Belenggu Hasrat Sang Mafia

Belenggu Hasrat Sang Mafia
Kiara berterus-terang.


__ADS_3

Episode 155 : Kiara berterus-terang.


***


Alexander segera memanggil Yuza, dia meminta agar simbol D yang ada di belakang cincin yang di tinggalkan kakeknya agar segera dicari arti simbol itu.


Pasti ada satu jawaban dari sana, dan jika dugaannya benar maka Alexander akan bisa melacak siapa sebenarnya dalang dari organisasi mengerikan yang selama ini berjalan dibelakang hukum dan pemerintahan.


Petunjuk ini seperti sebuah jalan keluar atau jalan pintas, jika memang berhubungan maka tidak butuh waktu lama maka Alexander akan bisa membasmi mereka saja.


"Brak!"


"Dasar para cecunguk bajingan!"


"Tahunya hanya bersembunyi saja, tetapi aku sudah bersumpah akan menghancurkan kalian semua!"


"Lihat saja!"


Alex tidak menurunkan tekadnya sama sekali, mungkin Kakeknya memiliki maksud lain meninggalkan cincin yang selalu dia pakai kepada cucu kesayangannya, yaitu Alexander Grey.


***


Disaat yang sama,


Disaat Kiara kembali ke kediaman Alexander, di sana dia bertemu dengan tunangan Alexander, Layla.

__ADS_1


Hati Layla begitu terluka saat melihat Kiara tetap ada di kediaman Alexander, terlihat sekali jika Alexander sungguh memiliki perasaan kepada Kiara.


Layla sudah duduk di sofa, dimana Kiara masih berdiri sembari menunduk, bagiamanapun dalam keadaan ini, Kiara adalah wanita yang menjadi pengganggu dan Layla adalah pasangan sah, jadi Kiara tahu betul siapa dirinya dan hanya menunduk saja.


“Duduklah, aku ingin berbicara,” Layla yang memiliki hati baik dan lembut itu sama sekali tidak bisa marah dan menyalahkan Kiara, gadis muda yang sepertinya hanya terpaksa berada di sisi Alexander Grey.


“Namamu Kiara kan?” tanya Layla dengan suaranya yang lembut itu.


“Benar Nona,” jawab Kiara sudah gugup dan bingung harus melakukan apa di situasi seperti ini.


Layla terdiam sebentar, walau hatinya sangat sakit dan terluka, dia akhirnya tahu mengapa Alexander memanfaatkan dirinya dengan mengumumkan hubungan mereka saat ini di hadapan publik.


Layla tahu jika hal itu pasti untuk melindungi wanita muda ini.


Kiara secara berterus terang kemudian menceritakan semuanya, tidak ada kebohongan sama sekali, dia menceritakan mengenai sekarang dia sudah menjadi sebatang kara dan bagiamana lika-liku hidupnya sampai sekarang harus berada di sisi Alexander Grey.


“Maafkan aku Nona Layla, aku akan berterus terang kepadamu, aku memang bukan siapa-siapa, aku bahkan seharusnya tidak memiliki hak berbicara kepadamu mengenai hubungan ku dengan Tuan Alexander,"


"Akan tetapi, aku ... aku ingin sekali saja dalam hidup ini menyuarakan hatiku,"


"Tuan Alexander, walau dia memang memaksa ku dan bersikap semena-mena tetapi disaat yang sama hanya dia tempat untukku berlindung dan bersandar, dulu Nona bertanya kepadaku apakah aku menyukai Tuan Alexander atau tidak kan?"


"Jawabannya adalah aku ... aku sepertinya mulai menyukai dia, aku tahu ini sejak dia meninggalkan aku, tetapi aku sadar dan tahu tempat, aku sadar jika aku berani menyukai dia maka aku akan melukai mu,"


"Olehkarena itu, aku meminta maaf sedalam-dalamnya, aku juga sudah bingung dengan apa yang sedang terjadi, apa yang harus aku lakukan, jika aku kabur darinya maka orang yang berada di sekitarku akan terluka, dan dia tidak akan membiarkan hal itu terjadi,” suara pilu dan kesedihan wanita muda bernama Kiara ini berbicara begitu jujur dan tanpa kebohongan sama sekali.

__ADS_1


Wajahnya yang polos dan tulus, ucapannya yang jujur dan sikapnya yang apa adanya, Layla kemudian mengerti mengapa Alexander bisa jatuh hati kepada wanita ini.


Layla terdiam sejenak, dia mengerti apa yang dikatakan oleh Kiara, jika Alexander memang se-arogan itu, dia tidak akan melepaskan sesuatu yang ia anggap sudah menjadi miliknya.


Tetapi, Layla tak akan menyangka jika lelaki yang menjadi teman pertama nya itu benar-benar telah jatuh hati kepada wanita biasa dan terlihat menderita.


Mungkin Alexander ingin melindungi wanita ini akan tetapi malah semakin menyakiti nya.


Layla tetap mencoba tenang, dia tidak ingin menambah penderitaan gadis ini, walau dia merebut tunangannya akan tetapi Kiara juga bukanlah wanita jahat yang menggunakan trik demi hal itu.


Layla menghela nafasnya dalam-dalam, walah bagaimanapun ia tahu pernikahan antara dirinya dan Alexander akan sangat mustahil untuk dibatalkan.


“Aku sudah paham Kiara, aku mengerti kesusahanmu tetapi walau aku menyerah, hubunganku dengan Alexander bukan hanya hubungan pribadi semata, hubungan kami melibatkan dua keluarga, aku tahu aku egois dan tidak memiliki perasaan mengatakan ini, tetapi seberapa besar pun cinta Alexander kepadamu, tidak mungkin dia akan menikahi mu,”


Fakta yang dikatakan oleh Layla ini adalah kenyataan, Kiara tahu itu, tetapi hatinya tetap saja merasa sakit mendengarnya.


Layla juga hanya memberitahukan fakta saja, walau dia menyerah pun pada Alexander, pernikahan antara dirinya dan Alexander tidak mungkin bisa dibatalkan.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2