Belenggu Hasrat Sang Mafia

Belenggu Hasrat Sang Mafia
Aku akan membuatmu lupa akan segalanya.


__ADS_3

Episode 79 : Aku akan membuatmu lupa akan segalanya.


***


'Sekarang aku yakin, melihat matanya aku jadi yakin jika dia juga tidak memiliki perasaan istimewa kepadaku selain rasa penasaran, entah kenapa ada rasa kecewa di hatiku tetapi disaat yang sama juga ada rasa lega, bersamanya setelah melepas Kak Bian juga tidak buruk, melarikan diri sedikit lebih lama lagi, hanya sedikit lebih lama lagi agar aku bisa keluar dari duniaku, aku ingin mengikuti lelaki ini hanya sebentar dan melarikan diri sedikit lebih lama,'


Kiara melihat mata tajam Alexander, mata yang menyimpan ribuan teka teki, mata yang terlalu dalam jika ingin diketahui rahasianya.


***


Setelah perdebatan yang panjang, mereka berdua terdiam, wajah mereka terlalu dekat sampai nafas mereka seperti bersatu, mata mereka saling menatap, seolah sedang bercerita.


Kedua orang yang sebenarnya melarikan diri dari konflik diri mereka sendiri, lelaki yang tidak ingin memiliki hubungan terikat dan mencintai seseorang lebih dalam dan serius.


Dan seorang wanita yang tidak ingin mempercayai cinta tetapi tidak menutupi diri untuk bertemu seseorang dimasa depan.

__ADS_1


Mereka sedang bersama, dengan pemikiran dan prinsip yang berbeda, entah kenapa takdir mempertemukan mereka.


“Apakah aku menyakitimu? Sebenarnya aku tidak suka bersikap kasar pada wanita jika kau tidak menunjukkan penolakan, apakah bahumu sakit?” suara yang sungguh lembut, mata yang dalam dan wajah yang terlalu tampan, hati wanita yang mana yang tidak akan luluh.


'Beginikah dia menjerat wanita yang selama ini bersamanya? Terdengar sangat lembut dan mendebarkan, dengan wajah dan ekspresi itu, kenapa aku merasakan sesuatu yang panas dalam diriku,' benak Kiara masih menatap mata dan wajah Alexander yang dekat sekali dengannya.


Dia menganggukkan kepalanya karena bahunya sakit saat Alexander menakannya terlalu kuat.


Mendengar itu, mata Alexander yang tadi menatap mata Kiara sekarang melihat seluruh wajah Kiara, lalu ia membuka piyama yang dikenakan Kiara dengan sangat lembut.


Dia mengusap bahu Kiara yang sedikit kemerahan, dia mengusapnya dan mengecupnya lembut sekali, nafas hangatnya yang menyentuh kulit Kiara lagi-lagi membuatnya merasa berdebar dan darahnya seperti mendidih.


Alexander mengusap rambut Kiara, mengecup dahinya lembut, “Sekarang kau tidak perlu takut lagi, berlindunglah padaku lebih banyak, aku akan melindungi mu,” bisik Alexander tahu apa yang sedang ia lakukan.


Dia sudah sadar jika Kiara sudah menyerah memberontak dan sungguh akan menyerahkan dirinya selama kontrak mereka, dia tentu akan mengambil kesempatan bagus ini, tidak boleh disia-siakan.

__ADS_1


“Lingkarkan tanganmu di pundak ku,” bisik Alexander meraih tangan Kiara dan melingkarkannya di bahunya, dia ingin mendekatkan tubuh mereka tanpa jarak sedikitpun.


“Deg … Deg … Deg!”


Saat tubuh mereka akhirnya bersentuhan, Kiara merasa sangat malu, wajahnya semakin merah, debaran jantungnya sepertinya terdengar sampai ke telinga Alexander.


“Jangan takut, aku akan membuatmu melupakan segalanya, percaya padaku,” bisik Alexander tersenyum begitu nakal, dia menikmati ekspresi Kiara dan merasa gairahnya begitu besar sekarang.


.


.


.


.

__ADS_1


Hello guys, kalau bab ini lama di lulusin maafin yaa, mungkin Noveltoon menilai bab nya vuulgar, karena sekarang review sudah lebih la dari biasanya. hehe


Jangan lupa di like yaa di komentari juga, jika ada kesalahan ketik agar langsung author perbaiki. Terimakasih


__ADS_2