Belenggu Hasrat Sang Mafia

Belenggu Hasrat Sang Mafia
S2. Episode 185 : Aku ingin memberikan mu sesuatu.


__ADS_3

S2. Episode 185 : Aku ingin memberikan mu sesuatu.


***


Setelah itu, Alexander membawa Kiara kencan Seperti orang pada umumnya, mereka berdua memakai pakaian biasa agar tidak terlalu mencolok.


Mereka makan bersama, membeli baju kembaran bersama, menonton bioskop dan melakukan banyak hal seperti anak muda pada umumnya.


Tak terasa waktu berlalu begitu saja, karena keduanya sangat menikmatinya kencan sederhana ini.


Sekarang Alexander dan Kiara sudah dalam perjalanan menuju hotel termewah di negara itu, untuk melakukan makan malam romantis berdua.


Hari ini, Kiara senang sekali, setelah kehamilannya, lelaki ini menjadi semakin lembut dan selalu tersenyum dan menggenggam tangannya.


Kemarahan Alexander Yang selalu menggebu-gebu juga mulai bisa dikontrol jika Kiara memintanya untuk diam.


Kiara sudah seperti penjinak Alexander sekarang.


"Sayang ... bangunlah kita sudah sampai ..."


bisik Alexander dengan mata yang lembut dan senyuman cerah di wajahnya.


Alexander mengecup kening istrinya lembut dan mengusap rambut Kiara.


Sepanjang perjalanan Kiara tidur karena merasa lelah seharian kencan dengan sang suami.


"Ummmh ..."


Kiara mulai membuka matanya dan meregangkan badannya, dia melihat di sisinya ada Alex yang setia menunggu nya bangun sembari berpangku tangan dekat sekali dengan wajahnya.


"Maaf aku ketiduran ... apakah kita sudah sampai?"

__ADS_1


Dengan sedikit meregangkan kedua lengannya, Kiata memusatkan dirinya agar kembali bangun, dia tidak ingin usaha Alex mengajaknya ke tempat ini menjadi sia-sia.


Saat Kiara mengangkat tangannya untuk peregangan, Alex segera mendekap istrinya itu.


Alex melingkarkan tangan di pinggang istrinya dan bersandar di tengkuknya sebentar.


"Jangan minta maaf, kau pasti lelah menemani aku berkencan hari ini, tapi ada yang ingin aku berikan kepada mu malam ini, jadi bertahan sedikit lagi ya, setelah itu kita langsung pulang ..."


Alex lembut sekali dalam tutur katanya, dia merasa bersalah membuat istrinya lelah karena menemaninya kencan.


Sedangkan Kiara, tentu ia selalu saja akan terkejut dengan kelembutan ini, dia tidak tahu jika suaminya benar-benar merasa bersalah hanya karena ia kelelahan.


Kiara segera membalas pelukan Suaminya, dia mengusap rambut suaminya lembut.


"Aku tidak lelah, aku senang kok kau mengajak ku berkencan hari ini, sudah lama aku tidak menghabiskan waktu menyenangkan seperti tadi ..."


Kiara yang mulai menunjukkan perasaan dan perubahan dirinya mengejutkan Alexander.


Jantungnya berdegup sangat kencang.


Ia melonggarkan pelukannya sejenak lalu menatap lekat kearah istrinya.


Wajah mereka begitu dekat sekarang.


"Sayang ... kau pasti sudah mencintai aku kan? iya kan? makanya kau membalas pelukan ku! sayang ... apakah kau sedang mencoba menggoda ku sekarang?"


Dengan mata yang antusias dan kepercayaan diri selangit, Alexander tetap melingkarkan tangannya di pinggang istrinya sembari berbicara dengan sangat bersemangat.


"Ehem ..."


Kiara yang baru saja sadar dia terlalu terang-terangan mencoba mengalihkannya perhatian dengan melihat ke sisi mobil.

__ADS_1


Akan tetapi saat ia lihat disana mata Kiara melebar.


Ternyata sejak tadi sudah berjejeran pelayan hotel bahkan supervisor hotel tengah menunggu mereka untuk segera dilayani.


Jadi kemesraan dua sejoli yang merasa dunia hanya milik mereka disaksikan oleh banyak orang.


Pipi Kiara langsung merah sekali.


Kiara segera mengembalikan pandangannya dan bersembunyi di dalam dada bidang suaminya.


Sembari memikul pelan Kiara berbicara kesal namun sangat imut di pendengaran Alexander.


"Kenapa tidak bilang ada banyak orang disini, kau mesum ... mesum!"


gerutu Kiara pelan dan tak mampu mengangkat wajahnya lagi.


"Pfft ... kenapa istriku menggemaskan sekali sih, karena ini lah aku tergila-gila pada mu!"


Ketus Alex tanpa aba-aba segera menggendong istrinya di kedua tangan di hadapan banyak orang.


Seperti menunjukkan jika wanita imut itu adalah miliknya seorang dan dia sangat menyayanginya.


"Sayang ... tutuplah matamu jika masih malu, aku ingin menunjukkan mu sesuatu ..." seru Alex sembari melangkahkan memasuki hotel.


Saat Alex menggendong istrinya dengan gagah, seluruh pelayan dan supervisor hotel segera menunduk rapih seperti tengah menyambut seorang raja.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2