
Episode 149 : Butuh bukti bukan hanya janji.
***
Saat mendengar ucapan Alexander, rasa campur aduk sedang bergejolak dalam dadanya.
Di sisi lain, entah mengapa dia senang sekali ketika mendengar ungkapan Alex, seolah jawaban itu mengkonfirmasi jika statusnya yang hanya menjadi kekasih penghangat ranjang akan usai.
Namun di sisi yang bersamaan, ucapan Alex juga berdampak menakutkan.
Semua ucapan Alexander itu bersiko, lagian Kiara masih muda, dia tidak akan berani menjadi wanita lelaki kuat seperti Alexander Grey.
Di sisi lain, Alexander baru saja menghilang begitu saja tanpa kabar selama satu bulan, sebagai seorang wanita yang tiba-tiba saja dihadapkan dengan hubungan seperti ini segalanya terlalu mendadak baginya.
Oleh karena kekacauan respon dalam dirinya membuat Kiara hanya diam saja, dia tidak merespon sama sekali, membuat Alexander yang tadi sudah susah payah mengungkapkan hatinya jadi sedikit gugup dan malu.
Karena merasa malu ....
Alexander menarik tubuh Kiara, dia menyentuh Kiara di pundak dan dia menatap mata Kiara, sekarang mereka sudah berhadapan satu sama lain.
“Sayang, kenapa kau tidak jawab? Jangan bilang bahkan sebelum aku melamarmu kau sudah menolak aku? Apakah itu yang ada di pikiranmu?” dengan buru buru dan menekan Alexander langsung to the point menanyakan hal itu.
“Alexander, menikah bukanlah hal yang mudah, aku masih muda dan masih banyak yang harus aku lakukan, dan dari ucapanmu, kau tidak yakin bisa menikahi aku atau tidak kan, kau tahu aku sudah hidup sebatang kara sekarang, keluarga adalah segalanya untukku, saat kau masih ragu ragu mengatakan pernikahan, lalu nanti bagaimana denganku?”
“Dan sebenarnya kau baru saja menghilang selama satu bulan penuh, meninggalkan aku yang kau bilang tak akan pernah kau lepas, aku bingung dengan dirimu, hatiku juga jadi bimbang, kau menarik ku terus menerus dan saat aku berfokus kepadamu, kau malah menghilang,"
__ADS_1
"Dan akhirnya aku mengerti, setelah kau pergi selama satu bulan, entah karena alasan apapun, itu semua karena kau adalah orang yang penting sedangkan aku adalah wanita biasa dimana segala langkah mu selalu diperhatikan,”
"Sejak kau pergi aku sudah berjanji pada diriku sendiri jika aku harus berpegang kepada diriku sendiri, tetapi kau selalu membuatku dan memaksaku untuk berpegang dan bersandar kepadamu,"
"Apakah kau bisa yakin, kau tidak akan meninggalkan aku lagi? apakah kau yakin urusan yang kau katakan berbahaya akan kau tuntaskan dengan baik?"
"Jika kau akan melepaskan aku lagi, mungkin hatiku tidak akan pernah sembuh,"
Kiara berbicara menjawab dengan segala isi hatinya mengenai pertanyaan Alexander.
Ya, jujur saja ungkapan Alex sangat menenangkan, sangat membahagiakan saat dia sudah mulai beranjak ke tahap yang lebih serius.
Bahkan berusaha mencari hal yang disukai oleh Kiara, jika dibandingkan dengan Alexander yang dulu maka Alexander yang sekarang jauh lebih mementingkan Kiara.
Bagi Kiara tidak penting kata-kata atau janji lagi, hanya sebuah pembuktian.
Dimana dia akan merasa aman dan tidak akan ditinggalkan secara tiba-tiba lagi.
Jika diingat saat Alex meninggalkan Kiara satu bulan penuh, rasanya sangat menyakitkan, tiada hari bagi Kiara berhenti menangis.
Jika saja Alexander melukainya lagi maka hatinya akan benar-benar hancur dan tak akan pernah sembuh lagi.
Tanpa diduga, seperti pencuri, hati Kiara telah diporak-porandakan oleh Alexander, walau Alexander tidak tahu akan tetapi Kiara benar-benar telah berfokus hanya kepada Alex sejak Alex datang kedalam hidupnya secara tiba-tiba.
***
__ADS_1
Bagi Alex segala ucapan Kiara barusan hanyalah sebuah penolakan secara halus, dan Alex tidak suka akan hal itu.
“Diam! Jangan bicara lagi, apapun yang akan kau katakan jangan harap bisa pergi dariku, bahkan sampai kau mati, kau hanya milikku, aku sudah bersusah payah mengerti dirimu, tetapi sepertinya permasalahnnya ada pada dirimu sendiri, kau tidak pernah mencoba melihat aku,”
“Tetapi aku tidak peduli, kalau kau tidak suka padaku, akan kubuat kau suka, dan suatu saat nanti kau sendiri yang akan mengatakan ucapan itu, lihat saja,”
“Aku disini ingin mendamaikan hatiku, aku sangat lelah, jadi jika ucapanmu hanya tentang penolakan maka kau diam saja, dan duduk disini!” ketus Alexander dengan tatapan tajam dan nafas yang berat.
Alexander tidak akan mau menerima penolakan, apalagi dari Kiara, dia sudah yakin dengan hatinya dan dia tidak mau melepaskannya bahkan sampai kapanpun.
***
Di sisi lain,
Bian Agler dan Bella telah menikah, tetapi sekalipun Bian tidak mau melakukan hal itu dengan Bella, dia malah semakin membenci Bella dan menunjukkan kebenciannya secara terang terangan.
Selama hidup, baru kali ini Bella merasa direndahkan dan menderita, dia sudah sakit hati, sebesar apapun cintanya pada Bian, dia tetaplah istrinya, dengan kemurkaan karena tidak pernah dianggap, Bella pergi mencari selingkuhan demi memuaskan hasratnya, dan hal itu akan membuatnya di situasi yang sulit nantinya.
.
.
.
Author : Kalau kalian jadi Kiara, kalian langsung percaya ga sama Alexander, coba komen dibawah yaa aku mau lihat sudut pandang kalian ... 😍
__ADS_1