Belenggu Hasrat Sang Mafia

Belenggu Hasrat Sang Mafia
Kau tidak berhak berbicara dan mengeluh sakit!


__ADS_3

Episode 55: Kau tidak berhak berbicara dan mengeluh sakit!


***


Di kediaman Alexander Grey,


Alexander dan Kiara sudah sampai di kediaman Alexander Grey, tanpa berbicara banyak, lagi-lagi Alexander menggendong Kiara sampai ke kamar pribadi mereka.


Pertama membuat Kiara duduk ditepian kasur, Alexander mengambil antibiotik dan membersihkan luka Kiara.


“Ahh, perih,” keluh Kiara saat Alexander mulai membersihkan lukanya.


“Diam! Ini semua karenamu! Kau tidak berhak berbicara dan mengeluh sakit! Sepertinya hanya kaulah wanita yang bahkan tidak bisa menjaga dirinya sendiri!” ketus Alexander dengan suara yang datar dan menekan, bahkan matanya sangat tajam menusuk jiwa Kiara.


“Dia seperti es dan api, membuatku takut tetapi disaat yang sama mengobati ku!” benak Kiara langsung duduk dengan tegap dan sopan.


Berbeda dengan ancaman yang keluar dari mulut Alexander, Alexander meniup luka Kiara yang katanya perih dan mengusapnya dengan sangat lembut.


Setelah itu Alexander bangkit dan berdiri dengan angkuh dihadapan Kiara, berkecak pinggang dan auranya semakin menekan membuat Kiara gugup dan gemetar ketakutan.


“Dua hari, tunggu dua hari sampai kau kembali kuliah, saat itu tidak akan ada lagi yang akan menghinamu!” ketus Alexander masih dengan wajah yang serius, dan sikapnya yang arogan.

__ADS_1


Seperti yang diduga, ternyata Alexander sudah tahu apa yang terjadi, Kiara yang mendengar itu hanya menganggukkan kepalanya, tidak ingin melanjutkan percakapan mengenai apa yang terjadi hari ini di kampusnya.


“Nah sekarang ….” Sembari Alexander berbicara, dia mengangkat dagu Kiara, dia berbicara dari jarak yang sangat dekat.


“Sekarang, jelaskan siapa yang kau tunggu di tempat itu, kau mengatakan Kak Bi tadi, siapa itu Bi? Jelaskan padaku!” seru Alexander dengan wajah yang serius dan menakan.


Ternyata hal yang membuat Alexander semakin marah dan murka adalah karena Alexander tahu dari mata Kiara, jika dia sedang menunggu orang lain, bukan dirinya, dan namanya adalah Kak Bi, karena itulah tadi Alexander melihat Kiara dengan lama dan mencoba meredam amarahnya.


Kiara terkejut saat mendengar itu, tiba-tiba ada rasa takut di hatinya, matanya yang tadi menatap Alexander langsung beralih, dia bingung mengatakan apa yang akan ia jawab.


*Alexander mengeratkan tangannya*


“Apakah dia kekasihmu?” bisik Alexander.


Entah mengapa suara nafasnya bahkan sudah terdengar berat karena memburu.


“Kekasih? lucu, kata kekasih rasanya terdengar sangat tabu di telingaku, dibanding kekasih dia adalah lelaki yang aku cintai tetapi akan menjadi kakak ipar ku,” Kiara menjawab pertanyaan menyakitkan itu dalam hatinya.


“Kak Bi adalah nama temanku, dia bukan siapa-siapa Tuan,” Kiara segera menjawab dengan sedikit gugup.


Bahkan dari matanya saja Alexander sudah tahu jika Kiara berbohong.

__ADS_1


“Ho? Aku peringatkan gadis kecil, aku tidak suka berbagi mainan, jadi selama aku bersamamu kau harus menjauh dari siapapun yang ada di pikiranmu, kau hanya harus berfokus padaku dan mulut ini ….” Alexander mengusap bibir Kiara dan menyeringai, dia kemudian melanjutkan ucapannya dengan cara berbisik.


“Mulut ini hanya boleh memanggil namaku,” bisik Alexander menyeringai.


“Mainan ya? Aku sudah tahu, harusnya aku sudah tahu itu, tetapi rasanya kenapa aneh, tidak seperti pertama kali menyadarinya, kali ini rasanya tidak nyaman, aku memang bodoh, terlalu cepat luluh jika ada orang yang sedikit perhatian dan baik padaku,”


“Tetap saja lelaki ini hanya memberikan aku harapan palsu, tidak akan ada tempat untukku pulang, semuanya hanya imajinasi belaka dan tidak akan pernah terjadi, karena bersamanya hanya akan seperti hidup dalam mimpi, setelah itu aku harus bangun enam bulan lagi,” benak Kiara kembali menyadarkan nilai dirinya dihadapan Alexander Grey.


.


.


.


.


Guys maap ye Kiara nya banyak ngomong dalam hati, wkwkwk soalnya dia kan ga punya siapa-siapa jadi dia terbiasa ngomong dalam hati dan menahan diri untuk menjawab sesuatu sesuai dengan apa yang ia rasakan.


Dia ngelakuin itu buat melindungi dirinya sendiri. hehe


Maap ya ini novel lama ku, jadi banyak berbicara dalam hati pemerannya 😔

__ADS_1


__ADS_2