Belenggu Hasrat Sang Mafia

Belenggu Hasrat Sang Mafia
S2. Episode 191 : Rasa cinta yang begitu besar.


__ADS_3

S2. Episode 191 : Rasa cinta yang begitu besar.


***


"Aku sangat menginginkan mu, hanya kau sayang! akan aku lakukan dengan pelan, Tidak akan melukai bayi kita!" bisik Alex lagi membuat Kiara terkejut dan tidak akan bisa kabur lagi dari cengkeraman suaminya yang buas ini.


Alexander dengan pipinya yang memerah akibat pengaruh alkohol, menatap istrinya dengan sangat lekat dan lembut, dia mengusap wajah istrinya dan mengecup setiap sudut wajahnya.


"Kau cantik sekali," bisiknya sembari menggigit pelan daun telinga istrinya.


Perlakuan lelaki yang sedang dimabuk asmara ini sungguh lembut dan sangat romantis, Kiara sampai tak bisa menahan tubuhnya dan bagaimana suaranya ia tahan agar tidak semakin membangkitkan gairah lelaki buas yang menjadi suaminya ini.


Pergulatan malam yang begitu hangat, sangat lembut sampai Kiara merasa jika segalanya akan baik-baik saja.


Walau Kiara khawatir dengan janin yang ada di dalam rahimnya, akan tetapi Alexander benar-benar bergerak dan melakukan nya dengan sangat lembut sehingga tidak ada rasa sakit sama sekali.


Lelaki yang memiliki tubuh bidang dan bisa merengkuhnya sesuka hatinya memperlakukan istrinya dengan begitu istimewa.


Waktu akhirnya berlalu, malam super romantis dan penuh rasa hangat itu akhirnya berakhir.


Kiara memeluk suaminya yang sudah terlelap, dipandangi wajah suaminya ini dengan lekate.


Wajah tampan dengan hidung mancung, Kiara mengusap wajah itu.


"Kau tetap melakukan nya walau sudah aku bilang berbahaya kepada bayi kita, dasar lelaki tidak bisa diatur ...."


gerutu Kiata mengusap pundak suaminya sekarang dan memejamkan matanya untuk ikut terlelap.


"Akan tetapi, malam ini aku akan memaafkan mu, terimakasih untuk segalanya, cincin pernikahan dan rencana pernikahan yang kau janjikan, segalanya sangat indah bagiku," bisik Kiara masih terus mengusap pundak suaminya sampai tertidur lelap.

__ADS_1


***


Waktu akhirnya berlalu, segalanya terlihat baik-baik saja, atau begitulah kelihatannya, karena sesungguhnya Alexander belum menyelesaikan misinya.


Sebelum musuhnya tumbang, maka kebahagiaan yang sesungguhnya belumlah ia dapatkan.


Pagi itu, Alexander sudah bangun lebih dulu, dia melihat istrinya yang tidur terlelap di sisinya, matanya yang terpejam dan rambut panjang yang terurai.


Alex meraih selimut dan membenarkannya di tubuh sang istri.


Alex melakukan hal kesukaan nya lagi, menatap istrinya tidur begitu lama sampai ia bisa merekam wajah Kiara dalam pikiran dan hatinya.


Sampai ketika Kiara akhirnya bangun juga, dia melihat jika di sisinya, suaminya memiringkan tubuhnya untuk bisa menatapnya dengan lekat.


"Selamat pagi sayang, apakah tidurmu nyenyak?"


Alex menyambut istrinya dengan mengecup kening Kiara.


"Nyenyak karena aku kelelahan karena mu, jangan sering melakukan nya lagi, berbahaya untuk bayi kita, aku tidak ingin bayi kita itu terluka," balas Kiara menggerutu sesaat setelah ia bangun.


"Pfffttt ..." Alex terkekeh kecil, lalu ia menarik pundak istrinya agar tubuh Kiara menempel di tubuhnya.


"Sayang ... aku suka saat kau menggerutu pagi hari, maafkan aku ... lain kali aku akan menahan diriku,"


Keduanya tengah berbincang-bincang dimana Alex selalu saja menang dari Kiara.


***


Di sisi lain,

__ADS_1


Bian akhirnya mendapatkan laporan dari suruhannya mengenai Kiara, bagaimana Kiara tidak bisa ia temukan.


Bahkan Kiara tidak pergi ke kampus sama sekali.


Lalu Bian bisa melihat bagaimana wajah Kiara yang berseri saat berada di dekapan Alexander.


Hati Bian sakit sekali, terlalu sakit sampai ia susah bernafas.


Wajahnya memerah karena menahan rasa cemburu yang tidak terukur, penyesalan membuat tubuhnya bergetar hebat.


"Kiara ... apakah hatimu sudah berubah?"


"Bukankah seharusnya janji kita terus hidup! kenapa ... kenapa kau terlihat sangat bahagia ..."


"Apakah kisah cinta kita hanya aku yang merasakan nya?"


"Bagaimana ini? hatiku sakit sekali ... dan aku sungguh tidak bisa menyerah atas mu ..."


"Aku sangat mencintai mu Kiara ... aku sangat mencintai mu ..."


Bian tak bisa menyembunyikan sisi emosional nya pagi itu.


Menurut nya segalanya sangat jahat, dan tak ada waktu baik untuknya.


Hanya karena satu malam, hidupnya benar-benar berubah.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2