos Kiara, lalu ia berbicara dengan lembut lagi.


“Apakah kau pernah lihat wanita selain dirimu berada di sekitarku lagi? aku memang suka melakukan itu, aku juga sudah akan gila saat akan melakukannya denganmu, aku akui kau berbeda, bisa membuatku gila sampai seperti ini,”


Alexander kemudian memeluk Kiara didalam dekapannya, tubuh Kiara yang lebih kecil dari tubuh Alexander membuat Kiara tenggelam sepenuhnya dalam dekapan pria ini.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2