Belenggu Hasrat Sang Mafia

Belenggu Hasrat Sang Mafia
Bibir manis penggoda.


__ADS_3

Episode 89 : Bibir manis penggoda.


***


Akan tetapi saat Alex hendak melayangkan ciumannya ...


“Di … di bibirmu ada bekas lipstik,” ucap Kiara pelan.


“Ho? Aku tidak perhatikan, karena itu kau menolak? Hmm, sepertinya kau cemburu, bagus! Aku tidak akan marah padamu kali ini,”


“Hapus bekasnya agar aku bisa menempel warna baru,” bisik Alexander mengusap bibir Kiara.


Dia mengatakan jika Kiara harus menghapus bekas lipstik yang menempel di bibirnya, agar warna lipstik yang dikenakan oleh Kiara akan menempel di bibirnya.


Entah mengapa saat Alexander Grey mengatakan hal itu, tangan Kiara dengan sendirinya mengusap dan menghilangkan warna lipstik yang merupakan milik Layla.


Seperti rasa egois semakin tumbuh erat tanpa sepengetahuannya.


Kiara mengusap warna lipstik yang menempel sampai tidak berbekas, Alexander tentu saja senang melihat hal itu.


Dia merasa hari demi hari, Kiara semakin agresif dan menunjukkan keinginannya atas diri Alexander.

__ADS_1


Walau Alexander tidak akan pernah melakukan hubungan serius dan menikah, bermain-main dengan wanita keras kepala tapi bodoh seperti Kiara merupakan hal menarik baginya.


Itu seperti membuat adrenalin Alexander semakin berpacu.


***


Dan benar saja setelah itu terjadilah pergulatan bibir selema beberapa menit, Alexander memang begitu, jika sudah memulai maka sangat sulit untuk menyudahi.


Rasanya dia ingin lagi dan lagi, jadi setiap kali Kiara menunduk dan ingin menghentikan hal itu, tangan Alexander akan menarik dagu Kiara lagi dan melakukan ciuman panas itu dengan menuntut dan panas tentunya.


“Tring ... Tring ... Tring!”


Tiba-tiba suara deringan ponsel Alexander berbunyi, membuat Alexander berdecak kesal dan hampir melemparkan ponselnya ke luar mobil.


Dia melihat jika Sin sedang menelepon dirinya.


“APA?!” dengan ledakan amarah dia mengangkat panggilan itu, kegiatan kesukaannya diganggu, bagaimana Alexander tidak marah.


“Bos, ada dimana? Kami sudah menunggu Bos sedari tadi,”


Sin menghubungi bosnya, yang katanya tadi hanya pergi sebentar meninggalkan urusan penting di markas, nyatanya Alexander pergi selama beberapa jam yang membuat semua urusan penting mereka tertunda.

__ADS_1


“Ah, iya aku lupa! Sialan, ini semua salah bibir manis gadis penggoda ini, jika saja dia tidak menggodaku aku tidak akan melakukan kesalahan!” geram Alexander dalam hatinya, dia segera mematikan ponselnya dan sekarang mantap Kiara dengan tatapan tajam penuh kobaran api.


“Glek!”


'Sekarang apa lagi? Apa dia mau melakukannya lagi? Ah sialan, mau dibawa kemana aku ini juga!' teriak Kiara dalam dirinya, melihat jika mobil Alexander sudah dibawa oleh anggota Alexander Grey yang baru saja masuk karena diberi aba-aba oleh Alexander.


Alexander sama sekali tidak bisa melepaskan tatapannya dari bibir Kiara, rasanya dia kesal, marah tapi juga ingin lagi, bagi kamus Alexander, yang selalu salah adalah pihak kedua atau pihak partnernya.


Jadi dalam hal ini juga, yang salah adalah Kiara, karena berani-beraninya memiliki bibir yang begitu manis yang membuatnya ketagihan.


Kiara juga sedang tersipu malu, memalingkan wajahnya ke arah kaca jendela mobil, dia merasa baru kali ini dia tidak menolak melakukan hal itu.


Malah dia dengan sendirinya mengusap bekas lipstik milik Layla di bibir Alexander Grey.


'Kenapa aku menjadi semakin agresif? apakah aku menjadi lupa diri karena dia selalu menggodaku?!' benak Kiara merasa jika lambat laun, dia seperti melemah, benteng pertahanan baja yang ada di hatinya perlahan runtuh.


Dia seolah menurut saja apa yang dikatakan oleh Alexander, bukan karena paksaan semata, melainkan karena ada sesuatu yang janggal sedang dirasakan oleh Kiara.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2