
S2. Episode 203 : Suami nakal hanya memikirkan hal nakal!
***
Tak terasa malam akhirnya berlalu, sudah pagi dan Kiara bangun lebih pagi dari biasanya.
Dia ingin menjadi menantu terbaik di kediaman ini, dia harus mengambil hati mertuanya.
Kiara bangkit dan melepaskan pelukan suaminya, dia duduk sebentar dan mengepal tangan menunjukkan semangat juang yang tinggi.
"Semangat Kiara, tunjukkan kemampuan mu, kau harus membawa kehangatan ke dalam rumah ini!"
seru Kiara pelan menyemangati diri sendiri.
"Ummm ... sayang, lagi ... lakukan lagi, hehe ... enak,"
"Sayang ... aku belum selesai, jika kau tidak bisa melanjutkan nya maka aku akan lakukan semuanya sendiri, kau bisa langsung tidur saja ..."
"Sayang ... kenapa kau nikmati sekali?"
"Istriku kalau lagi malu terlihat semakin menggoda, jika kita lakukan sekali lagi, ha ha ha!"
Alexander sepertinya bermimpi nakal bersama istrinya, dan pagi itu dia memimpikan bagaimana ia berolahragalah panas bersama sang istri.
Kiara menahan dengan mata yang melebar dan terkejut sekali ketika mendengar Alex mengigau tentang dirinya.
Kiara tanpa sadar langsung mencubit kedua pipi suaminya.
"Dasar suami nakal, bahkan di mimpi mu kau memimpikan hal itu!"
"Hah!"
Kiara tidak habis pikir, mengapa suaminya selalu saja berpikiran nakal terhadap dirinya, bahkan di dalam mimpi sekalipun mereka melakukan hal itu.
__ADS_1
"Ummm ... sayang, gigit lagi," seolah tak merasakan cubitan istrinya, dalam mimpi itu Alexander malah merasa jika istrinya tengah memberikannya gigitan mesra.
*Boommm*
Seperti ada bom yang meledak di kepala Kiara, dia merasa suaminya ini sudah tidak tertolong lagi dalam hal kenakalan itu.
Wajah Kiara sudah panas dan merah sekali.
"Haah!"
Dia menghela nafasnya panjang, dia segera berdiri karena tidak mau lagi mendengarkan kenakalan suaminya.
"Aku harus segera pergi, jika suamiku bangun sekarang maka sudah bisa dipastikan kami akan berolah panas lagi, energi suami nakal ini terlalu besar! aku harus melarikan diri!"
seru Kiara melangkah dengan cepat.
Dia membersihkan dirinya terlebih dahulu sebelum pergi memasak.
Setelah Kiara melakukan semua tugasnya, dia terlihat sangat manis dan menggemaskan di depan para pelayan dan koki di kediaman Jhon Grey.
Bagaimana tubuh mungil dan semangat berapi-api di wajah Kiara mewarnai dapur pagi itu.
Mereka senang, bagaimana menantu pertama tuan mereka adalah wanita sederhana dan pekerja keras seperti Kiara.
"Akhirnya selesai juga ... terimakasih ya kalian sudah menemani aku memasak ..."
Kiara tersenyum ramah, dia bahkan berterimakasih kepada semua pekerja yang bertugas pagi itu.
Kiara mungkin belum sadar jika kedudukannya sudah sangat tinggi, yaitu istri dari Tuan Alexander, Kiara selalu saja merasa dirinya masih sederhana jadi tidak perlu malu mengatakan terimakasih dan maaf.
"Nyo ... Nyonya Kiara, tolong jangan berterimakasih kepada kami, kami hanya melaksanakan tugas kami, Nyonya jangan terlalu rendah hati ... tidak bagus untuk kedudukan Nyonya ..."
Kepala pelayan yang mendampingi menunduk dan memberikan saran.
__ADS_1
Ketika mendengar itu menghela nafasnya dalam-dalam, dia mengingat bagaimana Pak Roy juga terlalu kaku kepadanya.
"Haah!"
Kiara menghela nafasnya dalam-dalam, dia tahu sikap para pelayan ini memang tak akan bisa berubah.
"Baiklah, tapi jangan terlalu formal padaku ya, walau aku istri dari Alexander, tetapi aku masih lebih muda dari kalian ..." balas Kiara tersenyum dan membuat semua pelayan di kediaman itu terpesona akan keramahan Kiara.
***
Di kamat pribadi Alexander,
Alex melebarkan tangannya, mencoba mencari keberadaan istri menggenakan yang ingin langsung ia peluk saat itu juga.
Namun saat tangannya mencari-cari, tubuh mungil istrinya belum juga dia temukan.
Mata Alex terbuka dan segenap melebar ketika melihat tak ada istrinya di sisinya.
Seperti kebiasaan, Alex tidak suka jika tidak melihat istrinya di sisinya, dia akan langsung takut dan panik berlebihan.
Bagaimana pun, musuh masih mengintai mereka jadi rasa takut berlebihan Alex ada alasannya.
Alex berlari mencari istrinya, ke kamar mandi, ke ruang baca, ke ruang pakaian, namun tak kunjung ia temukan.
Sampai ketika seseorang menegur ruangannya.
"Tok ... Tok ... Tok!"
"Tuan, Nyonya Kiara memanggil anda ke bawah untuk makan pagi,"
Pelayan memberikan laporan dan membuat Alexander bisa bernafas lega.
"Istri nakal itu, sudah ku peringatkan jangan pergi sebelum aku bangun, apa dia tidak tahu betapa takutnya aku?" gerutu Alex masih mengenakannya piyama dan pergi melangkah dengan cepat menuju istrinya.
__ADS_1