
Episode 50 : Tidak boleh memikirkan siapapun selain aku!
***
Saat Kiara duduk hendak makan, Pak Roy sudah datang membawakan piyama untuk Alexander.
“Ini piyama anda Tuan,” ucap Pak Roy sopan menyodorkan piyama berwarna biru tua kesukaan Alexander Grey.
Alexander menerima piyama itu dan langsung mengenakannya. Setelah itu memerintahkan pada Pak Roy untuk segera pergi dari situ.
Dia kembali berpangku tangan dan memperhatikan Kiara lekat sekali, itu membuat Kiara sedikit tidak nyaman.
Alexander memang berbeda dari orang pada umumnya, Alexander sama sekali tidak menyembunyikan cara dia melihat dan sikapnya terlalu berterus terang.
“Tu ... Tuan, apakah Tuan tidak makan?” tanya Kiara mencoba berbasa-basi agar tidak terlalu tegang dan tertekan.
Alexander menggelengkan kepalanya, “Aku sudah makan malam diluar!” jawabnya singkat tetapi matanya tetap menatap tajam kearah Kiara.
“Hah? Sudah makan diluar? Jadi kenapa Tuan menyuruh saya memasak?” tanya Kiara penasaran tetapi dia tetap makan, karena dia memang sedang lapar.
“Untuk mengerjaimu!” ketus Alexander tidak berpikir ulang untuk menjawab, dia langsung mengatakan jawabannya secara jujur.
'Haaahhh! Ingin kucekik lehernya itu! Jadi dia membuatku kerepotan hanya untuk mengerjai aku? Si sialan ini!' teriak Kiara dalam hatinya.
Ingin sekali dia menghajar Alexander, tetapi itu hanyalah keinginan semata, dirinya tidaklah memiliki apapun untuk bisa melawan Alexander, bahkan sekarang dia hanyalah budaknya.
“Hei ...!” Tiba-tiba Alexander memanggil Kiara, membuat bayangan Kiara terbuyar.
__ADS_1
“Iya Tuan?” jawab Kiara tersenyum dengan senyuman yang dipaksakan.
“Kenapa kau bisa ada di bar saat malam kau naik ke pangkuanku?” Tiba-tiba saja Alexander menanyakan hal itu.
Wajah Alexander terlihat penasaran, orang seperti Kiara bukanlah orang yang akan suka ke bar, hal itu menjadi tanda tanya bagi Alexander.
Kiara yang sedang makan langsung tersedak.
“Uhuk!”
Dengan buru-buru Alexander langsung memberikan air minum, “Pelan-pelan makannya, tidak akan ada yang mengambilnya darimu!” seru Alexander geleng-geleng melihat keteledoran Kiara.
“Kenapa Tuan tiba-tiba menanyakan perihal itu?” tanya Kiara sudah tenang setelah minum.
“Aku penasaran, apa yang membuatmu sampai datang bahkan sampai minum ditempat seperti itu, melihat kebodohan dan keadaanmu seharusnya kau tidak akan kesana!” seru Alexander seperti tidak ada beban sama sekali saat mengatakan Kiara bodoh.
Ingatannya langsung melayang ke malam itu, dia mengingat langkah demi langkah yang membawanya sampai ke tempat itu.
'Aku disana untuk melihat apakah benar seseorang yang aku sayangi itu sungguh mengkhianati aku, aku datang kesana untuk memastikan apakah cinta itu nyata, aku datang kesana untuk melihat apakah kekasihku benar-benar berselingkuh!'
Kiara berbicara tetapi hanya dalam hatinya, tidak mungkin ia memberikan jawaban itu pada Alexander Grey, dia bukan seseorang yang terlalu suka mengumbar privasinya.
Kiara yang tiba-tiba terdiam menarik perhatian Alexander, dia melihat mata Kiara yang menjadi kosong dan wajahnya yang terlihat sedih.
Mata Alexander memicing, tajam dan seperti menilai apa yang sedang ada dalam bayangan Kiara.
“Lupakan! Aku sudah tidak ingin tahu! Itu urusanmu berada di tempat itu malam itu! Tetapi ingat! Kau sudah ada disini sekarang, di sampingku, yang artinya kau tidak boleh memikirkan siapapun selain aku!” seru Alexander sudah mulai mengerti, dia akan selanjutnya mencari tahu lebih menyeluruh untuk apa Kiara datang ke bar malam itu.
__ADS_1
Jika dugaannya benar maka hati Kiara sepertinya sudah menjadi milik orang lain.
“Brak!”
Tiba-tiba Alexander memukul meja makan dengan kuat.
“Sialan memikirkan itu saja sudah membuatku marah!” geramnya mengepal kuat tangannya.
Dia kemudian melihat tajam kearah Kiara, membuat Kiara bergidik ketakutan.
“Siapa yang bisa merebut hati perempuan bodoh ini! Aku ingin tahu, dan setelah itu aku ingin meremukkannya!” geram Alexander dengan ledakan amarah yang terlihat di matanya.
“A ... ada apa Tuan? Apakah aku melakukan kesalahan?” tanya Kiara lagi-lagi dibuat kebingungan dengan sikap Alexander.
“Kau diam! Lanjutkan makanmu dan cepat tidur! Aku pergi duluan!” ketus Alexander marah tidak jelas.
“Aisshhhh! Apa-apaan dia itu! Marah tidak jelas!” teriak Kiara pelan sekali, dia sudah dibuat sangat kesal dengan kemarahan mendadak Alexander Grey.
Dia langsung mengunyah makanan yang tadi ia masak dengan kuat, melepaskan amarahnya yang meluap.
Sungguh hari ini bagaikan rollercoaster baginya.
.
.
.
__ADS_1
.