Belenggu Hasrat Sang Mafia

Belenggu Hasrat Sang Mafia
Panggil aku SAYANG!


__ADS_3

Episode 111 : Panggil aku SAYANG!


***


Masih di mansion Alexander Grey ....


Setelah mendengar ucapan dari Kiara, Alexander merasa darahnya seperti mendidih, jantungnya berdegup cepat sekali.


"Glek!"


Dia menelan salivanya, dan tangannya semakin erat melingkar di tubuh Kiara.


"A ... aku tahu kau ingin melakukan nya seperti tadi malam, ta ... tapi kau masih kelihatan sakit dan itu adalah kali pertama bagimu, jadi kau harus beristirahat sebentar lagi," seru Alexander Grey dengan wajahnya yang memerah.


'Ha? kenapa jadi menyinggung kejadian memalukan dan mengerikan itu? tunggu dulu, Jangan-jangan maksud si monster ini hukuman di kepalanya adalah hukuman seperti tadi malam? ja ... jadi dia berpikir aku ingin hukuman seperti tadi malam? apa?!' Mata Kiara melebar, dia menjadi gugup dan dia semakin malu.


"Maksud ku bukan itu, tapi ..." balas Kiara dengan suara yang gemetaran karena malu.


Tetapi belum sempat Kiara menyelesaikan ucapannya, Alexander langsung menyentuh bibir Kiara dengan telunjuk jarinya.


"Aku tahu, aku mengerti, kau pasti ketagihan kan? memang sih, melakukan hal itu akan membuat tubuh mu terkejut, apalagi pasangan mu adalah aku, aku sangat mengerti bagaimana kau sangat menginginkan hal itu lagi,"


"Tapi tubuhmu sangat lemah, jika melakukan hal itu pagi begini kau bisa pingsan, kita bisa lakukan itu saat tubuhmu sudah terbiasa, jadi tahan dulu ya sayang," bisik Alexander dengan lembut, nakal dan dengan wajah super jahil nya.


Dia begitu santai mengatakan hal memalukan seperti itu, isi kepala Alexander memang terlalu unik dan vulgar.


Dia juga tidak akan terpengaruh oleh jawaban Kiara.


'Apa maksud nya? menginginkan hal itu lagi? APA? tubuhku belum terbiasa? aku tidak mengerti? sebenarnya apa isi kepala si monster mengerikan ini! aaaaaaa!' Kiara berteriak dalam hatinya karena sama sekali tidak bisa menyela.


Setelah kejadian tadi malam, Kiara benar-benar harus hati-hati terhadap Alexander.


Jika tidak, maka tempramental Alexander yang sangat cepat berubah akan menekannya lagi.


"Huh!" Kiara menghela nafasnya dalam-dalam, dia mencoba melupakan ucapan nyeleneh Alexander yang diluar kendalinya.


"Ja ... jadi kau sudah memaafkan aku? kau tidak marah lagi padaku?" tanya Kiara dengan mata bulatnya yang berbinar.


Dia sedang mengaktifkan mode imut agar tidak memancing emosi yang tidak di inginkan dari Alexander Grey.


'Oh iya, aku kan harus marah? gadis nakal ini jika dibiarkan akan semakin merajalela, ingat Alexander, kau harus menunjukkan konsekuensi nya padanya, gadis nakal ini harus diberikan ganjaran!' ketus Alexander baru ingat jika dia harus marah.

__ADS_1


Dia sesaat lupa dengan misi marahnya karena melihat wajah Kiara yang menurut nya terlihat berbeda pagi ini.


Kiara terlihat sangat cantik dengan wajah memerah nya.


"Hmm!" ketus Alexander mengubah ekspresi nya dari yang gemas dan malu-malu menjadi ekspresi pura-pura marah.


"Aku masih marah, kata siapa aku sudah memaafkan mu! kau harus diberikan pelajaran, kau tahu! beraninya kau selingkuh dan kabur dengan selingkuhan mu!" geram Alexander menyilang kan tangannya dan membuang muka.


"Hmmm, sudah kuduga, jadi aku harus apa? aku tahu aku salah, jadi cepatlah katakan apa yang harus aku lakukan,"


Kiara menundukkan kepalanya, tangannya bertumpu di pahanya dimana dia memang sedang duduk di pangkuan Alexander Grey.


