Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
bahagia


__ADS_3

.


.


.


"coba jawab aku sayang..! apa ini benar? ". tanya Arka sekali lagi.


"iya sayang..! aku telat 2 minggu..! bersiaplah menderita selama 9 bulan kedepan ya? aku akan menyusahkan suamiku lagi". Nana merapikan kerah baju suaminya lalu mengelus-ngelus bahu Arka.


Arka mencium lama kening Nana, "aku rela melakukan apapun sayang".


Nana tersenyum manis lalu mengecup Pipi Arka dengan mesra, Arka memeluk Istrinya dan mencium bahu Nana.


"terimakasih sayang...! terimakasih banyak". cicit Arka dengan nada bergetar.


Nana tersenyum mengelus punggung Arka,


Kabar Nana hamil membuat semua keluarganya bahagia, termasuk Ren dan Rose yang kegirangan akhirnya memiliki Adik.


"kalau begitu Mama harus banyak istirahat..! Ren sudah besar kok, jangan pikirkan Ren ya Ma? ". kata Ren dengan senyuman memegang tangan Nana.


Diah tersenyum lembut, "kita lakukan ritual lagi ya? kali ini harus di Mansion Arkatama".


1 jam kemudian,


Dewi dan Yardan datang ke Mansion Arkatama, "benar kamu hamil lagi nak? ". tanya Yardan mengelus kepala Nana.


Nana tersenyum dan mengangguk, "iya Pa..! sebentar lagi Papa akan punya Cucu mungil lagi".


Yardan tertawa,


"apa sudah ke dokter sayang? ". tanya Dewi


"sudah ma..! kata Dokter Heny kemungkinan Nana hamil anak kembar lagi". cengir Nana menggaruk kepalanya sendiri.


semua orang yang ada mengucapkan syukur,


"Yee...! Rose punya adek..! mulai sekarang panggil Rose Kakak kedua..! Rose Kakak kedua setelah Kakak pertama yaitu Kak Ren". oceh Rose dengan riang.


semua yang mendengarnya tertawa lepas, "baiklah.. kakak pertama..! kakak kedua".


Rose berkacak pinggang dengan kepala mendongak begitu bangga akan menjadi seorang kakak, malah terlihat menggemaskan membuat semua keluarganya malah menertawai sifat angkuhnya itu yang malah terlihat lucu.


.


keesokan paginya semua keluarga Nana berkumpul mengikuti ritual seperti biasa, semua orang terlihat bahagia tak lupa juga Intan mengikuti Ritual keluarga Nana demi selamatan bayi nya itu.


El tidak bisa hadir karna sekolah, sementara Sikembar juga sekolah, tidak bisa ikut ritual itu tapi tidak masalah bagi mereka demi perintah orangtua masing-masing yang melarang El libur begitu juga Sikembar.


di sekolah,


"haii? ". sapa El mendatangi meja makan Rose dan Ren.


Rose menatap datar El sedangkan Ren terlihat tidak peduli,


"ngapain abang kesini? bukannya abang bakal punya adik ya? jangan ganggu Rose". peringatan Rose.


El tersenyum lebar, "kenapa galak banget sih?". El mengelus kepala Rose.


Rose menepis tangan El, "rambutku bang". kesal Rose.


El tertawa lebar, Ia melihat makanan yang tersaji di meja makan Rose kini,


"siapa yang mesan ini? ". tanya El serius


"ini makanan Rose abang, lepasin nggak? ". Rose berusaha mengambil mangkuk makanannya yang diambil El.


"bukankah itu tidak ada ayamnya? ". tanya Ren penasaran raut wajah El yang terlihat tidak senang.

__ADS_1


"ini tidak ada ayamnya tapi ini kuahnya dari kaldu ayam dek..! nanti perutmu sakit! ". peringatan El.


"benarkah?". tanya Rose tak percaya.


Ren mengambil mangkuk milik Rose dari tangan El lalu mengendusnya, Ia tidak mencium bau apapun selain hanya wangi bumbu dapur saja, Ren memakannya 1 suap.


"ini ayam dek..! jangan dimakan". Ren


"issh.. terus Rose makan apa?? Mama sedang hamil tidak diizinkan masak sama Papa, Oma sibuk membuat ritual bersama Nenek, Rose tidak mau menyusahkan Mama". rajuk Rose.


El berdiri dari duduknya, "tunggu sebentar ya dek..! abang pesan makanan dari luar".


El berlari meninggalkan Rose yang ternganga, bahkan Ren saja kalah bergerak dibanding El.


"makan ini aja dek..! ". pinta Ren


Ren percaya El akan memesan makanan yang terbaik untuk adik kembarnya, inilah yang membuat Ren bingung sama sifat El yang kadang menyebalkan terkadang malah kebalikannya.


"iiss". dengus Rose


Rose mengerucutkan bibir mungilnya, terpaksa Ia memakan buah-buahan seperti salad buah padahal Rose tidak terlalu menyukai salad buah menurutnya asam dan tidak enak di lidah.


beberapa menit kemudian, El datang ke meja Rose.


"ini makanan buat Rose! abang balik dulu ya? udah masuk kelas". El mengelus kepala Rose.


"Ren? ". panggil El


"hmm? pergilah". senyum tipis Ren.


"makasih bang". ucap Rose


"iya..! makan yang banyak". El tersenyum lebar lalu pergi meninggalkan Ren dan Rose.


Rose langsung melahap makanan yang dibelikan El untuknya, Ren melirik adik kembarnya.


"sepertinya dia sedang bahagia dek..! ". ujar Ren


.


di tempat lain,


"terimakasih Tante..! Om..! terimakasih sudah mau mengizinkan Intan mengikuti ritual ini". ucap Intan dengan sopan.


