Belenggu Hasrat Sang Mafia

Belenggu Hasrat Sang Mafia
Asal mula luka Alexander Grey.


__ADS_3

Episode 138 : Asal mula luka Alexander Grey.


***


Saat Alexander mendengar ucapan percaya diri George, Alexander terdiam dan menatap kearah George Serge.


Dengan ekspresi yang tak bisa dibaca oleh George, mengira jika Alexander telah jatuh ke dalam jebakannya, George melanjutkan ucapan penuh percaya diri.


“Lihat kan? seberapa keras pun kau mencoba, ayah dan ibumu tetaplah lebih berharga!” seru George seolah merasa jika kemenangan sudah berada di tangannya.


Namun kemudian, ekspresi dan reaksi berlebihan dari Alexander mengejutkan George.


“Pfft! Ha ha ha ha! Ke rumah ku? Ke rumah dimana ayahku berada? Ha ha ha, ini adalah lelucon terbaik sepanjang tahun ini!” ledek Alexander sudah mengambil senjata api dari tangan anak buahnya dan sekarang mengarahkannya kearah kepala George Serge.


“Hei, ternyata bukan hanya aku saja yang kau remehkan, tetapi juga ayahku, apakah kau lupa ayahku itu anak siapa? Dia anak satu satunya dari kakek, jika dia mau dia bisa membantai kalian semua hanya menggunakan trik kecil!” bisik Alexander sudah berhenti tertawa dan sekarang sudah serius.

__ADS_1


Mendengar ucapan mengerikan Alexander Grey, George jadi pusing, dia tidak menerima kelahan ini tetapi sebentar lagi dia akan mati.


“Kenapa semua orang dari keluarga Grey selalu menjadi yang terhebat! Kenapaaaaa!” teriak George Serge meluapkan kemarahannya, dia marah sekali, dia harus kalah lagi dan bahkan sekarang kalah dari cucu musuhnya sendiri.


“Hmmm!” Alexander menyeringai tipis.


“Karena kami adalah Grey, kami berbeda, kau itu hanyalah sampah yang sok arogan sialan!” bisik Alexander hendak memantik pelatuk senjata apinya, namun segera ia hentikan.


“Fin, Sin, dan kau Yuza yang sedang mendengarkan dari sana, lelaki ini adalah lelaki yang bertugas untuk membakar kampung halaman kalian, apakah kita bakar hidup hidup saja dia seperti mereka mambakar kampung kalian dulu?” Seru Alexander dengan serius.


“Akan sangat menyenangkan baginya jika dia mati seperti cara ayah dan ibu kami mati, akan sangat menyenangkan baginya jika dia mati sama seperti kematian satu kampung yang sengaja ia bakar, tanpa ampun!” tangan Fin menggeram dan giginya menggertak, matanya membesar dan kemarahannya meluap luap.


“Bos, dia harus hidup, tetapi seperti mati, dia harus tetap bernafas tetapi dia ingin mati, kami bertiga ingin dia menerima siksaan dari kami, kami ingin memastikan pembunuh satu kampung, pembunuh ayah dan ibu kami menderita sampai ia tidak ingin hidup!” geram Fin sampai sampai ia meneteskan air mata mengingat kejadian saat dulu.


Alexander kemudian terdiam, dia melihat George yang sudah seperti mayat hidup seolah tidak bisa menerima kekalahannya yang bahkan seolah tidak seberapa jika dibandingkan kemampuan perkumpulan mafia Grey.

__ADS_1


“Baiklah, lakukan kalian sesuka kalian, aku juga tidak suka saat tahu jika dialah dalang dari kematian keluarga kalian!” seru Alexander memberikan pistol itu kepada Fin.


Dan ….


“Dor!”


Saat itulah sebuah peluru mengenai tubuh Alexander Grey, seolah sudah ada sedari awal yang memata-matai mereka sejak awal.


.


.


.


Author : Semoga kalian selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan yaa, btw Jangan lupa berikan like dan komentar membangunnya. Terimakasih banyak.

__ADS_1


__ADS_2