"Pertama kau harus memanggilku dengan sebutan SAYANG! jika kau memanggilku tuan lagi, aku akan mencium bibirmu sampai kau minta ampun!" seru Alexander sekarang menghadapkan wajahnya dekat sekali dengan wajah Kiara.


Matanya tajam sekali, dan dia benar-benar serius dengan ucapannya.


"Umm, ba ... baiklah, sa ... sayang," jawab Kiara menunduk dengan suara yang pelan.


Setelah adegan tadi malam dan memanggil pria ini dengan sebutan sayang, mereka sudah seperti suami istri yang baru menikah dan bertengkar.


"Lebih keras, aku tidak dengar!"


"SAYANG! SAYANG! SAYANG!" Kiara berteriak, dia sudah bingung sebenarnya adegan apa yang sedang terjadi sekarang.


"Pfftt!" Alexander tertawa kecil.


"Baiklah, ayo ikuti aku," balas Alexander menggenggam tangan Kiara dan mengajaknya ke suatu tempat.


"Deg ... Deg ... Deg!"


Debaran jantung Kiara yang aneh itu terdengar lagi, setiap kali lelaki arogan ini menggenggam tangannya hatinya akan menjadi hangat dan tenang.


Seolah tangan besar Alexander melindungi Kiara dari sesuatu yang jahat, kehangatan pria yang selalu berubah-ubah ini seolah menyelimuti Kiara.


Juga sikap Alexander telah kembali seperti sikap yang dikenal oleh Kiara.


Sikap hangat yang disembunyikan, aura dingin yang selalu terlihat di diri Alexander sebenarnya hanya sebuah topeng, sebenarnya Alexander adalah seorang pria hangat yang menghargai orang-orang di sekeliling nya.


"Kita mau kemana? umm ... Sa ... sayang?" tanya Kiara dengan suara yang pelan.


Matanya masih melekat pada genggaman tangan Alexander yang menutupi seluruh tangan mungilnya.

__ADS_1


"Ikuti aku saja, hari ini aku meliburkan diri, aku juga sudah menghubungi kampusmu dan meliburkan mu, jadi kita akan melakukan banyak hal hari ini," seru Alexander masih menggenggam tangan Kiara dan mengajaknya entah kemana.


Entah apa rencana Alexander dalam hal ini, Kiara tidak mengerti jalan pikiran lelaki ini.


"Pfft!" tanpa disadari Kiara tertawa kecil.


Setelah ketakutan setengah mati kemarin siapa yang sangka hari ini kehidupan nya berjalan seperti biasa.


Seolah hari-harinya sudah di penuhi oleh Alexander Grey.


Alexander Grey mengajak Kiara berkendara dengan mobil pribadinya, benar-benar tanpa anak buah, hanya mereka berdua.


Kiara hanya mengikut, hatinya seperti sudah selaras dengan Alexander, jadi dia tidak khawatir sama sekali.


Sampai pada beberapa saat setelah mereka berkendara, mobil yang di bawa oleh Alexander berhenti di puncak sebuah bukit kecil.


"Ayo!" ajak Alexander membuka pintu mobil dan lagi-lagi mengulurkan tangannya kepada Kiara.


Kiara meraih tangan Alexander dan Alexander mengajaknya berjalan sedikit kearah sebuah pohon ditengah taman luas diatas bukit itu.


Angin kencang tetapi segar menghembuskan rambut panjang Kiara, rasanya sangat segar dan menyenangkan.


"Ahh, sudah lama aku tidak kesini," seru Alexander tersenyum.


Tetapi Kiara bisa lihat mata dan getaran di senyuman Alexander.


Rasanya ada yang aneh di diri Alexander hari ini.


"Kau tahu, setelah aku dengar kau pergi dengan lelaki itu, aku kira aku tidak bisa menemukan mu, entah kenapa aku takut, aku mencari mu sekuat tenaga, dan setelah menemukan mu aku marah sekali,"


"Hari ini adalah hari ulang tahunku, juga hari dimana orang paling penting dalam hidupku pergi meninggalkan aku selamanya,"


"Kepergian mu bersama pria itu seolah mengingatkan aku pada kakekku yang meninggalkan aku sendiri,"


Alexander melepas tangan Kiara, berbicara sembari berjalan kearah pohon, matanya yang pedih dan wajah tersenyum nya yang pilu.


Ekspresi wajah yang tidak pernah dibayangkan oleh Kiara akan tergambar di wajah Alexander Grey.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2