"tidak apa nak..!". Dewi mengelus pipi Intan dan Yardan terkekeh.


.


Celvin menatap amplop berisi uang yang di cap nya dengan darah Celvin, aneh hatinya merasa tergelitik setelah melewati ritual ini tapi mengapa hatinya juga merasa lapang? rasa takutnya juga hilang entah kemana.


"ayo kita berikan pada anak yatim! ". ajak Arka menarik lengan Celvin.


Arka dan Celvin izin pada Istri-istrinya,


"ada apa? ". tanya Nana menepuk pundak Intan yang melamun melihat kepergian Celvin dan Arka.


"entahlah Nana..! aku merasa bahagia setelah mengikuti ritual keluargamu". jawab Intan nyengir kuda.


"benarkah?". senyum manis Nana.


"boleh aku menginap disini malam ini? ". tanya Intan memelas.


"tentu saja". jawab Nana tersenyum cerah.


malam harinya,


Intan, Celvin dan El tidur di Mansion Arkatama, keluarga Nana juga menginap di Mansion yang sama.


mereka akan mengadakan makan malam bersama-sama, beruntung saja Diah memesan meja baru yang lebih besar dan panjang jadi 1 keluarga besar bisa makan beramai-ramai.

__ADS_1


"sayang...! makan yang banyak ya?? maafkan Mama tidak bisa buatkan bekal makan siang untuk Rose ya? pasti anak mama makan salad buah ya? ". Nana berjongkok dihadapan Rose.


Rose mengelus pipi Nana, "tidak ma..! bang El pesan makanan untuk Rose".


"benarkah?". tanya Nana tersenyum lebar.


"iya". jawab Rose sungguh-sungguh.


"sayang? ". Nana mengelus pipi Ren.


"maaf ma..! tadi hampir saja Ren membuat Rose makan nasi yang ada kuah kaldu ayamnya, kalau bukan bang El mungkin Ren akan merasa bersalah, Ren terima hukuman dari Mama karna gagal mengawasi Rose". cicit Ren.


Nana tersenyum hangat lalu memeluk Putra-putrinya, "Mama seharusnya minta maaf sayang..! sudah tugas Mama membawakan bekal untuk anak-anak Mama tapi mau bagaimana lagi nak? Papa kalian terlalu posesif".


Ren dan Rose mengerti karna Arka sudah menjelaskan pada mereka, tentu saja sikembar dengan senang hati mulai belajar dewasa karna mereka juga ingin punya adik.


"ayo makan sayang..! ". Arka datang didekat Nana dan sikembar.


"ada apa hmm? kalian buat mama kalian terharu lagi ya?". tebak Arka berjongkok mengelus punggung kedua anaknya.


"sedang apa kalian? ". tanya Diah tiba-tiba muncul dengan raut wajah heran.


"eh..? hehe". Nana dan Arka nyengir.


"ayo makan..! ". ajak Diah menggeleng kepalanya dengan tingkah pasutri itu.


"ayo sayang..! biarkan Papa bersama Mama ya? ". ajak Diah mengulurkan kedua tangannya.


Sikembar berlari ke arah Diah dan menggandeng tangan Diah mengikuti Oma nya ke meja makan yang ternyata sedang ramai, Kakek dan Neneknya mulai recok memperebutkan sikembar ditambah kedua Eyangnya.


Nana dirangkul mesra oleh Arka, mereka saling melempar senyum manis satu sama lain melihat kebahagiaan yang sangat mereka rindukan.


Sikembar malah asik makan dengan El saat seluruh keluarganya memperebutkan mereka,


"aku tidak sabar mendengar tangisan bayi lagi di Mansion ini sayang". bisik Arka.


"hmm..? kamu jangan mikir kesana dulu sayang, pikirkan saja jam tidurmu yang akan berantakan karna ulah anak-anakmu ini". Nana melirik ke perutnya.


Arka tertawa mencium kening Nana, mereka bertatapan mesra lalu memutar kepala melihat sikembar yang tambah lahap makannya.


El yang begitu perhatian pada Rose sementara Mommy nya yang sedang mengandung di manja oleh Celvin.


Kebahagiaan keluarga Arkatama dan Keluarga Wijaya semakin lengkap saat ini, mereka sudah mengoceh tentang cucu yang belum lahir.


Semua orang sedang Bahagia dengan cara masing-masing.


the End


.


.


.


terimakasih buat para Readers yang setia sama Novel Nae...! wkwk.. ada yang mau Kisah Cinta Adi dan Anna?? mau Nae buat Novel baru tentang mereka?? coba Nae pikir dulu ya?? wkwk...


Kisah Cinta Nana dan Arka berakhir bahagia, sebelumnya mereka sudah bahagia memiliki Ren dan Rose tapi namanya Manusia pasti ada juga sifat serakah ingin punya anak lagi jika dipercaya oleh yang maha kuasa, akhirnya Cita-cita Nana terwujud bisa memberi Suaminya keturunan lagi dan adik-adik baru untuk Ren dan Rose.


eeh...?


terimakasih buat dukungan Readers yang rajin nunggu Update, Setia membaca Novel Nae yang masih jauh dari sempurna masih banyak kekurangan, Terimakasih.... juga buat Readers yang rajin ngasih tips, dukungan lain yang Nae tidak bisa jelaskan.! hehe.. dukungan Para Readers semua adalah semangat bagi Nae ...


sampai jumpa di Novel selanjutnya ya??


I Love You ❤,


salam manis dan bahagia dari keluarga Arkatama dan Keluarga Wijaya,


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2