
Episode 46 : Aku harus segera bangun dan pulang.
***
“Tuan,”
Kiara berbicara dengan lembut, walau hatinya sakit saat harapan yang tidak ia duga tumbuh telah hancur, membuatnya mendapatkan sebuah keputusan.
“Hmm?” seru Alexander dekat sekali dari wajah Kiara, mereka berada dalam jarak yang sangat dekat, Alexander Grey menunduk agar bisa dekat dan melihat wajah Kiara dari dekat.
“Nona Layla, dia sangat cantik...”
Ucapan Kiara berhenti sebentar, dia mengepal tangannya dan memusatkan keputusannya.
“Seperti yang sudah Tuan dengarkan, Nona Layla sangat mencintai anda, saya tidak memiliki keberanian yang lebih untuk menjadi penghalang, saya sadar dimana tempat saya seharusnya berada,”
“Tuan, jika aku memberikan diriku kepadamu malam ini, apakah kau akan melepaskan aku? Dunia mimpi disini memang membuatku merasa terhibur, tetapi aku harus segera bangun dan pulang, ke tempat dimana aku seharusnya berada,”
Dengan tubuh yang bergetar dan keputusan yang bulat, dia mulai membuka kancing bajunya satu persatu di hadapan Alexander Grey.
Dia sudah melihat rasa sakit yang dirasakan oleh Layla, mereka merasakannya hal yang sama, yaitu menderita karena orang yang dicintai berselingkuh.
__ADS_1
Sebagai seorang wanita yang merasakan hal yang sama, Kiara merasa tidak boleh terus-terusan berada di sisi Alexander.
“Aku harus pulang dan bangun dari mimpi ini, Tuan boleh melakukan apa saja kepadaku malam ini, aku akan memberikan segalanya asal kau melepaskan aku, dan kembali kepada Nona Layla,”
Kiara sudah tahu dia tidak memiliki apapun sebagai penawaran, yang ia miliki hanyalah dirinya jadi dia akan mengorbankan dirinya agar bisa pergi dan tidak menjadi wanita penghalang.
“Ho? Jadi kau sudah memutuskan untuk menjual dirimu kepadaku? tetapi sayang, kau tidaklah lebih berharga dari wanita yang selama ini aku tiduri, apa yang membuatmu sangat percaya diri jika aku meniduri mu maka kau bisa pergi?” bisik Alexander menyeringai.
Nafasnya sudah berat, mengetahui gadis bodoh ini mengorbankan dirinya lagi hanya untuk seseorang yang baru ia kenal membuat Alexander menyadari betapa lemahnya Kiara.
Alexander langsung paham mengapa orang selalu memanfaatkan kebaikan Kiara.
Karena sekarang saja, Kiara hendak memberikan kesuciannya demi orang yang baru ia kenal yaitu Layla.
***
Suaranya terdengar goyah karena telah memaksakan dirinya.
“Tidak apa Tuan menganggap aku sebagai wanita murahan yang menjual diri, itu lebih baik dibandingkan mengetahui ada orang lain yang menderita karena keberadaan ku,”
“Jika tubuhku juga kurang sebagai penawaran aku bisa bekerja sangat keras untuk mengganti rugi karena telah melanggar kontrak, aku akan menambah pekerjaan paruh waktuku, aku akan menyicil dan membayarnya sedikit demi sedikit,”
__ADS_1
“Aku... ingin kembali ke tempat dimana aku seharusnya pergi,”
Kiara melanjutkan ucapannya, dengan nada yang bergetar dan senyuman yang dipaksa, air mata yang ia sembunyikan dan rasa malu dan sakit yang ia pendam.
Alexander melihat semuanya, dia melihat wajah takut dan lemah Kiara, Alexander tahu jika Kiara telah mengerahkan semua yang ia bisa hanya untuk mengatakan menyerahkan dirinya.
Dia melihat luka di lutut Kiara, perbannya sudah sedikit lepas, tetapi Kiara tetap berbicara panjang lebar, walau dengan nada yang bergetar dia tetap tersenyum dan mencoba memberanikan diri menyerahkan dirinya.
“Sial! Jika dia terlihat selemah dan sebodoh ini aku jadi semakin ingin melindunginya!” ketus Alexander menggigit bibir bawahnya.
Tidak tahu apa yang ia rasakan, dia hanya ingin memberikan perlindungan pada Kiara yang menurutnya terlalu bodoh.
“Jadi ...”
Kiara hendak melanjutkan ucapannya yang menutupi rasa malu dan ketakutannya sampai tiba-tiba tanpa ia sadari, Alexander sudah degan cepat mencium dirinya dengan sangat menuntut dan kuat.
.
.
.
__ADS_1
.