
S2. Episode 206 : Kegiatan Alexander Grey dan Kiara.
***
Setelah sarapan pagi yang sangat berharga itu usai, Alexander harus pergi ke perusahaan ayahnya untuk mengurus sesuatu.
Arka harus tetap menjadi pemimpin di perusahaan dimana disaat yang bersamaan Alexander juga harus menjalin hubungan erat dengan Nelson Dutch, seseorang yang sangat sulit ditemui.
"Sayang ... apa rencana mu hari ini? haruskah aku pulang lebih cepat? apakah kau akan bosan tanpa aku?" Alexander menanyai banyak hal.
Sebelum ia pergi ke perusahaan, dia mengenakan pakaian rapih, dan sekarang Kiara tengah memasang dasi untuk suaminya.
Dengan ekspresi tersenyum dan bangga, Kiara berhasil memasang dasi yang sangat rapih dan sempurna.
"Aku akan pergi ke mall bersama Ibu mertua dan Layla, hari ini aku pasti bersenang-senang, jadi lakukanlah apa yang mau kau lakukan jangan terlalu khawatirkan aku." balas Kiara mengusap bahu Alexander seperti memastikan pakaian suaminya sudah benar-benar rapih.
Alexander tentu senang jika mendengar istrinya akan memiliki kegiatan bersama ibunya, namun Alexander tidak akan terima jika Kiara lebih bahagia bersama ibunya dibandingkan dirinya sendiri.
Alex langsung memeluk istrinya erat sekali, mengusap rambut istrinya sebelum pergi.
"Kau harus merindukan aku hari ini, aku akan menghubungi mu setiap waktu, kau harus menyempatkan waktu untukku, jika kau tidak mengangkat panggilan dariku, aku akan menjemputmu langsung entah apapun yang terjadi ..."
"Juga sudah tugas ku selalu khawatir kepadamu dan bayi kita, jadi jangan pernah memintaku untuk jangan khawatir! apakah kau mengerti sayang?"
Alexander menggemaskan sekali, sisi posesif nya akhir-akhir ini sangat berlebihan namun tidak mengerikan seperti sebelumnya.
"Hmmm ..."
Kiara menghela nafasnya panjang dan membalas pelukan suaminya.
"Baiklah, lakukanlah yang terbaik hari ini, aku berjanji akan mengangkat panggilan darimu ..." balas Kiara sudah tahu cara menangani keposesifan suaminya.
"Tok ... Tok ... Tok!"
Pintu diketuk oleh pelayan dan memberitahu kepada Alexander jika sudah waktunya pergi ke perusahaan.
"Sayang ... aku pergi dulu ya, ingat pesanku, jika ada sesuatu yang terjadi dan menyulitkan mu segera beritahu aku!" seru Alex langsung mengecup dahi istrinya berulangkali.
Serta memeluk tubuhnya erat sekali sebelum pergi.
Layaknya pengantin baru, Alexander merasa berat sekali meninggalkan istrinya walau hanya sebentar, jika bisa sebenarnya Alexander ingin membawa istrinya kemanapun ia pergi.
__ADS_1
"Hati-hati di jalan sayang ..." seru Kiara tersenyum melihat suaminya pergi keluar dari kamar mereka.
Setelah itu Alexander pergi ke perusahaan bersama Arka Grey dan juga ayahnya, John Grey.
Sedangkan Kiara sedang bersiap-siap untuk pergi ke mall bersama ibu mertua dan Layla.
***
Di mobil Alexander,
"Bos, aku sudah mendapatkan jadwal akurat dari Nelson Dutch, besok sore dia akan pergi ke sebuah rumah sakit jiwa, dimana setelah aku telusuri, rumah sakit itu disponsori langsung olehnya, dan beliau berkunjung kesana hampir setiap hari di jam yang sama ..."
"Namun mengenai pasien yang ia kunjungi tidak aku ketahui karena tidak ada data nya sama sekali."
Yuza memberikan laporan mengenai Nelson Dutch seseorang yang tidak pernah terbuka di depan publik akibat sebuah insiden yang tidak seorangpun tahu.
Yuza juga sudah mencoba menghubungi Nelson Dutch secara resmi namun langsung ditolak oleh orang kepercayaannya yang selalu ada di sisi Nelson Dutch.
Jadi Alexander harus mencari cara sendiri untuk bisa bertemu dengan Nelson Dutch.
