Belenggu Hasrat Sang Mafia

Belenggu Hasrat Sang Mafia
Kau hanyalah alat untukku!


__ADS_3

Episode 45 : Kau hanyalah alat untukku!


***


Di kamar pribadi Alexander Grey,


Kiara telah kembali ke kamarnya dan Alexander Grey, Kiara menutupi rasa aneh dihatinya, dia membuka laptopnya dan menyibukkan dirinya dengan tugas-tugas kuliah yang sebenarnya sudah ia selesaikan.


“Brak!”


Suara pintu yang keras mengejutkan Kiara, dia melihat Alexander masuk dengan wajahnya yang menyeramkan, dia melihat tajam kearah Kiara.


Sembari melonggarkan dasinya, dia duduk di dekat Kiara dan memperhatikan Kiara dari dekat.


“Apakah kau tidak merasa harus menjelaskan sesuatu padaku?” tanya Alexander menyelidik, dia terlihat marah tetapi dia mencoba meredam amarahnya.


“Ya Tuan? sa ... saya merasa tidak memiliki apapun untuk dijelaskan pada Tuan,” dengan sopan dan lembut Kiara merespon pertanyaan Alexander, dia mencoba sekuat tenaga untuk tidak memancing kemarahan Alexander agar dia tidak kena marah.


Mendengar hal itu Alexander memejamkan matanya sejenak, dia pulang dengan cepat bukan untuk merasakan kemarahan ini, dia pulang cepat untuk bisa bersenang-senang bermain dengan Kiara, tetapi entah mengapa diam Kiara pada ucapan Layla benar-benar membuatnya marah.


“Brak!”


Alexander melemparkan sepatunya, dia membuka bajunya dan berbicara dengan keras dan lantang.

__ADS_1


“Apa yang kau lakukan? cepat siapkan air mandi untukku! baju dan perlengkapan yang lain, setelah itu siapkan makan malam!”


“Kau pastinya tidak lupa kan? jika kau hanyalah alat untukku!” seru Alexander dengan nafas yang memburu.


“Sial! Kenapa aku marah sekali!” ketus Alexander melemparkan bajunya ke lantai.


“Baik Tuan,” jawab Kiara sopan dan menunduk.


***


Dia mengambil baju yang dilempar oleh Alexander dan hendak pergi ke kamar mandi untuk menyiapkan air mandi hangat untuk tuannya.


“Ya, lebih baik begini, ada garis yang lebih jelas, jika begini aku tahu siapa aku dan tidak akan menghayal sesuatu yang tidak akan pernah terjadi!” benak Kiara mengangguk dan menyembunyikan perasaannya yang kalut.


Melihat Kiara menurut dan bersikap layaknya budak membuat Alexander semakin marah, dia mengejar Kiara ke kamar mandi saat Kiara sedang menyiapkan air hangat untuknya.


“Buka bajumu!”


Tegas Alexander dengan matanya yang tajam dan menyeramkan.


“Ma ... Maksudnya Tuan?” jelas Kiara kebingungan, dia melangkah mundur saat melihat Alexander yang seperti hewan buas itu mendekat kearahnya hanya mengenakan celananya saja karena tadi bajunya sudah ia lemparkan.


“Jangan berpura-pura bodoh! bukankah kau ingin menjadi seorang penurut? jadi selama kau terikat kontrak denganku sebaiknya kau melakukan tugasmu dengan benar, kau pastinya tahu kan apa yang aku maksud!”

__ADS_1


“Seorang wanita yang disembunyikan, disimpan adalah seorang wanita simpanan! Kau akan melakukan segalanya untukku kan? Seperti janjimu, jadi buka bajumu dan layani aku seperti wanita-wanita yang lain!” bisik Alexander Grey tersenyum menyeringai.


Dia sudah berada dekat sekali dengan Kiara.


Saat mendengar ucapan menyakitkan itu dari Alexander ....


Kehangatan dan ucapan manis pria ini yang membuat dirinya merasa dihargai dan diinginkan hancur berkeping-keping, sekarang saat Alexander membisik, rasanya terlalu dingin dan menyeramkan.


Ini bukanlah Alexander yang beberapa hari ini memarahinya dengan kuat, memarahinya tetapi tetap terasa hangat.


Ini adalah Alexander yang sesungguhnya, seorang lelaki monster yang melakukan segala yang ia mau.


Kiara yang tadi berjalan mundur hendak menjauh sudah mentok ketembok kamar mandi, suara air memenuhi ruangan.


Tangan Alexander menempel pada dinding agar Kiara tidak bisa kabur dari cengkeramannya.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2