Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
kurang kasih sayang


__ADS_3

.


.


.


Arka tersentak mendengar kabar bahwa Rose dan Ren terlibat perkelahian dengan anak lain bahkan anak itu sampai masuk Rumah Sakit,


"ada apa sayang? ". tanya Nana memegang lengan Arka.


"Rose...! ayo sayang! ". ajak Arka menarik tangan Nana.


"Rose? kenapa dengan Rose sayang? ". tanya Nana dengan khawatir.


"dia baik-baik saja tapi anak kita membuat anak lain masuk Rumah Sakit". jawab Arka


"cepat sayang..! ". ajak Nana yang kini tiba-tiba sudah ada didepan Arka menarik tangan suaminya supaya lebih cepat.


Semua keluarga Nana ternyata datang ke sekolah taman kanak-kanak, mereka mendatangi Rose dan bertanya keadaan Putri kecil penguasa itu.


"apa yang terjadi? ". tanya Dewi dan Diah ke para bawahannya yang memang diatur untuk menjaga sikembar.


Ibu tukang Kebun memberikan bukti rekaman Vidio tentang kejadian sebenarnya,


"dasar anak gila..! kirim padaku Bu". titah Diah


"aku juga Diah". sahut Dewi


Yardan dan Aman menanyakan para satpam yang memang bagian dari tugas mereka melindungi Ren dan Rose.


"kamu yakin tidak apa-apa sayang? ". tanya Arka dan Nana serentak ke Rose.


Rose menyeringai lebar, "baik Papa..Mama..".


"len sudah membeli pelajalan buat anak jahat itu pa.. ma..! anak itu telkenal nakal suka menyakiti anak lain sampai pingsan tapi olangtua nya tidak pelnah kesini malah sibuk dengan pekeljaan". jawab Ren yang tau siapa Riyan.


Perlakuan anak bernama Riyan itu bukan yang pertama kali, semua anak-anak sekelasnya dibuli olehnya tapi Kedua orangtua Riyan seolah tidak peduli malah sibuk dengan pekerjaan.


Nana tertegun, inilah yang ia takutkan jika seorang anak tidak diberi kasih sayang yang berlimpah maka kepribadian anak itu akan berubah nakal dan jahat tujuannya hanya ingin mencuri perhatian orangtuanya saja.


"sayang..? kamu memaafkan anak itu? ". tanya Nana ke Arka


"tidak bisa sayang..! aku akan memberi pelajaran pada kedua orangtuanya, dasar tidak becus mengurus anak, apa haknya membuang makan siang anakku? tidak akan aku beri kelonggaran". jawab Arka dengan tegas.

__ADS_1


"dia hanya anak kecil sayang, walaupun dia membuli Rose terlebih dahulu tapi anak kita baik-baik saja malah dia masuk Rumah Sakit". jelas Nana


"tapi Riyan memang jahat ibu cantik..! bisakah dia diusir saja, saya juga pernah disakiti olehnya tapi tidak dihukum oleh orangtua nya malah cuek saja". jawab anak perempuan tiba-tiba malah mengadu ke Nana yang terkenal sangat hebat.


Nana menatap anak-anak seumuran dengan Elvin itu (anak Celvin), "benarkah? jadi anak Ibu bukan yang pertama? kalian juga kena?".


"sudahlah sayang..! jangan membela anak bernama Riyan itu lagi, dia pantas ditegur". Sarah menyahut.


"iya sayang..! bukan Riyan itu tapi aku janji akan menyalahkan orangtuanya". sambung Arka


Arka menggendong Rose membawa pergi anaknya dan Nana menggandeng tangan Ren mengikuti Arka, keluarga Nana yang lain masih mengurus kekacauan yang dilakukan oleh anak bernama Riyan itu.


ternyata Arka membawa sikembar dan Istrinya makan siang di Restaurant terkenal, Rose tersenyum cerah melihat banyaknya makanan yang tertata rapi di meja.


Arka memangku Putri kecilnya, Ren terlihat tidak iri sama sekali malah bersikap dewasa padahal tubuhnya kecil.


Nana memanjakan Putranya, ia sama sekali tidak cemburu melihat kasih sayang Arka pada Putri kecilnya.


"makan yang banyak ya sayang?? Papa akan mengurus sisanya, fokuslah dengan sekolah Rose ya? ". kata Arka dengan lembut ke Nana.


"baik papa". jawab Rose dengan senyum menggemaskannya.


Arka mengelus sayang kepala Rose, "mau makan apa sayang? ". tanya Arka.