"Baiklah, mengenai laporan kebakaran panti asuhan dari istriku, folder nya sudah rapih semua kan? berikan semua kepadaku hari ini, esok sore aku akan langsung menjumpainya, rencana kita harus selesai secepat mungkin!" seru Alexander dengan jelas kepada Yuza.
Bagaimana rencana mereka harus diselesaikan dengan cepat.
"Baik Bos," seru Yuza segera melakukan perintah sesuai dengan instruksi bosnya.
Ketika panggilan itu usai, Alexander sudah sampai di perusahaan adidaya milik ayahnya, hari ini dia akan diperkenalkan secara resmi oleh ayahnya dan Arka sebagai salah satu posisi penting di perusahaan, walau memang tidak akan terlalu ambil andil dalam beberapa proyek di perusahaan.
***
Beberapa saat kemudian,
Untuk kali pertama Kiara memberanikan dirinya pergi lagi ke keramaian, ke tempat dimana dia sebenarnya tidak suka dahulu karena selalu dibanding-bandingkan dengan Bella.
Namun sekarang dia bersama Ibu mertuanya dan Layla.
Ketika mereka sampai, banyak orang langsung menjadikan mereka sebagai spot utama.
Bagaimanapun baik Kiara, Layla dan bahkan Dahlia memiliki rupa yang sangat cantik dengan keunikan masing-masing.
"Astaga ... bukankah itu Layla? yang saat lalu diumumkan menjadi tunangan Alexander Grey?"
__ADS_1
"Yang di sampingnya itu Ibu kandung Alexander kan?"
"Lalu yang bersama mereka siapa ya? sepertinya pernah aku lihat entah dimana ... dia terlihat lebih muda dari kedua orang itu,"
"Ah ... bukankah dia Kiara? anak angkat dari keluarga Bella? aku dengar selama ini dia menderita, tapi sepertinya dia sudah lebih baik sekarang, bahkan bergaul dengan para wanita kalangan atas ..."
"Aku penasaran apa hubungan Kiara dengan mereka semua ..."
Beberapa orang segera membisik, ada beberapa juga mengambil foto secara sembarangan dan membuatnya trending di media sosial.
Sedangkan Kiara, dia bisa merasakan tatapan melihat kearah mereka, Kiara sedikit gugup.
Entah mengapa setiap banyak orang memerhatikan nya maka ada ketakutan dan kekhawatiran tersendiri bagi Kiara.
Kiara memang memiliki pengalaman yang kurang baik mengenai tatapan orang-orang.
"Jangan perhatikan mereka, kita kesini kan mau bersenang-senang, apakah kau mau Ibu mengosongkan mall ini? jika kau tidak nyaman ... Ibu bisa melakukan itu dengan cepat."
Layla menyadari kegugupan Kiara, ketika mereka melangkah bertiga hanya Kiara yang terlihat menunduk dan wajahnya menjadi sedikit pucat karena khawatir.
Ketika mendengar itu, Kiara syok sekali, sampai saat ini juga dia masih saja belum menyadari betapa berkuasanya Ibu mertuanya ini.
Kiara melihat kearah Layla yang juga dengan ekspresi yang sama seperti Dahlia.
"Uhmm ... tidak apa-apa Ibu, jika mall ini kosong aku rasa banyak orang yang akan terganggu, lebih menyenangkan jika banyak orang ... jangan terlalu khawatirkan aku, aku baik-baik saja. Sungguh!"
Kiara berbicara dengan nada yang meyakinkan, mata bulatnya yang menggemaskan itu dan caranya memberikan pernyataan benar-benar lucu bagi Dahlia maupun Layla.
Semakin mereka mengenal Kiara semakin banyak pula pesona yang mereka lihat.
'Aku tidak menduga sikap seperti itu ternyata menurun dari Ibu nya juga ... pantas saja suamiku memiliki sikap seperti itu!'
Benak Kiara geleng-geleng kepala, membayangkan betapa besar keluarga Alexander Grey bisa mengosongkan mall hanya dalam sekejap jika mereka mau.
.
.
.
.
__ADS_1
Author : Maafkan aku guys baru update lagi, jika ada kesalahan tinggal di komen saja ya, biar langsung aku perbaiki 🥺
Btw masih ada dua episode lagi nyusul ya sebentar lagi.