
Episode 156 : Arka Grey.
***
Disaat yang bersamaan,
Alexander menghubungi kakak tertuanya sembari mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh, hendak mencari ke beberapa bar terkenal untuk menemukan keberadaan Layla.
“Tring … Tring … Tring!”
“Halo Alexander, ada apa? tumben kau menghubungi aku?” Arka Grey menjawab panggilan dari Alex dengan sedikit menaruh curiga.
Sangat jarang bagi Alex menghubungi dirinya, semenjak pertikaian Alex dengan ayah mereka yang tak kunjung damai.
Arka Grey saat ini memang masih ada di kantor.
“Layla sedang mabuk entah di bar mana, bantu aku mencarinya!” seru Alexander pada kakaknya yang juga sebenarnya dekat dengan Layla.
“APA? sejak kapan dia bisa mabuk seperti itu? ck, baiklah … aku akan segera mencarinya!”
Arka Grey tiba-tiba panik, Layla belum pernah mabuk sebelumnya, Layla adalah gadis yang baik, mendengar gadis seperti Layla sampai mabuk seperti tidak nyata.
Akan tetapi karena yang mengatakan adalah Alex maka pasti Layla berada di sebuah bar dan tentang mabuk.
__ADS_1
Arka sudah khawatir jika saja ada orang jahat yang akan memanfaatkan kebaikan hari Layla dan merusaknya disana.
Bagaimana pun .... Alexander, Arka, dan Layla adalah tiga orang yang sudah terikat sejak kecil, Arka merelakan Layla tetap bertunangan dengan Alexander sebenarnya bukan tanpa sebab.
Ketiga orang ini sebenarnya adalah orang-orang baik, tetapi keadaan keluarga membuat mereka menjadi jauh saat dewasa.
Sebenarnya Arka Grey menyukai Layla, tetapi rasa sukanya ia tahan demi kebahagiaan Layla, tetapi sepertinya Arka salah, Arka Grey mengira Alexander menyukai Layla ternyata tidak sama sekali.
Mengetahui Layla mabuk dan seperti bukan dirinya tentu saja membuat Arka Grey khawatir dan dari saat ini dia akan mulai menanyakan adiknya itu.
Mengenai perasaan yang sesungguhnya antara Alexander dan Layla.
Jika memang Alexander tidak mencintai Layla maka Arka Grey tidak akan lagi berdiam diri.
***
Bagi Arka, rasa sayang tidak harus selalu memiliki, rasa bahagia yang berbeda akan muncul saat kita melihat orang yang kita suka bahagia.
Tetapi melihat keadaan yang semakin memburuk antara Alex dan Layla, Arka mulai menyadari jika Alex sebenarnya tidak pernah memiliki perasaan personal seperti hubungan pria dan wanita dengan Layla.
Jika demikian maka Arka akan mengambil tindakan yang lain tentunya.
"Aku tidak ingin mengatakan ini sebagai kesempatan dalam kesempitan, tetapi jika adikku tidak suka dengan Layla bukankah seharusnya aku maju dan mengambil tempat ku?"
__ADS_1
"Layla tidak pantas menangis karena hatinya terlalu lembut, aku akan mengambil langkah yang berbeda mulai dari sekarang!"
Arka mengeratkan pegangannya di kemudi mobil.
Dia tidak terima jika wanita yang ia cintai terus saja menangis karena lelaki lain, dia juga tidak bisa memarahi Alex karena hubungan keluarga mereka sedang rumit.
Juga Arka menyayangi adiknya, walau sangat nakal dan tidak bisa menerima ucapan dari orang lain tetapi Alex tetaplah adiknya yang selalu ia awasi setiap saat.
***
Di sisi yang lain,
Pemberitaan sedang santer memberitakan mengenai hubungan pernikahan antara Bian Agler dan Bella yang sepertinya akan segera berakhir.
Karena Bian telah menggugat Bella ke pengadilan tentang perceraian karena Bella ketahuan selingkuh.
Bain Agler begitu bersemangat, apalagi saat ia tahu jika Kiara sudah tidak lagi memiliki hubungan keluarga dengan Bella.
Dengan begini dia bisa mendekati Kiara sekali lagi.
.
.
__ADS_1
.