"jauhkan ayam-ayam ini papah". gerutu Rose


setelah makan ayam perut Rose akan sakit, Nana mengambil ayam-ayam itu dari Rose lalu menukarnya dengan menu lain.


"mau sayang? ". tanya Nana ke Ren.


Ren tersenyum lebar dan mengangguk, memang aneh hanya Rose saja yang tidak bisa makan ayam tapi Ren bisa makan ayam.


saking khawatirnya Arka pada Rose membuat Arka lupa dengan masalahnya, ia memikirkan anaknya yang lapar karna makanannya di buang oleh anak bernama Riyan itu.


Arka tersenyum lebar melihat Rose makan begitu lahap, sesekali ia membuka mulutnya saat Rose menyuapinya makan dengan wajah lucunya itu yang mulutnya penuh dengan makanan.


tidak ada yang memarahi Rose tentang apa yang terjadi di sekolahnya, anak bernama Riyan itu terbukti bersalah dengan menyerang anaknya terlebih dahulu mau memberhentikan sekolah Rose pun tidak mungkin,


ke esokan paginya,


Arka dan Nana mendatangi sekolah kanak-kanak mengantarkan Sikembar sekolah, Rose terlihat ceria seakan tidak mengingat kejadian kemarin.


"sekolah yang benar ya sayang? Papa sama mama akan mengurus sisanya". kata Arka berjongkok di hadapan Rose merapikan rambut Rose.

__ADS_1


Rose tersenyum lebar, "maafkan lose papa"


"kenapa minta maaf sayang hmm? ". tanya Nana dan Arka serentak.


"lose mengganggu pekeljaan mama sama papa padahal kita sama-sama sibuk". jawab Rose mengerucutkan bibir mungilnya terlihat menggemaskan.


perkataan Rose membuat Arka dan Nana tersenyum, mereka beruntung memiliki anak seperti Ren dan Rose yang sangat pintar mengerti situasi mereka.


"tidak apa sayang..! Papa akan merasa bersalah jika kamu yang berada di Rumah Sakit". jawab Arka


"iya sayang..! mama tidak akan memaafkan diri mama sendiri karna Mama mengizinkan kalian sekolah". sambung Nana.


"bukan salah adek kok..! anak nakal memang halus dibeli pelajalan". kata Ren dengan serius malah terlihat lucu.


"ya sudah..! masuklah ke kelas sayang! ". Kata Nana


Ren dan Rose mencium punggung tangan kedua orangtuanya lalu mengecup pipi kedua orangtuanya kecuali Ren yang tidak mau mencium pipi Papanya, tapi Arka tidak marah malah mencium puncak kepala Ren.


"dadahhhh". senyum cerah Rose


"daaaa". jawab kedua orangtua nya serentak.


saat berada didalam kelas sikembar dilihat iri dan kagum oleh anak-anak lain, sebagian besar mereka adalah anak kurang kasih sayang, keluarga broken home jadi tidak heran mereka iri dengan apa yang Ren dan Rose miliki mempunyai kedua orangtua yang sangat mengasihi mereka.


rata-rata anak-anak itu hampir tidak pernah diantar oleh ibu atau ayah mereka tapi Sikembar diantar langsung oleh Kedua orangtuanya mengenyampingkan pekerjaan demi anak, jika orangtua mereka malah mencari wali yang lain atau kebanyakan pengasuh.


"Nyonya.. Tuan! ". sapa Nensy dan Kepsek menunduk sopan.


Nensy wali kelas Rose dan Riyan sementara pak Kepseknya adalah sekolah yang bersangkutan.


"dimana alamat kedua orangtua Anak bernama Riyan itu? ". tanya Arka


"maaf Tuan.. Nyonya.. saya mencoba hubungi tapi mereka malah mematikan panggilan saya, mereka sedang berada di Amerika menggelar seminar disana Tuan.. Nyonya". jawab Nensy


"benar Tuan.. Nyonya..! ada salah satu guru kami yang sedang merawat Riyan di Rumah Sakit". sambung si kepsek.


Nana memijit pelipisnya dan Arka bertanya khawatir pada istrinya, kemesraan Nana dan Arka bisa dilihat oleh kedua manusia itu yang terlihat canggung dan malu.


"anak bernama Riyan ini hanya mencoba mencari perhatian orangtuanya sayang". keluh Nana.


"kamu tenang saja sayang.. ! aku akan datangi kedua orangtuanya ke Amerika". bujuk Arka.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2