
S2. Episode 202 : Tidur lebih dulu?
***
Setelah pembicaraan antara Jhon dan kedua putranya usai, Alexander tak menunggu waktu lama segera menghubungi Yuza yang akan menjadi perantara antara Alex dengan kedua anggota intinya yang tengah berada di kawasan musuh sekarang.
"Tring ... Tring ... Tring!"
"Halo Bos?"
Yuza mengangkat panggilan dari Bos nya sembari terus memantau komputer canggih.
Sekarang tim musuh yang hendak merekrut Sin selaku CEO perusahaan yang semua identitas nya telah diganti oleh Yuza untuk menipu musuh dan Fin adalah assiten pribadi Sin.
Begitulah posisi Sin dan Fin dalam misinya kali ini.
Dan Yuza, harus terus memantau pergerakan tim musuh yang hendak mencari tahu semua informasi dan masa lalu Sin dan Fin.
Tugas Yuza adalah memalsukan semua dokumen itu dan membuatnya seolah asli, sehingga tim musuh percaya jika Sin adalah memang pemilik perusahaan itu dan siap menjalani salah satu anggota elit dan gelap itu.
"Yuza ... rencana akan dipercepat dari rencana, beritahu kepada Sin dan Fin untuk lebih waspada lagi, setelah mereka menghadiri meeting bersama musuh, langsung curi semua identitas mereka dan berikan kepadaku ..."
"Setelah itu, tunggu aba-aba dariku lagi,"
Alexander memberikan perintah baru kepada Yuza.
Dimana dari ucapan Jhon Grey, ayahnya ... bantuan dari Nelson Dutch akan mempercepat rencana mereka.
__ADS_1
Yuza sedikit bingung, akan tetapi dia tetap tenang, dia bingung mengapa Alex begitu percaya diri dan yakin jika rencana mereka akan berjalan mulus dan lebih cepat dari yang direncanakan.
Padahal rencana mereka ini terbilang sangat sulit dan berbahaya, tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
Akan tetapi Yuza percaya kepada bosnya sepenuhnya.
Apalagi setelah Alexander memberikan perintah yang kedua.
"Satu lagi, lacak semua hal mengenai Nelson Dutch, masa lalu dan semua tentang dirinya ... aku memilikimu firasat yang baik dalam hal ini ..."
Perintah Alexander kepada Yuza dan segera melaksanakan nya.
Alexander ingin semua rencana ini berhasil dengan cepat, dia ingin menuntaskan semua ini agar dia bisa hidup bahagia dengan istrinya dan calon baby nya.
"Siap Bos,"
Yuza belum pernah kesusahan seperti ini mencari informasi mengenai seseorang.
***
Setelah Alexander menghubungi bawahannya, dia kembali ke kamarnya dimana dia sudah tak sabar hendak bersama dengan istrinya lagi.
Kiara sudah selesai mandi, dia hendak tidur karena tubuhnya mudah kelelahan akhir-akhir ini.
Pembicaraan antara suaminya dan keluarganya ternyata lebih lama dari yang ia duga sehingga Kiara pergi tidur lebih dulu.
"Sayang ... kau sudah tidur?"
__ADS_1
Alex datang melangkah mendekat, dia duduk di atas ranjang dan mengusap rambut istrinya yang sudah wangi sampo.
Dia mencium helaian rambut itu dan membisik pelan, memastikan jika istrinya sudah tidur apa belum.
"Sayang ... kau benar-benar sudah tidur? tidak menunggu aku?"
"Jahat!"
Alex melipat tangannya, menatap Kiara dengan mata tajamnya.
Dia menjadi seseorang yang sungguh berbeda jika bersama Kiara.
Seorang ketua mafia itu menjadi sangat menggemaskan.
Setelah beberapa saat, Alexander mensejajarkan tubuhnya dengan Kiara, dia menarik tubuhnya dan memeluknya nyaman.
"Walau aku kesal karena kau tidur lebih dulu dan tidak menunggu aku, kali ini aku tidak akan marah, tapi hanya kali ini saja!" gerutu Alex mendekap dan mengecup kening istrinya berkali-kali.
Dia suka memeluk istrinya, rasanya hangat dan memberikan kekuatan kepadanya.
.
.
.
.
__ADS_1