
S2. Episode 201 : Misi Kiara dan calon baby.
***
Setelah pembicaraan itu, dan pengumuman Arka yang sesungguhnya tidak terlalu mengejutkan, Jhon memanggil kedua putranya untuk berbicara secara rahasia.
Membicarakan mengenai rencana anggota mafia Alexander yang sekarang tengah menjalankan misi.
Sebab, misi ini juga akan mengangkut keamanan keluarga besar mereka.
"Layla ... kenapa kau terlihat seperti mau menangis?"
Dahlia sudah duduk bersama dua menantunya yang sangat ia inginkan dalam keluarga ini.
Saat pertanyaan itu didengar oleh Layla, Layla langsung menangis sampai sesenggukan.
"Ibu ... aku takut kalian tidak menerima aku karena aku menjadi calon istri Kak Arka, aku takut kalian menganggap aku sebagai wanita tidak baik-baik karena mengubah calon suami ..."
"Aku gugup dan takut sekali, maafkan aku Ibu, tetapi aku akan berusaha menjadi menantu yang terbaik!"
Layla akhirnya menyuarakan isi hatinya.
Dia terlalu takut dianggap menjadi wanita tidak baik-baik, padahal nyatanya malah kebalikannya.
Dahlia senang sekali ketika mengetahui jika calon menantunya adalah Layla.
"Aduh ... Ibu malah senang sekali kau menjadi calon istri putra pertama ku, tenang saja ... kau itu gadis yang baik, Ibu tahu itu ..."
Layla menenangkan calon menantunya, juga Kiara yang ada di sisi Ibu mertuanya sedikit kaku dan juga sedih melihat Layla.
Tetapi hal itu dibuyarkan oleh sebuah pesan yang masuk ke nomor ponselnya.
__ADS_1
"Nak ... ini Ibu, maafkan Ibu sebelumnya tetapi bisakah kita bertemu besok? ada yang ingin Ibu bicarakan ... jika bisa tolong datang ke kafe star jam 10 pagi ya Nak!"
Pesan itu berasal dari ibu angkatnya yang sebenarnya sudah memutuskan hubungan dengan Kiara.
Saat melihat pesan itu wajah Kiara menjadi muram dan masam tentunya.
Setelah itu, Dahlia memberikan tour untuk kamar Alexander dan Kiara, juga kamat untuk Layla yang sudah resmi menjadi calon menantunya.
Karena sudah malam, Dahlia mengerti keduanya sudah lelah jadi meminta Kiara dan Layla istirahat dulu malam ini.
***
Di kamar pribadi Alexander dan Kiara,
Kiara merebahkan tubuhnya diatas ranjang, dia melihat langit-langit kamar lalu jantungnya mulai berdegup ketika menyadari jika dia sudah memiliki keluarga yang sah sekarang.
"Tidak ku sangka jika akhirnya aku berada di titik ini,"
"Apakah kau tahu? jika Ibu sekarang bahagia sekali? kehadiran mu benar-benar seperti cahaya bagi hidup Ibu dan Ayah ..."
"Mulai hari ini Ibu akan berjuang lebih keras agar keluarga ini semakin harmonis dan saling menyayangi, itu adalah misi kita berdua ya!"
Kiara berbicara riang dengan calon bayi nya, dia sangat bersemangat sekali.
***
Disaat yang bersamaan,
Jhon tengah mengambil beberapa dokumen rahasia yang ia simpan selama ini, beberapa album juga sebuah rahasia yang ia jaga demi kemananan keluarganya.
Tetapi karena sekarang Alexander sudah mengambilnya langkah maka Jhon harus membantu putranya.
__ADS_1
"Ada sesuatu yang harus aku katakan kepada kalian berdua ..."
Jhon mengambil beberapa dokumen dan album dan memberitahu mengenai sebuah fakta sesaat sebelum kakek Arka dan Alexander meninggal.
Ada sesuatu yang ditinggalkan untuknya.
Dan fakta itu membuat Alexander juga Arka tercengang dan tak bisa menyembunyikan kemarahan mereka.
"Kalian harus tenang dulu ... hubungi anggota mu yang tengah menyamar dan mereka harus lebih berhati-hati!"
Jhon meminta Alex untuk menghubungi Fin dan Sin yang tengah berada di tengah misi untuk berhati-hati.
"Disamping itu, kalian berdua harus menghubungi orang yang ada di daftar itu, kita tidak akan bisa meringkus musuh ini hanya menggunakan kemampuan keluarga kita saja!"
"Jika kita bekerjasama dengan dia maka kemenangan pasti ada di tangan kita!"
Jhon memberikan sebuah fakta dan juga sebuah identitas seseorang yang merupakan orang besar dan terkenal.
Namanya Nelson Dutch, keluarga Dutch yang terkenal sangat berkuasa.
Akan tetapi terbilang sangat suram dan sangat sulit untuk menemui kepala keluarga karena alasan kelam keluarga itu, kekuatan Dutch dijuluki menjadi keluarga paling rahasia yang pernah ada.
"Nelson Dutch?"
Alexander melihat informasi mengenai Nelson Dutch yang diberikan oleh ayahnya, dan entah mengapa Alexander jadi lebih bersemangat ketika melihat informasi itu.
.
.
.
__ADS_1
.