Belenggu Hasrat Sang Mafia

Belenggu Hasrat Sang Mafia
S2. Episode 207 : Tidak bisa saling membenci.


__ADS_3

S2. Episode 207 : Tidak bisa saling membenci.


***


Di perusahaan keluarga Grey,


Alexander sudah secara sah diperkenalkan di depan para komisaris dan para pekerja yang memang sudah memiliki jabatan tinggi di perusahaan.


Semua orang terlihat terkejut sekali, mengingat bagaimana selama ini hubungan antara Alexander dan Jhon Grey tidak pernah baik sebelumnya.


Pasti sudah terjadi sesuatu yang penting, oleh karena itulah mengapa Alexandre mau datang ke perusahaan ayahnya.


"Kalian pasti sudah tahu jika aku memiliki putra kedua ... untuk pertama kalinya aku akan memperkenalkan nya di hadapan kalian semua ..."


"Kemarilah Alexander ..."


Jhon Grey begitu bangga memanggil Alexander untuk datang ke podium untuk memperkenalkan dirinya.


Karena sungguh, ini adalah kali pertama Alexander Grey mau diperkenalkan di depan perusahaan.


Mereka sedang berada di aula perusahaan, dimana disana sudah berkumpul semua komisaris dan pemangku kepentingan di perusahaan.


"Tak ... Tak ... Tak!"


Suara langkah kaki Alexander Grey menggema di seluruh ruangan, ketika ia melangkah bisa dirasakan oleh semua orang bagaimana Alexander memang memiliki kesan dan wibawa seorang pemimpin.


Sama seperti ayahnya dan kakak laki-lakinya, Arka Grey, hanya saja Alexander sedikit berbeda, beberapa karyawan yang mengenal Galilea Grey, kakek Alexander maka aura mereka akan benar-benar sama.


Auranya sedikit menekan dan matanya sangat mengintimidasi.


"Perkenalkan, saya Alexander Grey, putra kedua dari Jhon Grey ... kedepannya saya tidak akan terlalu mengurusi perusahaan, tetapi saya mengawasi setiap orang yang ada di ruangan ini ..."


"Saya memiliki tugas saya sendiri, dan salah satunya adalah membantu saudara saya, Jhon Grey dalam menertibkan seluruh karyawan dan jajarannya ..."


"Saya harap kedepannya kita bisa bekerjasama dengan baik!"


Alexander memperkenalkan dirinya dengan singkat, dia tidak mau berbasa-basi.


Yang ia inginkan hanyalah meninggalkan kesan tegas, dimana dengan keberadaannya di belakang layar maka tak akan ada yang berani korupsi atau mengkhianati perusahaan.


Semua orang entah mengapa menjadi tegang oleh kata-kata singkat dari Alexander Grey.


Walau ini adalah kali pertama Alexander menampakkan dirinya di hadapan mereka, namun sungguh Alexander meninggalkan kesan yang begitu kuat.


...

__ADS_1


Setelah Alexander selesai menakuti semua orang dengan kata-katanya yang terselubung ancaman, Arka Grey akhirnya mengambil alih podium itu.


Dan mereka melanjutkan pembicaraan besar mengenai bisnis baru yang akan ia mereka kembangkan bersama keluarga Heiz, Keluarga dari Layla.


Sebelum Ayah Layla datang, mereka semua harus mengadakan meeting besar mengenai beberapa proyek yang akan menjadi pembahasan ketika ayah Layla datang.


Alexander tidak terlalu peduli dengan bisnis, sejak dulu Alexander tidak memiliki ketertarikan dengan hal itu, jadi Alexander tak terlalu mendengarkan.


Yang ada di kepala Alexander hanyalah istrinya saja.


Ketika Arka Grey mengumpulkan data-data dari para bawahannya, dan tengah mengadakan meeting penting, Alexander duduk sembari menyembunyikan tangannya di bawah meja.


Dia menggunakan ponselnya untuk mengirim pesan kepada sang istri yang terus saja memenuhi hati dan pikirannya sejak tadi.


"Sayang ... apa yang sedang kau lakukan?"


Alexander mengirimkan pesan, menunggu beberapa detik tapi tak ada balasan.


Alexander masih ber-positif thinking, jadi dia mengirim pesan lagi.


"Sayang ... aku bosan sekali disini, bisnis seperti ini membuat aku mengantuk, aku sangat merindukanmu sekarang!"


