
Episode 104 : Aku ingin bertemu Kiara.
***
Di dalam pertemuan antara kelompok Serge dan Grey, George Serge selaku kepala keluarga atau ketuanya benar-benar terpedaya oleh Alexander Grey.
Alexander sungguh pandai dalam sandiwaranya, dimata George, Alexander begitu jatuh cinta dengan putrinya, jadi tidak lama lagi, Alexander akan menjadi bagian dari perkumpulan nya.
Yang artinya kelompok mafia Serge dan Grey akan bersatu dan menjadi kelompok adidaya yang ia butuhkan untuk puncak rencananya.
“Menantu, jagalah putriku ya, selamat malam,” George bahkan sudah memanggil Alexander sebagai menantunya, dari situ kita bisa tahu seberapa hebat Alexander dalam bersandiwara.
Alexander kemudian tersenyum, menggenggam tangan Sarah Serge dan menatap Sarah dengan penuh cinta, “Tentu saja, aku akan menjaganya, selamat malam,” seru Alexander tersenyum, lalu seperti itulah akhir pertemuan mereka malam ini.
George Serge dan para orangnya sudah kembali juga Alexander Grey dan para anggotanya juga sudah memasuki mobil mewah mereka.
***
Didalam mobil Sarah Serge tetap menempel seperti perangko, tersenyum merona karena baru saja Alexander menatap mesra dirinya.
__ADS_1
“Malam ini aku janji tidak akan terlelap lagi, jadi kita harus lakukan ya, aku sudah sangat tidak sabar melakukannya denganmu,” goda Sarah Serge mendekap Alexander dengan sangat erat.
Malam-malam sebelumnya, Sarah Serge memang selalu tidur sangat cepat, tidak seperti biasanya, dia bahkan selalu kelelahan.
Jadi dia dan Alexander tidak memiliki kesempatan untuk melakukan hal nakal seperti yang diimajinasikan oleh Sarah Serge.
Sembari menghembuskan asap rokonya, Alexander menyeringai, “Baiklah, akan kita lakukan jika kau tidak tidur ….” Seru Alexander entah mengapa suaranya semakin pelan ditelinga Sarah, sampai tidak ia sadari dia sudah memejamkan matanya.
Sarah Serge memang sudah buta karena cintanya pada Alexander Grey, dia bahkan tidak mencurigai Alexander Grey sedikitpun, mengenai dia selalu tidur lebih awal dan selalu bangun siang, dan tubuhnya yang selalu lelah.
Ya tentu saja karena Alexander selalu membius Sarah, karena itulah mengapa Alexander tidak perlu repot-repot mengurusinya.
Supir yang membawa mobil itu kemudian berhenti ditengah jalan, “Bawa dia, dan buat dia seolah sudah tidur seperti biasanya, aku mau kembali ke mansionku sebentar!” seru Alexander kemudian keluar dari mobil itu.
Di sisi mobil yang berhenti, sudah ada mobil lain, anggota Alexander yang hendak menyupiri Alexander ke mansionnya, sekarang Alexander sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan Kiara, gadis bodoh yang selalu mengisi pikirannya belakangan ini.
Hanya membayangkannya saja sudah membuat senyuman diwajah Alexander, Alexander sedang berencana mau mengerjai Kiara malam ini dengan gaya apa, dia ingin menghibur dirinya dengan mengerjai Kiara.
Dia tidak tahu jika kemarahan lah yang menantinya disana.
__ADS_1
***
“Kiara!” seru Alexander setelah ia sampai didalam mansionnya.
Setelah beberapa puluh menit akhirnya mereka sampai di mansion Alexander Grey.
Alexander tidak memperhatikan jika jam sudah subuh, karena pesta yang larut antara kelompoknya dan Serge membuat Alexander tidak memperhatikan jam.
“Apakah dia tidur?” gumam Alexander tersenyum nakal, menantikan ekspresi terkejut Kiara saat melihatnya pulang.
“Tuan, anda sudah kembali,” seru Pak Roy setelah menyadari jika Tuan nya sudah pulang.
“Aish, kok jadi wajahmu yang kulihat pertama kali? Aku tidak rela, aku ingin bertemu dengan Kiara!” teriak Alexander merasa tidak suka karena saat pertama kali dia sampai di mansionnya, wajah yang pertama ia lihat bukan Kiara melainkan kepala pelayan mansionnya.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa di like guys 😌🤍