
Episode 157 : Perubahan mood Kiara.
***
Alexander Grey dan Arka Grey mencari keberadaan Layla, Layla masih menangis dan tidak bisa pulang karena dia sudah tidak bisa berjalan sekarang, banyak lelaki mencoba mengganggunya tetapi semuanya ia singkirkan.
Sungguh Layla terlihat seperti bukan dirinya malam ini.
Arka yang telah sampai di sebuah baar lebih dulu dari Alexander bergegas masuk kedalam bar.
Dia sangat berharap Layla ada di bar yang ia tuju ini, karena kalau tidak dia akan mencari sepanjang malam.
Akan tetapi sepertinya keberuntungan sedang di pihaknya sekarang ....
Dia melihat seorang wanita yang biasanya terlihat anggun dan sopan sedang duduk di lantai menangis sembari memegangi botol minuman.
“Layla ….”
Seru Arka segera berlari kearah Layla dan melihat tajam kepada semua lelaki yang sedari tadi mencoba mendekati Layla.
Layla melihat kearah Arka Grey, tetapi yang sekarang ada di matanya hanya Alexander Grey, dia mengira Arka adalah Alexander.
“Alexander, kau datang, huhu … kau datang menjemput aku?” Layla segera menangis semakin keras, dia memeluk Arka dan tetap menangis tersedu sedu.
“Aku bukan Alexander, kenapa kau bisa seperti ini sih? Ayo pulang!” ketus Arka segera menggendong Layla dan membawanya pulang.
“Alexander … Alexander, kenapa kau jahat kepadaku? Memangnya apa kurangnya aku? Huaaaa!” Layla tidak berhenti menangis.
Mungkin rasa sakit hatinya sudah tidak bisa ia bendung sehingga dia menjadi seseorang yang berbeda, bahkan wanita terhormat sepertinya Layla bisa menangis sembari memegang botol minuman.
Layla sungguh terlihat berbeda bahkan di dalam mobil Arka pun Layla masih berteriak dan memanggil nama Alexander.
__ADS_1
“Tring … Tring … Tring!”
Arka segera menghubungi Alexander, karena sekarang dia sudah bersama dengan Layla.
“Lex, aku sudah bersama Layla, kau pulanglah!'’ seru Arka langsung mematikan panggilan itu.
Mendengar itu Alexander bisa bernafas lega, dia kemudian memutar kemudinya dan hendak kembali ke pelukan kekasihnya.
“Ah, si Layla mengapa bisa seperti itu sih?"
"Kan waktu ku bersam Kiara jadi berkurang, pasti gadis pembangkang itu sudah tidur, padahal aku masih mau mengerjainya hari ini!” ketus Alexander dengan mood swing nya yang begitu cepat berubah.
Tadi saat Layla belum ketemu, dia begitu khawatir tetapi saat Layla sudah ketemu, dia malah kesal pada Layla karena membuatnya khawatir.
Menurut Alexander waktunya jadi terbuang percuma, apalagi dia berecana mau bermesraan dengan Kiara, hal itu harus tertunda hanya untuk mencari Layla.
Saat Alex tengah berkendara, dia melihat sebuah toko di tengah jalan, lalu ia ingat ucapan Kiara yang selalu membahas pernikahan.
***
Di kediaman Alexander Grey,
Sedangkan Kiara yang masih ada di kamar pribadi Alexander Grey sedang berjalan mondar mandir.
Entah apa yang sedang ia pikirkan sekarang.
“Kenapa dia lama sekali kembalinya?”
“Apakah dia kembali bersama dengan Nona Layla lagi?”
“Kenapa aku menjadi seperti ini? memangnya siapa sih aku? Aku kan tidak berhak mengatur Alexander!”
__ADS_1
“Ah sudahlah aku tidur saja!”
Setelah tadi Kiara duduk di depan pintu kamar, dia menunggu Alex sepanjang malam.
Jika saja Alex tidak kembali malam ini, maka Kiara akan kabur dan menghilang saja.
Kiara takut seperti saat lalu, saat Alex tiba-tiba menghilang tanpa kabar, skenarionya mirip seperti malam ini.
Entah kenapa kekhawatiran Kiara semakin membesar, dia tidak bisa tenang.
***
Kiara menggerutu sendiri, berjalan mondar-mandir dan matanya akan selalu tertuju ke pintu kamar berharap Alexander segera kembali.
Tetapi saat kakinya hendak melangkah menuju kasur, dia dengan cepat melihat kearah pintu.
“Wah, Sampai sekarang belum kembali juga? jika kau belum kembali sekarang, aku akan pergi! kau dengar? aku akan pergi!"
Kiara berteriak dan menunjuk-nunjuk pintu, seolah disana ada Alexander.
Karena semakin kesal, dan entah mengapa moodnya selalu berubah akhir-akhir ini .... Kiara sekarang mengambil bantal dan melemparkan bantal itu ke arah pintu.
“BUK!”
Saat Kiara melempar bantal kearah pintu, saat itu berketepatan sekali Alexander Grey sudah pulang dan sekarang wajahnya sudah terkena timpuk bantal.
.
.
.
__ADS_1