"Aku sudah ingin memelukmu dan bermain dengan si kembar kesukaan ku!"


Alexander tersenyum nakal, dia mencoba menggoda istrinya melalui pesan.


Bagaimanapun, Kiara sedang menghabiskan waktu bersama Ibu mertuanya dan Layla.


Walau Kiara masih sedikit canggung ketika bersama Layla, akan tetapi Kiara sangat nyaman bersama Ibu mertuanya.


Dan ini adalah kali pertama Kiara bisa bermain dengan bebas dan becanda bersama wanita lain.


Walau Alexander tidak akan keberatan menemani Kiara jika berbelanja, namun tentulah rasanya berbeda ketika berbelanja dengan sesama wanita.


Sesama wanita akan sangat mengerti satu sama lain dan banyak hal yang akan dibicarakan.


Jadi bisa dibilang, hari ini Kiara sangat bersenang-senang walau awalnya dia gugup.


...


Di mall,


Sejak tadi Kiara memilih-milih baju bayi, dia melihat betapa mungil baju yang ia pegang, bagian ada sepatu bayi yang sangat lucu.


Baju berbentuk karakter animasi, princess, dan banyak lagi.

__ADS_1


Bahkan banyak mainan anak-anak, segala hal yang berbau bayi entah mengapa seperti surga bagi Kiara.


"Ini sangat menyenangkan, baju-baju ini sangat lucu ..." seru Kiara gemas sendiri ketika menggenggam sebuah bahu mungil berwarna biru di tangannya.


Dia belum tahu jenis kelamin anaknya, namun warna biru bisa untuk semua jenis kelamin jadi menurut Kiara tidak apa membelinya.


"Iya kan, lucu sekali ... aku juga tidak sabar ingin memiliki baby dan membelinya!"


Tanpa sadar Layla yang juga memiliki spot penting dengan anak kecil di hatinya merasa gemas melihat banyak sekali baju baby yang lucu-lucu disekitarnya.


Sampai ia tidak sadar jika dia menjawab pernyataan Kiara.


Hal itu spontan membuat keduanya gugup dan canggung.


Hubungan antara Kiara dan Layla bisa dibilang terbilang aneh, bagaimanapun dalam kenyataannya Kiara memang benar-benar telah merebut tunangan Alexander.


Namun disaat yang sama Layla malah akan menikah dengan kakak laki-laki Alexander, jadi hubungan itu membuat keduanya merasa aneh namun tidak saling membenci.


Malahan sejak awal, baik Kiara maupun Layla memiliki kekaguman satu sama lain diantara mereka.


"Lihat ... Ibu memborong banyak peralatan baby, Ibu tidak sabar lagi ingin menggendong cucu." Dahlia sudah membawa satu troli penuh barang-barang baby, baik baju, mainan dan masih banyak lagi.


Hal itu mengejutkan Kiara dan Layla, keduanya jadi saling bertatap dan tertawa satu sama lain.


"Pfft ... ha ha ha!"


"Lucu sekali, sepertinya kita memang ditakdirkan untuk sering bertemu selamanya, kita bahkan akan jadi keluarga, ini sangat lucu ..."


Layla tak bisa menahan tawanya, melihat kegugupan dan rasa canggung antara dirinya dan Kiara entah mengapa sangat lucu baginya.


Apalagi sekarang mau tidak mau mereka akan menjadi keluarga, entah mengapa Layla merasa hubungan antara dirinya sangat rumit namun lucu karena sejak awal mereka tidak bisa membenci satu sama lain.


Tak hanya Layla yang merasa jika semuanya ini sangat lucu, Kiara juga demikian, dia merasa dia sepertinya memang telah terikat dengan Layla, seperti sudah ditakdirkan berteman sejak dulu.


Oleh karena itulah mengapa sejak awal mereka tidak bisa saling membenci.


Sejak itu, mereka merasa sangat dekat satu sama lain, sama seperti pertemanan biasanya, jika sudah ada pertengkaran dan perselisihan maka entah bagaimana pertemanan itu akan semakin erat dan kokoh.


Begitu pula dengan Kiara dan Layla.


Kiara yang bersenang-senang dengan keluarga barunya itu, tidak tahu saja jika sudah ada seseorang yang uring-uringan dan menunggu balasan pesan dari Kiara secepat mungkin.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2