
.
.
.
"Nona sangat baik hati, mohon pertimbangkan saya dan Karyawan saya Nona". pinta Pak Basir dengan sopan masih dengan tangan gemetar.
Nana melihat itu pun menandatangani berkas permintaan kerja sama Pak Basir,
"nanti Asisten saya akan menstransfer bantuan Dana untuk Perusahaan anda Pak". kata Nana
Pak Basir mendongak dan pandangannya berkaca-kaca, "N.. Nona menerima saya? ".
"huh..! anda mengatakan kelemahan saya yaitu Karyawan anda bagaimana saya bisa memikirkan hal pribadi jika anda membandingkannya dengan keselamatan orang banyak". jelas Nana
"terimakasih Nona..! anda sangat bijaksana sangat mirip dengan Alm. Tuan Besar pertama W Group". ucap Basir
Nana tersenyum, "sama-sama pak..! sekarang pergilah! ".
Basir tak henti-hentinya berterimakasih lalu pamit undur diri, tak lama kemudian Ara dan Abi masuk ke Ruangan Nana dan bertanya mengapa Nana menerima kerja sama itu.
Nana hanya menjawab dengan tenang bahwa ia tidak ingin membuat kesulitan pada Basir yang sangat baik lebih mementingkan banyak orang dari pada kepentingannya sendiri.
berkat bantuan Perusahaan Nana itulah bisa menetralkan krisis keuangan Perusahaan milik Basir yang berada di ujung kebangkrutan, Nana yang baik mau menerima kerjasama itu walau kasus Sari begitu menghebohkan, banyak yang minta ganti rugi pada Sari walau begitu Nana membantu lewat Basir hingga semua kembali normal.
"Tuan..? Nona Muda sangat murah hati ya Tuan". kata Endra dengan sopan.
"dia ada alasan menerima mereka". jawab Arka dengan santai seolah tidak heran dengan sifat baik sang kekasih.
"mencari ketenaran? tidak mungkin Tuan". jawab Endra
Arka menatap tajam Endra, "kamu fikir Nana hanya mementingkan Ketenaran? sudah pasti alasannya kepentingan banyak orang, jika Nana menolak atas alasan pribadi sudah jelas pekerjaan Karyawan yang ada di Perusahaan Pak Basir menjadi sasarannya".
Endra akhirnya mengerti dan memuji hati Nana seperti malaikat sedangkan Arka kembali bekerja sambil tersenyum sesekali mengingat Nana yang cemburu malam itu.
"selama ini aku tidak tau Perasaan Nana karna yang aku rasakan akulah yang sangat mencintainya dan tidak keberatan dia hanya suka dengan wajah tampanku saja, tidak ku sangka Nana juga mencintaiku bahkan malam itu dia cemburu?". batin Arka
Arka tertawa hingga Endra mendengarnya merinding segera pamit undur diri tanpa menunggu persetujuan Arka.
"Tuan Muda sudah tidak waras seperti biasa sejak berhubungan dengan Nona Nana". gerutu Endra seperti biasa jika sudah melihat Arka tertawa seperti orang gila.
siang harinya.
__ADS_1
Nana dan Arka berpegangan tangan jalan-jalan di Mal,
"kenapa kita makan di Mal sayang? ". tanya Arka
"aku ingin beli sepatu untuk Caca dan Anna, Arka". jawab Nana
"sepatu sekolah? ". tebak Arka
"bukan..! Sekolah mereka sedang mengadakan acara fashionshow cilik dan Anna serta Caca terpilih menjadi kontestan cilik yang lulus hingga harus manggung". jawab Nana
"woww..! kenapa aku tidak tau? ". Kesal Arka yang baru tau kebenaran itu.
"Arka kamu sangat sibuk dan Anna tidak mau mengganggumu". jawab Nana
"lalu kamu tidak sibuk sayang? ". tanya Arka dengan tatapan tak terima.
Nana terkekeh, "aku Presdir tinggi yang hanya panen hasil, aku punya Ara dan Abi bisa mengatasi Perusahaan dengan baik". jawab Nana
"lalu kapan kamu datang ke Kantor sayang? ". tanya Arka
"setiap hari senin dan kamis saja". jawab Nana
mereka berbicara banyak hal tanpa disadari setiap Nana dan Arka berjalan selalu ditatap oleh para pengunjung Mal, Arka mendengarkan cerita Nana mengenai Anna hingga ia mengerti.
