Belenggu Hasrat Sang Mafia

Belenggu Hasrat Sang Mafia
S2. Episode 194 : Menantu pembawa keberuntungan.


__ADS_3

S2. Episode 194 : Menantu pembawa keberuntungan.


***


Namun, Dahlia sudah sedikit gugup, padahal rencananya ingin menjodohkan Layla dengan Arka, hal itu sedikit menguras pikiran nya, karena Layla adalah wanita yang baik.


Tetapi sama seperti suaminya, Dahlia juga tidak ingin terlalu memperpanjang percakapan ini, dengan alasan yang sama dengan Jhon.


Setelah itu Jhon menyelesaikan sarapannya, lalu pergi ke kantor, dia akan menghubungi Layla dan sore nanti akan menjemput Layla agar membawanya ke rumah malam ini.


Disaat yang bersamaan, Alexander hendak menghubungi Ibunya agar memberitahu ayahnya jika dia dan sang istri akan kembali pulang.


"Tring ... Tring ... Tring!"


Dahlia melihat dengan rasa terkejut yang teramat sangat ketika melihat jika putra bungsu nya menelepon.


"Ha ... Halo? Alex ... sejak kapan kau mau menghubungi Ibu lebih dulu? apakah langit akan segera runtuh?"


Dahlia memberikan respon yang berlebihan karena putranya memang jarang sekali menelpon dirinya semenjak Alexander memutuskan untuk tinggal sendiri dan terpisah dari keluarganya.


Alexander memejamkan matanya, menyadari betapa syok ibunya saat ia menghubungi sang ibu.

__ADS_1


"Ibu, aku dan istriku memutuskan untuk pulang segera, mungkin malam ini sudah ada di kesana, aku rasa istriku akan lebih aman berada di rumah Ayah ..."


"Jadi ... tolong beritahu ayah ya Bu ..." Alexander yang tidak sadar jika sebenarnya Dahlia mengeraskan volume suara dimana sekarang dia dan suaminya memang tengah menikmati pemandangan taman belakang rumah bersama.


Mata Jhon Grey yang mendengar ucapan putranya barusan melebarkan matanya, dia menjadi sangat bersemangat dan kebahagiaan melonglong di hatinya.


"Baiklah, apakah kau butuh bantuan Ibu? astaga ... Ibu senang sekali sampai menitikkan air mata,"


"Ini semua karena menantu Ibu yang terbaik Ify, dia adalah menantu pilihan ku, tidak salah aku bergantung padanya, hanya beberapa saat setelah kau menikahinya, kau langsung pulang ..."


"Menantu ku memang gadis pembawa keberuntungan,"


Dahlia terdengar terharu bahkan mengusap tangisnya yang memang tak sadar sudah menetes.


Dimana Dahlia sudah bersemangat dan hendak pergi dengan cepat menyiapkan kamar pengantin untuk putranya dan menantunya.


Tetapi sebelum Dahlia pergi, Jhon yang juga tadi tengah duduk di sisinya menghentikan Dahlia sejenak.


"Apakah gadis itu benar-benar pembawa keberuntungan seperti yang kau katakan?"


"Tapi dia hanyalah gadis biasa yang tidak memiliki apapun, apakah dia memang pantas berada di sisi Alex?"

__ADS_1


Jhon masih tidak memiliki kepercayaan dengan Kiara, karena Kiara adalah wanita kelas bawah yang sepertinya akan membuat Alexander kesusahan dan Kiara pasti tidak bisa mengejar ketertinggalan mengenai kehidupan kelas atas seperti mereka.


Dimana hal itu akan mencoreng nama keluarga Grey nantinya.


Dahlia langsung menatap dengan tajam dan seolah melakukan pertaruhan dengan suaminya.


"Dia bukan gadis biasa, menurut mu mengapa putra kita yang bahkan tidak mau mendengar ucapan mu menikah dengannya?"


"Putra kita yang tidak mempercayai pernikahan dan selalu kabur dari pertunangannya dengan Layla,"


"Wanita itu, akan membawakan sesuatu yang tidak akan kau duga, dia akan mengubah keluarga ini, mungkin akan mengubah mu juga ..."


Pandangan Dahlia menjadi berubah hanya dalam sekejap.


Dahlia sadar jika lelaki yang sudah cukup tua yang merupakan suaminya ini terlalu keras dan hidup sesuai dengan aturannya sendiri.


Sudah saatnya Jhon menyadari jika hidup lebih dari hal itu semua, dan di akhir nanti Dahlia berharap suaminya ini akan meminta maaf kepada kedua putranya yang selalu bertahan dengan caranya masing-masing.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2