"heels iya sepatu juga iya tapi yang model heels bagus juga katanya itupun kalau ada". jawab Nana
"ada sayang, jika tidak ada disini aku akan bawa kamu lantai atas perlengkapan anak". jawab Arka
"dilantai atas? ". tunjuk Nana ke atas.
"iya..!". jawab Arka dengan senyuman.
"bukannya diatas untuk bayi ya? ". tanya Nana dengan bingung.
Arka menjelaskan semua nya hingga Nana nyengir malu tidak pernah naik ke lantai 3 karna mengira itu khusus Bayi.
di Restaurant yang ada didalam Mal.
"Nona Nana? ". sapa Sari dengan ramah
Nana mengangkat pandangannya dan mengerutkan keningnya sementara Arka tidak melihat sama sekali seolah panggilan Sari bukanlah hal penting karna suaranya perempuan bukan Laki-Laki.
Nana menaikkan sebelah alisnya melihat Sari, "ada apa?? ".
__ADS_1
"kau mau bakar tisu di Toilet dan mengganggu jam makanku?". sambar Nana
walau malu Sari tanpa ragu meminta maaf pada Nana karna melakukan hal itu yang terlalu cemburu pada Intan dan Celvin, Nana menarik sudut bibirnya tipis karna tau gelagat Sari tidaklah ikhlas bahkan Nana menangkap basah tatapan Sari tengah mencuri pandang pada kekasihnya.
"ck...!! masih memakai topeng ya?". batin Nana
"ya sudah..! aku memaafkanmu sekarang pergilah, karna Intan sedang berbahagia hari ini aku tidak lagi mempermasalahkannya". jelas Nana
"apa yang bisa saya lakukan Nona? anda terlalu baik hingga membantuku membayar ganti rugi atas kejadian malam itu". kata Sari.
"sampai kapan kau disini? tidak bisakah kau melihat kekasihku sedang makan? kalau mau minta maaf sudah kan? jadi sekarang pergi jangan ganggu kami". usir Arka dengan tenang sambil memilah-milah makanannya.
Sari merasa terpojok ditatap oleh orang-orang yang tengah makan siang didekat Nana dan Arka, lalu Sari pun memilih pergi hingga Nana menghela nafas panjang.
"kamu mengusirnya Arka? ". tanya Nana tersenyum tipis
"aku bosan menunggumu bermain sayang, dia merusak acara makan berdua kita ini". jawab Arka dengan tenang.
bibir Nana semakin melengkung ke atas dan fokus dengan makannya sambil sesekali melihat Arka, ia tadi melihat secara langsung Arka mengusir Sari dengan arogan, angkuh sangatlah seksi dan Nana sangat menyukai hal itu.
Nana dan Arka sedang berada di Toko Sepatu dan Heels.
"kenapa aku tidak pernah melihat sisi kejammu lagi Arka? ". tanya Nana penasaran
Arka merangkul pinggang Nana dan meradukan keningnya di pelipis Nana, "aku hanya kejam pada perempuan lain sayang sedangkan kamu terlalu istimewa bagiku".
"kalau begitu aku tidak takut para penggoda itu lagi dong! ". keluh Nana
Arka tersenyum, "aku takut khilaf sayang". bisik Arka pura-pura sedang memancing kecemburuan sang kekasih.
benar saja Nana marah memukuli bahu Arka yang tertawa lepas melihat raut wajah menggemaskan Nana saat marah dan cemburu seperti itu.
Sari mengintip dari kejauhan, ia meleleh melihat Arka tertawa seperti itu sangat-sangat tampan.
"oh Ya Tuhan..! Tuan Devano tampan sekali". gumam Sari memegang kedua pipinya
Sari melihat para pengunjung Mal mulai menutupi pemandangannya itu, ia kesal dan terus berjinjit tapi tidak bisa.
"dasar orang norak..!! kenapa mereka mengkerumuni Tuan Devano? apa mereka tidak tau kalau Tuan Devano itu Pengusaha bukan aktor film". geram Sari yang tak terima pemandangan indahnya di tutupi tapi tidak bisa mengusir juga nanti Sari kena amuk masa emak-emak Indonesia.
.
.
__ADS_1
.